Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Musamus Journal of Mathematics Education

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pada Materi Statistika Dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Abdul Rachman Taufik
Musamus Journal of Mathematics Education Vol 2 No 1 (2019): Musamus Journal of Mathematics Education
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjme.v2i1.2021

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan perangkat model pengajaran berbasis masalah. Produk yang dikembangkan peneliti diharapkan dapat digunakan sebagai bahan ajar pada materi statistika. Sampel yang digunakan dipenelitian ini adalah kelas XI yang dilaksanakan di sekolah menengah atas. Metode peneliti dalam mengumpulkan data berupa lembar validasi, observasi, angket dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan yaitu RPP, LKPD dan THB masuk dalam kategori valid, praktis, dan efektif sehingga layak untuk digunakan dalam pembelajaran matematika; Peserta didik yang ikut dalam pengajaran berbasis masalah memiliki kemampuan lebih baik daripada yang ikut pengajaran konvensional.
Miskonsepsi Siswa Kelas XI SMA Berdasarkan Taksonomi Solo Pada Materi Transformasi Geometri Sadrack Luden Pagiling; Yunita Layuk; Abdul Rachman Taufik
Musamus Journal of Mathematics Education Vol 3 No 1 (2020): Musamus Journal of Mathematics Education
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjme.v3i1.3152

Abstract

Abstrak: Miskonsepsi atau pemahaman yang tidak akurat tentang suatu konsep masih sering dilakukan siswa termasuk pada transformasi geometri. Karena itu, tujuan dari penelitian untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk miskonsepsi dan penyebab berdasarkan taksonomi SOLO dalam menyelesaikan soal transformasi geometri. Peneliti menggunkan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA yang terdiri dari 4 subjek yang melakukan miskonsepsi berdasarkan taksonomi SOLO. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes dan wawancara. Teknik analisis data terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Untuk melihat keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa SMA melakukan lima bentuk miskonsepsi berdasarkan taksonomi SOLO dalam menyelesaikan soal transformasi geometri: (1) bentuk miskonsepsi yang dilakukan siswa pada level prastruktural adalah miskonsepsi terjemahan, miskonsepsi sistematik, dan miskonsepsi strategi; (2) bentuk miskonsepsi yang dilakukan siswa pada level unistruktural adalah miskonsepsi strategi dan miskonsepsi sistematik; (3) bentuk miskonsepsi yang dilakukan siswa pada level multistruktural adalah miskonsepsi tanda dan miskonsepsi berhitung; (4) bentuk miskonsepsi yang dilakukan oleh siswa pada level relational adalah miskonsepsi sistematik, miskonsepsi berhitung, dan miskonsepsi tanda. Penyebab miskonsepsi yang dilakukan siswa yaitu pemahaman siswa yang rendah, siswa terburu-buru dalam menyelesaikan soal, siswa lupa rumus yang digunakan, siswa keliru dalam memasukan nilai ke dalam rumus, dan siswa tidak teliti dalam menghitung. Abstract: Misconceptions or inaccurate understanding of a concept are often carried out by students, including the material of geometric transformation. Thus, this study aims to describe the forms of misconceptions and causes of misconceptions by upper secondary school students based on SOLO taxonomy in solving geometry transformation problems. Researchers used a qualitative approach. This study was carried out in class XI of YPK Merauke High School. Four students who made misconceptions became participants chosen based on SOLO taxonomy. Data were collected using tests and interviews. The validity of the data used triangulation techniques, while data analysis techniques consist of reduction, data presentation, and verification. The results showed that upper secondary school students performed five forms of misconception based on SOLO taxonomy in solving geometry transformation problems. (1) The forms of misconceptions conducted by students at the structural level are translation misconceptions, systematic misconceptions, and strategy misconceptions. (2) The form of misconception done by students at unistructural level is strategy misconception and systematic misconception. (3) The form of misconception done by students at the multistructural level is the computation misconception and sign misconception. (4) The forms of misconceptions carried out by students at the relational level are systematic misconceptions, computation misconceptions, and sign misconceptions. The causes of students' misconceptions are low student understanding, students hurry in solving problems, students forget the formulas used, students make errors when enter values ​​into formulas and students are not careful in calculating.
Pengembangan LKS Berbasis Model Discovery Learning dan Kemampuan Berpikir Kritis Matematika Abdul Rachman Taufik; Ninik Rahayuningsari; Oswaldus Dadi
Musamus Journal of Mathematics Education Vol 3 No 1 (2020): Musamus Journal of Mathematics Education
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjme.v3i1.3459

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk berupa Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis model discovery learning dan kemampuan berpikir kritis matematika siswa kelas XI SMA. Pengembangan penelitian ini menggunakan model 4-D dari Thiagarajan yang terdiri dari empat tahap pengembangan yakni define (pendefinisian), design (desain), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Akan tetapi untuk penelitian ini hanya mengembangkan produk sampai pada tahapan develop (pengembangan) dikarenakan adanya pandemi COVID-19. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI MA Al-Hikmah Merauke yang terdiri dari 12 siswa. Teknik analisis data yang digunakan ialah dengan mengelompokkan data bersumber pada kualifikasi produk, selanjutnya dilaksanakan perhitungan guna mendapatkan skor persentase, selanjutnya dikonversikan ke data kualitatif. Hasil dari penelitian ini ialah sebuah produk berupa Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis discovery learning dan kemampuan berpikir kritis. Setelah melalui tahapan validasi produk LKS memperoleh skor persentase 75,8% dengan kategori valid. Hasil uji keterbacaan memperoleh skor penilaian 67,5% sehingga produk LKS dapat terbaca dengan baik dan jelas. Pada hasil uji kepraktisan guru memperoleh skor penilaian 82,67% dan kepraktisan siswa memperoleh skor persentase 84,17% sehingga produk LKS memenuhi kategori praktis. Produk LKS yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria valid dan praktis dengan ini produk yang dikembangkan sudah dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas. Abstract: This research aims is to develop a product in the form of Student Worksheets (LKS) based on discovery learning model and the critical thinking skills of students of class XI SMA. The research development uses the 4-D model from Thiagarajan which consists of four stages of development, namely defining (defining), designing (designing), developing (developing), and disseminating (spreading). However, due to the COVID-19 pandemic, the product has only reached the development stage. This research was conducted in class XI MA Al-Hikmah Merauke which consisted of 12 students. The data analysis technique used was to classify the data sourced from the product qualifications, then the calculation is carried out in order to get a percentage score, then converted to qualitative data. This research yielded a product in the form of student worksheets based on discovery learning and critical thinking skills. After going through the validation stage, the LKS product obtained a proportion score of 75.8% in the valid category. Based on the practicality test results, the teacher received 82.67 % and the students received 84.17%, indicating that the LKS product met the practical category. The developed worksheets have met both valid and practical criteria, thus the developed products can be used in classroom learning.