This Author published in this journals
All Journal ARISTO
Ekapti Wahjuni
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOLIDARITAS KAUM LAKI-LAKI SEBAGAI PEDAGANG SAYUR KELILING ATAU BAKUL ETHEK DI PASAR SONGGO LANGIT PONOROGO Ekapti Wahjuni
ARISTO Vol 2, No 2 (2014): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.479 KB) | DOI: 10.24269/ars.v2i2.15

Abstract

Kota Ponorogo merupakan kota yang penduduknya sangat heterogen, hal ini menimbulkan keragaman dalam pekerjaan. Salah satu pekerjaan yang begitu marak yaitu pedagang sayur keliling yang lokasi penjualan pedagang sayur keliling menyebar, hampir di seluruh kota Ponorogo sampai ke pedesaan. Masyarakat Ponorogo dalam menyebutkan pedagang sayur keliling dengan istilah Bakul ethek. Dapat disimpulkan bahwa masalah solidaritas Mekanik dalam hal Moral yang berhubungan dengan peraturan transaksi perdagangan jual beli itu ada ,tetapi tidak tertulis,namun tetap ditaati dan dilaksanakan, ini menimbulkan rasa kepercayaan pada setiap individu untuk selalu bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan dari apa yang sudah menjadi kesepatan bersama. Kebersamaan terjalin baik ini dapat menciptakan rasa manusiawi bersikap peduli terhadap persoalan sesama teman, yang akhirnya terwujudnya rasa kesetikawanan yang kuat diantara kaum laki-laki sebagai pedagang sayur keliling dan terciptanya visi dan misi, tujuan yang sama, sehingga dapat menghindari rasa kecurigaan dan konflik aantar pedagang sayur keliling. Adapun solidaritas Organik bahwa adanya saling ketergantungan dalam ikatan kerja yang diatur dengan perbedaan kemampuan individu dari kaum laki-laki pedagang sayur keliling untuk menentukan tingkat nkepentingan kegiatannya dalam berdagang, hal ini terjadi karena heterogenitas jenis barang dagangan yang dijual oleh pedagang sayur keliling , sehingga bisa bersifat otonom.
HEGEMONI PEMERINTAH DAERAH DALAM PENYELENGGARAAN GREBEG SURO MASYARAKAT PONOROGO Ekapti Wahjuni
ARISTO Vol 3, No 2 (2015): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.53 KB) | DOI: 10.24269/ars.v3i2.5

Abstract

Perayaan Grebeg Suro merupakan sebuah agenda rutin tahunan yangdiselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo dan mendapatkan perhatianserta dinantikan oleh masyarakat Ponorogo yang berdomisili di kota Ponorogo maupun dikota lain, termasuk para turis dari manca negara. Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogomerespon dengan baik dengan menyusun berbagai agenda kegiatan untuk mewarnaikemeriahan Perayaan Grebeg Suro. Berbagai acara yang digelar dalam Perayaan GrebegSuro, mulai acara Malam Pembukaan Grebeg Suro, Festival Reyog Nasional, Kirab Pusaka,Malam Penutupan Grebeg Suro, Larung Risallah Doa, dan berbagai acara lainnya yangmampu menarik penonton atau pengunjung yang sangat besar. Pusat Keramaian berada diAloon-Aloon Ponorogo, mulai dari sebelum pembukaan sampai dengan penutupan acaraPerayaaan Grebeg Suro, bahkan sampai beberapa hari setelah acara penutupan, tidakpernah sepi dari pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan HegemoniPemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Grebeg Suro Masyarakat Ponorogo.Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatoris, dengan menggunakan metodepengamatan secara langsung serta melakukan wawancara. Metode analisis data penelitiandengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dan dilakukan analisis data secara naratif.Penyelenggaraan perayaan Grebek Suro telah terhegemoni oleh Pemerintah Daerah, karena semua kegiatan peringatan 1 Muharram yang biasanya dilakukan oleh masyarakat secara sporadis, telah dilembagakan dengan aturan Pemerintah Daerah. Hal ini tidak menimbulkan konflik dengan masyarakat, karena masyarakat lebih bisa menerima agenda-agenda yang telah diprogramkan oleh pemerintah. Kegiatan Grebek Suro terbukti mampu memberikan dampak saling menguntungkan bagi pelaku bisnis besar (misalnya rumah makan dan hotel), pelaku bisnis menengah ke bawah, usaha ekonomi kecil yang berada di aloon-aloon Ponorogo dan sekitarnya. Disamping itu, pelaksanaan Perayaan Grebeg Suro dapat digunakan sebagai sarana mempromosikan produk dan hasil alam unggulan serta bidang pariwisata Kabupaten Ponorogo.