Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Keterampilan Mengelola Kelas dan Implementasinya dalam Proses Pembelajaran Sukatin Sukatin; Rezqi Dwi Alamsia; Anisa Angraeni; Nana Fathonah; Sadratul Hikmah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.384 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5307

Abstract

Keragaman latar belakang siswa dan kemampuan belajarnya menjadi fokus dalam mengelola kelas. Ketika pembelajaran dimulai peserta didik sering menunjukkan sikap penolakan berarti siswa kurang bisa merespon pembelajaran yang dilakukan oleh guru ketika siswa menunjukkan sikap menerima berarti secara emosional ada kesediaan untuk menerima pembelajaran yang dilakukan oleh guru kenyataan seperti ini diperlukan kemampuan mengelola kelas dengan baik agar tercipta kondisi belajar yang kreatif, aktif, menyenangkan, gembira dan berbobot. Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata; pengelolaan dan kelas. Pengelolaan diambil dari akar kata “kelola” yang diberi awalam “pe” dan akhiran “an” berati pengelolaan adalah pengaturan dan penataan kegiatan. Kelas adalah tempat untuk memperoleh transformasi ilmu pengetahuan bagi siswa yang berlangsung secara kondusif, dialogis, dan menyenangkan.
Pendidikan jiwa kepemimpinan di sekolah Sukatin Sukatin; Cindy Oktafia; Riza Purnama Sari; Aas Ariska; Siti Dwi Yusniar
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 7 (2022): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v1i7.403

Abstract

Sikap setiap orang sama dalam perkembangannya, tetapi berbeda dalam pembentukannya. Pada dasarnya, pembentukan sikap tidak terjadi dengan sembarangan. Pembentukannya senantiasa berlangsung dalam interaksi manusia dan berkenaan dengan objek tertentu. Interaksi sosial di dalam kelompok maupun di luar kelompok bisa mengubah sikap atau membentuk sikap yang baru. Kualitas kepemimpinan tentu saja tidak datang begitu saja. Ia harus dibangun melalui proses yang panjang Pengembangan sikap kepemimpinan idealnya dilakukan sejak dini. Yakni sejak masa anak-anak. Dan di sinilah peran Ustadzah dan orang tua. Peran Ustadzah ketika berada di suatu lembaga, lembaga formal maupun non formal. Sedangkan peran orang tua ketika berada di rumah. Pemimpin merupakan hal yang esensial dalam tatanan hidup. Baik dalam lingkup terkecil (diri sendiri) hingga lingkup besar (negara). Pemimpin ibarat sebuah kepala yang menjadi organ vital dari seluruh anggota tubuh. Sebuah perkataan yang sering diungkapkan “Akal sehat ada pada tubuh yang sehat” artinya apabila akal terganggu, maka semua aktivitas anggota tubuh yang lain akan terganggu. Itulah posisi pemimpin ibarat organ vital (kepala) di tubuh manusia.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN PEMBENTUKAN AKHLAK SISWA Sukatin Sukatin; Pahmi Pahmi; Paridatul Hasanah; Resty Nurhalimah; M.Rizki Destrian Ramadhan; Sudirman Sudirman
Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa Vol. 1 No. 4 (2022): November : Inspirasi Dunia : Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/insdun.v1i4.468

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendidikan agama Islam berpengaruh terhadap pembentukan akhlak siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang sifanya library research. Metode analisis data yang digunakan adalah Metode analisis deskriptif yang dilakukan lewat proses menjelaskan dan menggambarkan pengaruh pendidikan agama islam dalam pembentukan akhlak siswa secara jelas, objektif dan kritis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendidikan agama islam berpengaruh pada pembentukan akhlak para siswa. Hal ini didasari bahwa pendidikan agama islam berfungsi untuk Menyediakan dan mengakomodasi pendidikan tentang akidah dan akhlak adalah hal fundamental yang utama dalam pembentukan akhlakul karimah atau akhlak yang baik. Pengaruh pendidikan agama islam dalam pembentukan akhlak siswa dilihat materi yang disampaikan berupa keagamaan yang diperoleh dari akidah, hukum dalam ibadah yang dilakukan sehari-hari diperoleh dari fiqih, pedoman dalam berperilaku diperoleh dari pendidikan akhlak, keteladanan hidup diperoleh dari sejarah umat terdahulu dan pedoman hidup diperoleh dari Al-Qur’an sebagai kitab suci umat islam dan As-sunnah serta lewat keteladanan yang dicontohkan dari guru dalam kehidupan sehari-hari.
Urgensi Pendidikan Karakter Bagi Remaja di Era Digital Sukatin Sukatin; Alfin Ma’ruf; Delima Mardani Putri; Dian Giawi Karomah; Imraatun Hania
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 9 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2012.528 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i9.205

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan urgensi pendidikan karakter bagi remaja di era digital dimana pendidikan karakter adalah adalah usaha yang disengaja untuk mengembangkan karakter yang baik berdasarkan nilai-nilai inti yang baik untuk individu dan baik untuk masyarakat, Pendidikan karakter dapat dimanfaatkan sebagai strategi untuk membentuk identitas yang solid pada setiap individu. Dewasa ini pada era digital, dimana tidak hanya dampak positif yang dihasilkan oleh digital, tidak menutup kemungkinan era digital berdampak negatif bagi pembentukan karakter anak-anak. Untuk itu peran orang tua dan guru sebagai pendidik disini sangat dibutuhkan untuk membimbing dan memantau apa yang digunakan oleh anak pada media digitalnya, agar tidak terjadi salah kaprah dalam menggunakan media digital namun dapat memanfaatkan media digital untuk kehidupanya dan dirinya sendiri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, sedang pengumpulan data dihimpun melalui studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini mengungkapkan di zaman serba digital peran orang tua, guru, serta masyarakat disekitar sangatlah diperlukan guna meningkatkan karakter remaja sebagai calon penerus bangsa yang jujur, bertanggung jawab, peduli dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi.