This Author published in this journals
All Journal ARISTO
Eli Purwati
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERAN MEDIA DALAM MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL (Studi Fenomenologi pada Masyarakat Kabupaten Ponorogo dalam Program Acara Dangdut Ponoragan di Radio Duta Nusantara) Eli Purwati
ARISTO Vol 1, No 2 (2013): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.091 KB) | DOI: 10.24269/ars.v1i2.26

Abstract

Suatu informasi dapat menimbulkan sistem sosial dalam kehidupan masyarakat ataupun suatu bangsa. Informasi pula yang mejadi unsur dinamis dalam masyarakat baik di lingkup nasional maupun internasional. Radio merupakan suatu alat komunikasi yang proses penyampaian pesan atau informasi yang disiarkan tanpa melalui proses proses yang rumit.Radio dapat menyampikan suatu informasi kepada khalayak secara langsung dan lebih efektif. Begitu suatu pesan di ucapkan oleh seorang penyiar atau operator, pada saat itu juga dapat diperoleh dan di terima oleh khalayak secara langsung, bagaimana pun jauhnya sasaran yang dituju radio dapat menjangkaunya. Hal itulah yang menjadi daya tarik suatu radio yang mana merupakan suatu media yang tepat dalam penyampaian suatu infomasi atau pesan. Dalam hal ini masyarakat kabupaten Ponorogo yang mayoritas penduduknya adalah penggemar Radio yang mampu merespon program-program acara yang telah di rancang. Mulai dari berbagaiinformasi, hiburan dan pendidikan. Melihat dan mengamati beberapa Radio swasta yang ada di Kabupaten Ponorogo belum ada yang mengemas dan mengenalkan Budaya ponorogo kepada masyarakat, maka tim kreatif Radio Duta usantara ingin menciptakan program acara yang mengedepankan sentuhan budaya Reog Ponorogo, dengan memberikan nama program acara tersebut adalah DANGDUT PONORAGAN , yang tak lepas dari slogan yang dibuatnya. Dari latar belakang yang telah di uraikan tersebut penulis ingin meneliti bagaimana perubahan prilaku masyarakat di di Kabupaten Ponorogo terhadap program acara DANGDUT PONORAGAN yang mana program acara tersebut merupakan program unggulan radio Duta Nusantara yang di siarkan setiap hari pada jam 14.00-16.00 Wib. Sedangkan metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Dan untuk informan nya adalah dari pihak radio dan pendengar program acara dangdut ponoragan. Maka dari itu dapat di simpulkan Melalui program acara dangdut Ponoragan maka Media local yaitu Duta Nusantara dapat melestarikan budaya Lokal, dan dapat melestarikan Identitas warok dengan menggunakan bahasa dialeg Ponorogoan atau bahasa Warok yang identik bernada Tinggi, dan kental dengan bahasa jawa nya. Selain itu juga materi yang dibawakan saat acara berlangsung juga terkait kesenian reog,. Sapaan pendengar dan penyiar juga sangat khas dengan nama-nama jawa misalnya saja laki-laki di sebut Kang Suro sedangkan perempuan disebut Mbok Suro, atau bias juga Thole dan Genduk. Sehingga acara Dangdut Ponoragan ini adalah acara untuk Melestarikan Bahasa daerah karakteristik warok Ponorogo Menumbuhkan rasa cinta kesenian reog Ponorogo mulai anakanak., Mengembangkan music trasional yang merangsang munculnya lagu-lagu ala Ponorogoan, dengan karakteristik musik yang khas Menjadi acara radio yang has,memberikan tempat dan ruang bagi pelaku seni di daerah untuk terus berkarya Tempat untuk berbincang soal kesenian tradisional reog Ponorogo
STUDI SEMIOTIK SIKAP HUMANIS-RELIGIUS DALAM TRAILER FILM SANG MURABBI Eli Purwati
ARISTO Vol 2, No 2 (2014): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.691 KB) | DOI: 10.24269/ars.v2i2.21

Abstract

Film Indonesia sekarang ini adalah kelanjutan dari tradisi tontonan rakyat sejak masa tradisional, dan masa penjajahan sampai masa kemerdekaan. Untuk meningkatkan apresiasi penonton film Indonesia adalah dengan menyempurnakan permainan trik- trik serealistis dan sehalus mungkin, seni akting yang lebih nyata, pembenahan struktur cerita, pembenahan setting budaya yang lebih dapat dipertanggung jawabkan, penyuguhan gambar yang lebih estetis dan sebagainya. Dalam perkembangannya film tidak hanya dijadikan sebagai media hiburan semata tetapi juga digunakan sebagai alat propaganda, terutama menyangkut tujuan sosial atau nasional. Dari pemaparan di atasa maka peneliti mengambl judul :Bagaimanakah peran sikap humanis-religius ustadz direpresentasikan dalam trailer film Sang Murabbi? Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis semiotika. Semiotika melihat teks media sebagai sebuah struktur secara keseluruhan. Objek dalam penelitian ini adalah trailer film Sang Murabbi yang dirilis pada tahun 2008, dan disutradarai oleh Zul Ardhia. Film ini menceritakan kehidupan Almarhum KH Rahmat Abdullah (1953-2005), seorang ustadz yang berasal dari Betawi atau Jakarta. Sedangkan pemeran dalam film ini antara lain: Sutan Reinaldy, Astri Ivo, Aty Cancer, Neno Warisman, Jerrio Jeffry, Benny Riswandi, dan David Chalik. Dapat disimpulkan bahwa Representasi sikap humanis-religius ustadz dalam film ini tampak dari kesederhanaan serta keseharian dari Ustadz Rahmat. Misalnya ketika beliau kesulitan uang, atau ketika beliau tetap melakukan kegiatan domestic seperti menyapu halaman rumahnya. Dan Sikap kemanusiaan dari Ustadz Rahmat tertera dalam adegan kepedulian membantu umat serta memikirkan umat, baik dengan materi, rohani, maupun pendidikan.
PEMAHAMAN MAHASISWA MENGENAI IDENTITAS DAN PRIVASI DALAM MENGGUNAKAN FACEBOOK (Studi Fenomologi Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNMUH Ponorogo) Eli Purwati
ARISTO Vol 1, No 1 (2013): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.036 KB) | DOI: 10.24269/ars.v1i1.262

Abstract

ABSTRAK
OPINI PUBLIK TERHADAP PERAN MEDIA DALAM MELESTARIKAN BUDAYA (Studi pada Program Acara Budaya di Radio Gema Surya Dan Radio Duta Nusantara Ponorogo) Eli Purwati
ARISTO Vol 3, No 1 (2015): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.899 KB) | DOI: 10.24269/ars.v3i1.10

Abstract

Radio siaran diberi julukanThe Fifth Estate disebabkan daya kekuatan nya dalam mempengaruhi masa khalayak. Ini disebabkan beberapa factor, yakni: Daya langsung adalahuntuk mencapai sasarannya pendengar, isi program yang akan disampaikan tidaklahmengalami proses yang komplek. Daya tembus factor lain yang menyebabkan radio dianggapmemiliki kekuatan kelima ialah daya tembus radio siaran, dalam arti kata tidak mengenaljarak dan rintangan.Radio Gema Surya dan Radio Duta Nusantara merupakan radio yangsudah terdaftar di PRSSNI (Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesai) memilikitanggung jawab yang besar terhadap masyarakat dengan program yang disajikan. Opinipendengar merupakan kekuatan pada diri pendengar untuk memberikan perhatian pada suatuobjek dan suatu aktifitas yang di munculkan dalam siaran (Dan Nimmo, 1998: 12). Dan yangmenjadi pengaruh cukup besar terhadap opini pendengar pada siaran radio adalah kesukaanpendengar.Dari pemaparan diatas maka peneliti mengambil judul OPINI PUBLIKTERHADAP PERAN MEDIA DALAM MELESTARIKAN BUDAYA (Studi Pada ProgramAcara Budaya di Radio Gema Surya Dan Radio Duta Nusantara Ponorogo) denganmenggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Menggunakan rumus nya Yamane dalammenggali Data. Opini pendengar merupakan kekuatan pada diri pendengar untuk memberikan perhatian pada suatu objek dan suatu aktifitas yang di munculkan dalam siaran (Dan Nimmo, 1998: 12). Dan yang menjadi pengaruh cukup besar terhadap opini pendengar pada siaran radio adalah kesukaan pendengar. Kesukaan dapat berupa dari kepercayaan, perasaan maupun tindakan terhadap program acara Budaya.