Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MAQĀṢID ASY-SYARĪʻAH MENURUT MUHAMMAD AṬ-ṬĀHIR BIN ‘ĀSYŪR Indra Indra
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 2 No. 1 (2017): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v2i1.45

Abstract

Maqāṣid hukum perkeluargaan ialah: mengukukuhkan ikatan pernikahan, hubungan nasab, hubungan persemendaan, dan menentukan cara pemutusan masing-masing hubungan. Maqāṣid hukum perniagaan ialah: rawāj, transparansi, perlindungan harta, berkekuatan hukum, berkeadilan. Maqāṣid hukum ketenagakerjaan ialah: intensifikasi muamalah ketenagakerjaan, rukhṣah untuk garar ringan yang susah dihindari, pembatasan kerja, berlaku mengikat jika pekerjaan telah dimulai, perkenan untuk tenaga kerja mengajukan jasa tambahan dengan atau tanpa imbalan, menyegerakan imbalan tenaga keraj, keluesan teknis penyelesaian pekerjaan, menghindari unsur-unsur perbudakan. Maqāṣid hukum tabarru’āt atau donasi ialah: intensifikasi tabarruʻāt, suka rela mutabarriʻ, fleksibilitas, perlindungan terhadap hak-hak pihak terkait. Maqāṣid hukum peradilan ialah: tersedianya perangkat dan unsurunsur yang bertanggung jawab menegakkan kebenaran dan membungkam kebatilan, penyerahan objek sengketa kepada yang berhak sesegera mungkin,kesaksian yang berdasarkan fakta yang terpercaya serta dokumentassi. Maqāṣid hukum sanksi pidana ialah: memberi efek jera kepada pelaku, memberi rasa keadilan kepada korban dan atau keluarganya, memberi efek ngeri atau takut kepada yang lain.
Perlindungan Terhadap Produktivitas Hartadalam Sistem Kewarisan Islam (Analisis Terhadap Maqasid Asy-Syari’ah Dan Kalkulasi Fara’id) Indra Indra
DE LEGA LATA: JURNAL ILMU HUKUM Vol 4, No 1 (2019): Januari - Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.811 KB) | DOI: 10.30596/dll.v4i1.3166

Abstract

Islamic inheritance law is one of the most interesting topics to be studied because the Republic of Indonesia is a country with a population that is predominantly Muslim, in addition to the many disputes caused by Islamic inheritance law it is also the duty of academics to study this issue so that later it can become a source law in the future. On this occasion the author will examine or discuss how to protect productivity of Islamic inheritance, productivity means that something can be produced which of course the result is the right of one heir or another heir has the same rights. This will be studied using two theories from two different but closely related disciplines, Jurisprudence and other Jurisprudence. First, the method of istiṣlāḥiyyah which refers to maqāṣid ash-syarī‘ah hifẓ al-māl. Second, the istiqrā method or analysis of the farā‘iḍ calculation theory in the fiqh of the four schools.