Jurnal Momentum
Vol 18, No 1 (2016): Volume 18 No. 1 Februari 2016

EVALUASI KINERJA BANGUNAN GEDUNG BERDASARKAN SNI-1726-2002 DAN FEMA 356DI DAERAH RAWAN GEMPA

Fajar Nugroho (Institut Teknologi Padang)



Article Info

Publish Date
28 Feb 2016

Abstract

Bentuk denah bangunan yang baik pada daerah rawan gempa adalah yang berbentuk beraturan.Apabila bentuk denah bangunan tidak beraturan, maka bagian yang menonjol konstruksinya sebaiknya dipisahkan dari bangunan utama atau dengan memberikan dilatasi pada bangunan tersebut.Secara keseluruhan pada penelitian ini akan ditinjau kinerja bangunan rencana gedung hotel ANS yang telah didesain dengan layout menyerupai L tanpa dilatasi dan melakukan evaluasi jika bangunan tersebut didesain dengan memberikan dilatasi. Pada tahap keduapenelitian ini akan ditinjau kinerja bangunan rencana gedung hotel ANS dengan memberikan dilatasi (model B3). Hal yang akan dievaluasi adalah perpindahan ultimit pada struktur gedung dan membatasi kinerja struktur gedung dalam kondisi Life Safety (LS). Analisis struktur portal tiga dimensi yang dilakukan adalah analisis gempa dinamis respon spektrum dengan wilayah gempa berdasarkan peta hazard gempa Indonesia 2010 dengan level periode ulang gempa 2% dalam 50 tahun dan analisis pushover untuk mengetahui gaya maksimum serta deformasi yang bertujuan untuk mengetahui taraf kinerja gedung berdasarkan perpindahan ultimit yang terjadi. Perpindahan ultimit dihitung berdasarkan SNI-1726-2002 dan FEMA 356.Dari hasil penelitian pada model B3 diperoleh kinerja struktur tidakmelewati kondisi Life Safety sehingga kinerja struktur dapat dikatakan baik.Untuk mengetahui jarak dilatasi yang diperlukan dihitung berdasarkan nilai perpindahan maksimum yang terjadi pada struktur. Kata-kata kunci : kinerja, dilatasi, pushover

Copyrights © 0000