Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Momentum

PENGARUH DINDING GESER TERHADAP PERENCANAAN KOLOM DAN BALOK BANGUNAN GEDUNG BETON BERTULANG Fajar Nugroho
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 19, No 1 (2017):
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.618 KB)

Abstract

Semakin tinggi suatu gedung, penggunaan struktur rangka untuk menahan gaya lateral akibat beban gempa menjadi kurang ekonomis karena akan menyebabkan dimensi struktur kolom dan balok akan semakin besar serta jumlah tulangan yang diperlukan juga akan semakin banyak. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kekakuan dan kekuatan struktur terhadap gaya lateral dapat digunakan kombinasi antara struktur rangka dengan dinding geser. Dengan adanya hubungan yang rigid antara kolom, balok dan dinding geser akan memungkinkan terjadinya interaksi antara struktur rangka dan dinding geser secara menyeluruh pada bangunan, dimana struktur rangka dan dinding geser akan bekerja bersama-sama dalam menahan beban yang bekerja baik itu beban gravitasi maupun beban lateral. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada bangunan gedung beton bertulang 9 lantai, pada struktur rangka dengan dinding geser diperoleh jumlah luas tulangan kolom 39% dan tulangan balok 13% lebih kecil dibandingkan dengan struktur rangka tanpa dinding geser.
PENGARUH PENGGUNAAN BRESING CROSS DAN INVERTED V TERHADAP PENULANGAN KOLOM BANGUNAN GEDUNG BETON BERTULANG Fajar Nugroho
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 20, No 2 (2018): Volume 20 No. 2 Agustus 2018
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.385 KB)

Abstract

Penggunaan bresing sebagai pengaku tambahan  pada sebuah portal beton bertulang masih jarang diaplikasikan di daerah rawan gempa, karena portal terbuka dianggap sudah cukup memiliki kekakuan dalam menahan gaya lateral yang disebabkan gempa. Pada kenyataanya bresing terbukti meningkatkan kekakuan portal. Dari segi biaya, portal dengan tambahan bresing dinilai akan lebih efisien dibandingkan portal dengan tambahan dinding geser yang merupakan dinding struktural penuh beton bertulang yang akan meningkatkan biaya struktur. Dalam penelitian ini akan dianalisa perbandingan pengaruh penggunaan bresing terhadap penulangan kolom. Lalu akan dibandingkan nilai perpindahan (displacement), dan gaya-gaya dalam dari  pemodelan bresing dan dinding geser tersebut. Perbandingan hasil nilai displacement arah x dan y menunjukkan bahwa portal dengan bresing cross dan portal dengan bresing inverted V memiliki nilai perilaku yang baik dalam mengurangi displacement akibat beban yang bekerja. Sesuai dengan fungsi dan keunggulannya bresing cross merupakan jenis konfigurasi bresing yang baik dalam mengurangi displacement, sedangkan bresing inverted V lebih baik dalam menahan tarik dan tekan. Rasio kebutuhan tulangan kolom yang memikul beban aksial terbesar pada lantai 1 pada struktur portal dengan bresing lebih kecil yaitu ρ = 0,0211 = 2,11 % dengan penampang yang sama besar portal dengan dinding geser pada kondisi eksisting mempuyai rasio tulangan ρ = 0,0273 = 2,73 %. Perubahan luas penampang kolom juga dilakukan untuk melihat efektifitas luas penampang, dengan dimensi kolom yang lebih kecil yaitu 500 x 500 dan jumlah tulangan yang sama dengan penampang 600 x 600 rasio tulangan ρ = 0,0304 = 3,04 %.
BAJA RINGAN SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF PENGGANTI KAYU PADA STRUKTUR RANGKA KUDA-KUDA DITINJAU DARI SEGI KONSTRUKSI Fajar Nugroho
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 No 2 Tahun 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.524 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penggunaan konstruksi kayu khususnya sebagai struktur rangka kuda-kuda dan rangka atap sudah mulai digantikan dengan konstruksi baja ringan. Saat ini material kayu yang bagus kualitasnya semakin susah didapat dan harganya pun semakin mahal. Kehadiran baja ringan merupakan sebuah inovasi baru yang memberikan solusi untuk pembuatan rangka kuda-kuda dan rangka atap. Rangka baja ringan terdiri dari profil yang bervariasi bentuk dan ukurannya sesuai fungsi masing-masing dalam struktur rangka kuda-kuda dan rangka atap. Ketebalan material baja ringan berkisar antara 0,4 – 1 mm. Pada penelitian ini, bangunan yang dijadikan sebagai objek penelitian adalah bangunan rumah tinggal sederhana dengan bentuk atap pelana. Pada bangunan ini terdapat dua tipe kuda-kuda yaitu kuda-kuda dengan bentangan 8,5 m dan 7,5 m. Perhitungan struktur rangka kuda-kuda kayu dilakukan secara manual berdasarkan Tata Cara Perencanaan Struktur Kayu untuk Bangunan Gedung : SNI-5 -2002. Dari hasil perhitungan struktur rangka kuda-kuda kayu diperoleh dimensi untuk batang tarik dan batang tekan adalah kayu ukuran 6/12. Sedangkan untuk perhitungan struktur rangka kuda-kuda baja ringan dilakukan dengan menggunakan program komputer SAP 2000. Profil baja ringan yang digunakan pada kuda-kuda adalah profil C dengan ukuran 75 mm x 38 mm dan tebal 0,75 mm.
BAJA RINGAN SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF PENGGANTI KAYU PADA STRUKTUR RANGKA KUDA-KUDA DITINJAU DARI SEGI BIAYA Fajar Nugroho
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 17, No 1 (2015): Volume 17 No 1 Tahun 2015
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.557 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penggunaan konstruksi kayu khususnya sebagai struktur rangka kuda-kuda dan rangka atap sudah mulai digantikan dengan konstruksi baja ringan. Saat ini material kayu yang bagus kualitasnya semakin susah didapat dan harganya pun semakin mahal. Kehadiran baja ringan merupakan sebuah inovasi baru yang memberikan solusi untuk pembuatan rangka kuda-kuda dan rangka atap. Pada penelitian ini, bangunan yang dijadikan sebagai objek penelitian adalah bangunan rumah tinggal sederhana dengan bentuk atap pelana. Pada bangunan ini terdapat dua tipe kuda-kuda yaitu kuda-kuda dengan bentangan 8,5 m dan 7,5 m. Dari hasil perhitungan struktur rangka kuda-kuda kayu diperoleh dimensi untuk batang tarik dan batang tekan adalah kayu ukuran 6/12. Sedangkan dari hasil perhitungan struktur rangka kuda-kuda baja ringan diperoleh profil C dengan ukuran 75 mm x 38 mm dan tebal 0,75 mm. Dari hasil analisis, biaya pembuatan rangka kuda-kuda baja ringan yaitu Rp. 42.350.557,00. relatif lebih mahal daripada biaya pembuatan rangka kuda-kuda kayu yaitu Rp. 36.372.760,66. Biaya ini berselisih Rp. 5.977.796,34 atau sekitar 14 %. Meskipun relatif lebih mahal, tetapi waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan rangka baja ringan lebih cepat dibandingkan rangka kayu. Selain itu, pemakaian material baja ringan memiliki beberapa kelebihan yang tidak dipunyai oleh material kayu.
EVALUASI KINERJA BANGUNAN GEDUNG BERDASARKAN SNI-1726-2002 DAN FEMA 356DI DAERAH RAWAN GEMPA Fajar Nugroho
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 18, No 1 (2016): Volume 18 No. 1 Februari 2016
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.176 KB)

Abstract

Bentuk denah bangunan yang baik pada daerah rawan gempa adalah yang berbentuk beraturan.Apabila bentuk denah bangunan tidak beraturan, maka bagian yang menonjol konstruksinya sebaiknya dipisahkan dari bangunan utama atau dengan memberikan dilatasi pada bangunan tersebut.Secara keseluruhan pada penelitian ini akan ditinjau kinerja bangunan rencana gedung hotel ANS yang telah didesain dengan layout menyerupai L tanpa dilatasi dan melakukan evaluasi jika bangunan tersebut didesain dengan memberikan dilatasi. Pada tahap keduapenelitian ini akan ditinjau kinerja bangunan rencana gedung hotel ANS dengan memberikan dilatasi (model B3). Hal yang akan dievaluasi adalah perpindahan ultimit pada struktur gedung dan membatasi kinerja struktur gedung dalam kondisi Life Safety (LS). Analisis struktur portal tiga dimensi yang dilakukan adalah analisis gempa dinamis respon spektrum dengan wilayah gempa berdasarkan peta hazard gempa Indonesia 2010 dengan level periode ulang gempa 2% dalam 50 tahun dan analisis pushover untuk mengetahui gaya maksimum serta deformasi yang bertujuan untuk mengetahui taraf kinerja gedung berdasarkan perpindahan ultimit yang terjadi. Perpindahan ultimit dihitung berdasarkan SNI-1726-2002 dan FEMA 356.Dari hasil penelitian pada model B3 diperoleh kinerja struktur tidakmelewati kondisi Life Safety sehingga kinerja struktur dapat dikatakan baik.Untuk mengetahui jarak dilatasi yang diperlukan dihitung berdasarkan nilai perpindahan maksimum yang terjadi pada struktur. Kata-kata kunci : kinerja, dilatasi, pushover
RESPON DINAMIS STRUKTUR PADA PORTAL TERBUKA, PORTAL DENGAN BRESING “V” DAN PORTAL DENGAN BRESING DIAGONAL Fajar Nugroho
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 20, No 1 (2018): Volume 20 No. 1 Februari 2018
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan gedung yang terletak di daerah rawan gempa khususnya di Sumatera Barat sebaiknya didesain lebih kaku agar dapat menahan gaya lateral yang disebabkan oleh gempa. Salah satu cara yang dilakukan agar struktur menjadi lebih kaku adalah dengan memberikan bresing pada portal. Dalam penelitian ini akan dianalisis perbandingan respon dinamis struktur antara portal terbuka, portal dengan bresing “V”, dan portal dengan bresing diagonal, diantaranya adalah nilai perpindahan (displacement), simpangan antar lantai (drift) dan gaya-gaya dalam pada  bangunan gedung beton bertulang. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada bangunan gedung beton bertulang 4 lantai, dapat disimpulkan bahwa dengan adanya penambahan bresing pada struktur portal dapat mengurangi nilai displacement. Simpangan antar lantai yang terjadi masih memenuhi batas yang diisyaratkan. Nilai gaya geser yang terjadi dapat dikurangi dengan menambah bresing pada struktur portal. Kata-kata kunci: Respon dinamis, bresing, gedung beton bertulang
EVALUASI KINERJA BANGUNAN RENCANA GEDUNG HOTEL A.N.S DENGAN DILATASI (MODEL B2) DI DAERAH RAWAN GEMPA Fajar Nugroho
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 17, No 2 (2015): Volume 17 No. 2 Tahun 2015
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1205.395 KB)

Abstract

Bentuk denah bangunan yang baik pada daerah rawan gempa adalah yang berbentuk beraturan.Apabila bentuk denah bangunan tidak beraturan, maka bagian yang menonjol konstruksinya sebaiknya dipisahkan dari bangunan utama atau dengan memberikan dilatasi pada bangunan tersebut.Secara keseluruhan pada penelitian ini akan ditinjau kinerja bangunan rencana gedung hotel ANS yang telah didesain dengan layout menyerupai L tanpa dilatasi dan melakukan evaluasi jika bangunan tersebut didesain dengan memberikan dilatasi. Pada tahap pertama penelitian ini akan ditinjau kinerja bangunan rencana gedung hotel ANS dengan memberikan dilatasi (model B2). Hal yang akan dievaluasi adalah perpindahan ultimit pada struktur gedung dan membatasi kinerja struktur gedung dalam kondisi Life Safety (LS). Analisis struktur portal tiga dimensi yang dilakukan adalah analisis gempa dinamis respon spektrum dengan wilayah gempa berdasarkan peta hazard gempa Indonesia 2010 dengan level periode ulang gempa 2% dalam 50 tahun dan analisis pushover untuk mengetahui gaya maksimum serta deformasi yang bertujuan untuk mengetahui taraf kinerja gedung berdasarkan perpindahan ultimit yang terjadi. Perpindahan ultimit dihitung berdasarkan SNI-1726- 2002 dan FEMA 356.Dari hasil penelitian pada model B2 diperoleh kinerja struktur tidakmelewati kondisi Life Safety sehingga kinerja struktur dapat dikatakan baik.Untuk mengetahui jarak dilatasi yang diperlukan dihitung berdasarkan nilai perpindahan maksimum yang terjadi pada struktur.