Kumulus Krestiwi
Universitas Negeri Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Menumbuhkan Metakognisi dan Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa di Kelas VIII MTsN Jakarta Kumulus Krestiwi
UNION: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.977 KB) | DOI: 10.30738/.v5i3.1242

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya nilai Ujian Nasional matematika siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Jakarta jika dibandingkan dengan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri Jakarta. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah dan gender terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis dan metakognisi siswa. Penelitian dilakukan di MTs Negeri 5 Jakarta kelas VIII. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian metode eksperimen semu (quasi experiment). Data diperoleh melalui pretes dan postes kemampuan berpikir kreatif matematis serta instrumen non tes metakognisi. Tes analisis varian dua jalur (Anava 2 jalur) dilakukan untuk mengetahui adanya interaksi pada N-gain kemampuan berpikir kreatif matematis dan skor metakognisi. Pengujian hipotesis dilakukan pada α= 0.5 melalui program SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang diajar menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) lebih tinggi dibandingkan siswa yang diajar menggunakan model konvensional (2) tidak ada pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan gender terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa  (3) kemampuan berpikir kreatif matematis siswa laki-laki yang diajar menggunakan model PBM lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki yang diajar menggunakan model konvensional (4) kemampuan berpikir kreatif matematis siswa perempuan yang diajar menggunakan model PBM lebih tinggi dibandingkan siswa perempuan yang diajar menggunakan model konvensional (5) kemampuan metakognisi siswa yang diajar menggunakan model PBM lebih tinggi dibandingkan siswa yang diajar menggunakan model konvensional (6) tidak ada pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan gender terhadap kemampuan metakognisi siswa (7) kemampuan metakognisi siswa laki-laki yang diajar menggunakan model PBM lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki yang diajar menggunakan model konvensional (8) kemampuan metakognisi siswa perempuan yang diajar menggunakan model PBM lebih tinggi dibandingkan siswa perempuan yang diajar menggunakan model konvensional.