Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kecerdasan Emosional dan Perilaku Kewarganegaraan Organisasi pada Pegawai Badan Kepegawaian Daerah Sukma Nugraha
Jurnal Inovasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 1 No 1 (2019): Business Innovation & Entrepreneurship Journal (Mei)
Publisher : Entrepreneurship Faculty, Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.126 KB) | DOI: 10.35899/biej.v1i1.3

Abstract

Permasalahan yang ada di dalam organisasi akan mengahambat tujuan organisasi, maka organisasi perlu menciptakan strategi untuk meningkatkan perilaku kewargaan organisasi dengan upaya memperbaiki dan meningkatkan kecerdasan emosional dan perilaku kewarganegaraan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap perilaku kewarganegaraan organisasi. Objek yang menjadi unit analisis dalam penelitian ini adalah Badan Kepegawaian Daerah. Variabel dalam penelitian ini adalah kecerdasan emosional dan kepuasan kerja. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Metode yang digunakan adalah explanatory survey dengan teknik sampel yaitu sampel tidak jenuh dengan jumlah sampel 103 responden. Teknik analisa data yang digunakan adalah regresi berganda dengan alat bantu software komputer Statistical Product for Service Solutions (SPSS). Hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran kecerdasan emosional dalam kategori baik, gambaran kepuasan kerja dalam kategori tinggi.
ANALISIS YURIDIS PASAL 15 Jo PASAL 62 UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP TINDAK PIDANA TERKAIT DENGAN FINANCIAL TECNOLOGY Sukma Nugraha
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Juli 2020
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sukma Nugraha, Dr. Yuliati, S.H., LL.M, Dr. Abdul Madjid, S.H., M.Hum Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya Sukmanugraha52@gmail.com   Abstrak Financial Tecnology adalah perusahaan berbasis pada pinjam meminjaman uang yang dilakukan melalui media online. Untuk mendapatkan pinjaman tersebut, konsumen harus memenuhi persyaratan yang sangat mudah. Yaitu, memberikan informasi mengenai data diri sesuai ktp dan foto diri. Perusahaan Financial Tecnology melakukan tindak pidana terhadap konsumen dengan cara mendesak dan memaksa konsumen untuk membayar tepat pada waktunya. Jika tidak, perusahaan Financial Tecnology akan menyebarluaskan informasi pribadi konsumen dan disalah gunakan oleh perusahaan Financial Tecnology. Melihat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan konsumen, adanya hak-hak dan kewajiban serta ketentuan pidana yang harus di taati oleh perusahaan peminjam (Financial Tecnology) dan peminjam (Korban),  khususnya pasa 15 Jo Pasal 62. Penelitian ini merupakan penelitian normative menggunakan pendekatan perundang-undangan ( Statute approach). Hasil penelitian menunjukan bahwa Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen memberikan keadilan serta ketetapan pidana kepada perusahaan Financial Tecnology yang melakukan tindak pidana serta memberikan perlindungan terhadap peminjam ( konsumen).   Kata Kunci : Financial Technology, Tindak Pidana,Konsumen, Perlindungan Konsumen     Abstract Financial Technology is an online-based lending company. Applying to get loans from this company does not require lengthy process since information on personal data as shown in ID card and pass photo are all that the applicants need to get the loans. However, there is an issue in collecting debt, where such lending companies tend to forcibly demand the consumers to return the money on time, or the company will threaten to abuse the personal data of the clients. Law Number 8 of 1999, especially Article 15 in conjunction with Article 62, governs the regulation by which Financial Technology companies must abide. This is a normative research employing statute approach. The research result indicates that law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection provides justice and criminal sanction imposed on Financial Technology companies committing criminal offenses, and this law also guarantees protection for debtors.   Keywords: Financial Technology, consumer’s criminal offenses, consumer protection
The Role of Internet Technology in E-Commerce Sukma Nugraha; Dini Nuraeni
Journal Civics And Social Studies Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal Civicos Vol 5 No 2 Tahun 2021
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/journalcss.v5i2.154

Abstract

This research discusses the role of internet technology in e-commerce. This research used a causal research design on 58 respondents. The data collection technique used is simple linear regression with the SPSS 21 application. Technology plays a role in the development of e-commerce. This shows that customers will be satisfied if they use technology that offers good technology, low risk and the development of e-commerce. This research has benefits in developing applied theory that information technology plays an important role in e-commerce. For further research, it is hoped that we will examine dividend variables that are not included in this research model. This research has practical benefits for business actors using e-commerce to improve marketing performance by always paying attention to the role of information technology in e-commerce.