Oki Cahyo Nugroho
Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Budaya Populer Dalam Pertunjukkan Reyog Obyogan Oki Cahyo Nugroho; Hadi Purwanir
ARISTO Vol 5, No 1 (2017): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1566.2 KB) | DOI: 10.24269/ars.v5i1.400

Abstract

Pop culture is often associated with a community environment with certain characteristics such as beliefs, rituals, performances, form shows, lifestyle patterns, symbols, language, dress, music, dance, and various models form of human expression, intellectual, and how to communicate in a order a certain time.In Reyog Obyogan performances, pop culture can we find is the traditional musical accompaniment or wasps that incorporate elements of today's popular such as dangdut songs. Not only that, the dancers jathil freely change and adjust according to the demand of the audience or trends that are favored in society. Seeing this paradigm and development, the focus in this research is to look further and in-depth how a popular culture trending affect community shape in a staging performances Reyog Ponorogo in Obyogan form.It also affects the patterns of communication, the message and meaning contained within the show itself. Result of this study showed several behaviors in Reyog Obyogan performances influences to a popular culture that were hits in the present like a concept similar to the dance Edreg Jaipong. Saweran also started a lot in the form of performances Reyog. Song or “Gending” in reyog also changing from songs like 'walang kekek” being “oplosan”' or 'kanggo riko' which is present in vogue in society. The costumes also changed with the entry of sensual especially against Jathil dancers are semi-transparent clothing similar to the Kebaya and colorful. The conclusion of this study prove that folk art as a tradisional performance  be affected things that are popular in the community at large at the time.
SURVIVALITAS JATHIL LANANG DESA BEDINGIN MELALUI MEDIA FILM DOKUMENTER "FORMAT LAMA" Ilham Taufiqi; Oki Cahyo Nugroho
Jurnal Nawala Visual Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Nawala Visual Mei 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/nawalavisual.v5i1.507

Abstract

Film merupakan media hiburan tetapi juga memuat nilai-nilai edukatif (pendidikan), kontrol sosial, dan lain sebagainya. Seorang produser film mampu menyampaikan sebuah pesan yang ingin disampaikan kepada khalayak luas. Film dokumenter mendokumentasikan suatu kenyataan atau tidak ada cerita fiktif yang dibuat-buat. Format Lama merupakan film dokumenter pendek yang menceritakan tentang Sejarah, Stigma, dan Eksistensi Jathil Lanang di Desa Bedingin. Jathil Lanang merupakan komponen satu kesatuan dari kesenian tari Reyog. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, “Bagaimana masyarakat desa Bedingin menggambarkan survivalitas Jathil Lanang yang diperlihatkan melalui film “Format Lama”. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan eksistensi Jathil Lanang di desa Bedingin melalui scene yang ada pada film Format Lama. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif, karena objek yang diteliti sangat berhubungan dengan komunikasi. Hasil temuan menunjukkan memperlihatkan bahwa dalam upaya menjaga Eksistensi Jathil Lanang di Desa Bedingin dengan berbagai cara yaitu, Regenerasi, Latihan Rutin, Membuat Event, Mengikuti Event. sehingga dengan adanya upaya ini pihak desa Bedingin bisa terus menjaga Eksistensi Jathil Lanang.
Analisis Bahasa Jurnalistik pada Penulisan Naskah Siaran Radio Warta Pagi RRI Madiun Bintang Vivi Yulia Wati; Oki Cahyo Nugroho
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.v11i1.23439

Abstract

Radio RRI Madiun is a government-owned public broadcasting agency whose function is to present actual, precise, and reliable information. Radio is one of the mass media that is experiencing rapid technological advances. The purpose of this study is to analyze the journalistic language used to write news broadcast scripts. In this study, the authors used data collection techniques such as the stages of observation, interviews, and documentation. The research location is at LPP RRI Madiun City. In radio news media, writers and broadcasters have a strong collaboration to produce news that is accurate and can be well-received by the public. The use of language in accordance with journalistic rules is the most important aspect of writing news scripts that will be broadcast by radio institutions. The results showed that the news script already contained the rules of journalistic language, but there were some sentence points that used a foreign language or did not use language in everyday life so the cloud community still understood a little of what was conveyed by the broadcaster. Radio RRI Madiun adalah badan penyiaran publik milik pemerintah yang fungsinya menyajikan informasi secara aktual, tepat dan terpercaya. Radio menjadi salah satu media massa yang mengalami kemajuan teknologi yang sangat pesat. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis bahasa jurnalistik yang digunakan untuk menulis naskah siaran berita. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data seperti tahapan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian berada di LPP RRI Kota Madiun. Dalam media pemberitaan radio penulis dan penyiar memiliki kerjasama yang kuat untuk menghasilkan suatu berita yang akurat dan bisa diterima baik oleh masyarakat umum. Penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah jurnalistik menjadi aspek paling utama dalam menulis naskah berita yang akan disiarkan oleh pihak lembaga radio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam naskah berita sudah mengandung kaidah bahasa jurnalistik, namun ada beberapa poin kalimat yang menggunakan bahasa asing atau tidak menggunakan bahasa dalam kehidupan sehari-hari sehingga masyarakat awan masih sedikit mengerti yang disampaikan oleh penyiar.