Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE INDIVIDUAL AND COLLECTIVE TRANSFORMATION: AUROBINDIAN PARADIGM OF CULTURE OF CHANGE Delacruz, El Mithra M.
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 22 No. 2 (2006)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.681 KB) | DOI: 10.26593/mel.v22i2.1001.601-623

Abstract

Artikel ini bertolak dari suatu keyakinan bahwa kendati kebudayaan sebagai suatu keseluruhan yang kompleks berkecenderungan mengontrol, ia juga memberikan peluang dan jalan bagi pembentukan karakter dan bagi proses spiritualisasi penciptaan dalam evolusi. Pertumbuhan dan perkembangan suatu bangsa bergantung pada orientasi dasar dan kebiasaan yang telah tertanam lama dalam kebudayaan. Namun di sisi lain, terutama mengacu pada pemikiran Sri Aurobindo, itu juga bergantung pada pencarian dan pencerahan spiritual dalam dunia batin individu . Maka artikel ini mengajukanpentingnya keseimbangan antara dunia luar dan dunia dalam, dunia interaksi sosial dan dunia individu. Yang menjadi fokus dalam artikel ini lantas : apakah kebudayaan memang memungkinkan transformasi individual dan sekaligus transformasi masyarakat?
THE INDIVIDUAL AND COLLECTIVE TRANSFORMATION: AUROBINDIAN PARADIGM OF CULTURE OF CHANGE Delacruz, El Mithra M.
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 22 No. 2 (2006)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/mel.v22i2.1001.601-623

Abstract

Artikel ini bertolak dari suatu keyakinan bahwa kendati kebudayaan sebagai suatu keseluruhan yang kompleks berkecenderungan mengontrol, ia juga memberikan peluang dan jalan bagi pembentukan karakter dan bagi proses spiritualisasi penciptaan dalam evolusi. Pertumbuhan dan perkembangan suatu bangsa bergantung pada orientasi dasar dan kebiasaan yang telah tertanam lama dalam kebudayaan. Namun di sisi lain, terutama mengacu pada pemikiran Sri Aurobindo, itu juga bergantung pada pencarian dan pencerahan spiritual dalam dunia batin individu . Maka artikel ini mengajukanpentingnya keseimbangan antara dunia luar dan dunia dalam, dunia interaksi sosial dan dunia individu. Yang menjadi fokus dalam artikel ini lantas : apakah kebudayaan memang memungkinkan transformasi individual dan sekaligus transformasi masyarakat?