Bahrul Ulum
Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

METODE PENANAMAN KEAGAMAAN PADA ANAK USIA DINI Bahrul Ulum
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 4 No. 1 (2019): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v4i1.70

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang dilaksanakan pada usia 0-6 tahun, yang mana pada pendidikan formalnya dilaksanakan pada usia 4-6 tahun. Hal ini sesuai dengan yangterdapat dalam kurikulum berbasis kompetensi yang menjelaskan bahwa anak usia dini 4-6 tahun merupakan bagian dari anak usia dini yang berada pada rentang usia lahir sampai 6 tahun. Pada usia ini secara terminology disebut sebagai anak usia prasekolah. Ilmu Agama sangat penting ditanamkan pada usia ini. Peran orang tua dalam menanamkan rasa kesadaran keberagamaan bisa dilakukan semenjak anak masih dalam kandungan. Kemudian dilanjutkan pada lingkungan keluarga. Orang tua bisa memberikan contoh perilaku yang baik terhadap tetangga, terhadap lingkungan sekitar rumah, dan binatang. Orang tua juga harus membiasakan anak untuk membaca Al-Qur’an, shalat secara berjamaah, mendengarkan ceramah dan lainlain. Sedangkan melalui tutur kata, orang tua dapat membiasakan anak untuk berbicara sopan, jujur, dan lemah lembut kepada orang tua, guru, teman, dan orang sekitarnya. Masalah pokok yang ditulis dalam tulisan ini adalah, Bagaimana bentuk penanaman keagamaan pada anak usia dini dan Faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat dalam penanaman keagamaan pada anak usia dini.
Tradisi Menulis Ulama Indonesia (abad 19-21) Bahrul Ulum
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 4 No. 2 (2019): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v4i2.89

Abstract

Tradisi menulis dikalangan para ulama dimasa silam sangat mengakar dengan berbagai disiplin ilmu dalam Islam, ribuan karya para ulama yang dihasilkan dari tradisi menulis memberikan dorongan yang besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, perhatian Islam itu sendiri sangat besar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dengan memulai ayat pertama yang turun kepada nabi adalah perintah untuk membaca, dengan perintahan inilah melahirkan tradisi menulis, disamping terdapat pahala yang besar bagi mereka yang mewariskan ilmu pengetahuanya melalui karya tulis, karena dapat diwariskan kepada generasi berikutnya, tujuan pembahasan ini supaya menjadi spirit dalam melestarikan tradisi menulis dikalangan akademik terutama para guru dan dosen sehingga meningkatkan pembaangan intelektualnya, metode yang digunakan dalam pembahasan ini dengan menelaah beberapa literatur yang berkenaan dengan tradisi menulis para ulama mualai dari masa silam hingga sekarang, serta ditarik kesimpulannya dengan beberapa point pembahasannya, kesimpulannya bahwa Pertama, akar doktrin tradisi menulis ulama bersumber pada wahyu pertama yang diurunkan kepada nabi Muhammad-alaihissolatuwassalam- serta termotivasi dengan pahala akan terwarisinya ilmu dengan adanya tulisan, di Indonesia juga memiliki tradisi menulis yang dihasilkan oleh para ulama yang ada di Indonesia, hanya saja terjadi pasang surut dalam hal ini dikarenakan kondisi social politik pada masa penjajahan memberikan pengalihan konsentrasi untuk melalukan perjuangan melawan penjajahan sehingga para ulama sibuk dengan melakukan perjuangan melawan penjajah disamping terdapat factor pendukung seperti kebutuhan umat terhadap penjelasan-penjelasan para ulama melalui tulisannya. Diantara ulama Indonesia yang melakukan tradisi menulis di abad 19-20 diantaranya KH. Hasyim ‘Asyari dan Prof. Dr. H. Ramli Abdul Wahid, MA dengan melahirkan berbagai karya tulisnya.