Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Budaya Perusahaan: Penerapan Good Corporare Governance Serta Implikasinya Terhadap Keberlanjutan Kinerja Bank Agus Supriyatna; Erwin Yulianto; Nizar Alam Hamdani; Galih Abdul Fatah Maulani
Jurnal Inovasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 1 No 1 (2019): Business Innovation & Entrepreneurship Journal (Mei)
Publisher : Entrepreneurship Faculty, Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.281 KB) | DOI: 10.35899/biej.v1i1.9

Abstract

Kinerja merupakan suatu proses manajemen yang dirancang untuk menghubungkan tujuan organisasi dengan tujuan individu sedemikian rupa, sehingga baik tujuan individu maupun tujuan korporasi dapat bertemu. Ukuran dari kinerja perusahaan sangatlah bermacam-macam dan berbeda-beda dari satu industri ke industri lainnya tergantung pada aktivitas pokok perusahaan seperti produksi, keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, jasa dan banyak lagi kegiatan usaha lainnya. Pada penelitian ini, jenis industri yang akan diteliti bergerak di bidang jasa perbankan. Kinerja keuangan adalah salah satu tolak ukur dalam menilai suatu bank dan kondisi keuangan yang bagus cenderung menarik perhatian investor. Dalam hubungannya dengan kinerja, laporan keuangan sering dijadikan dasar untuk penilaian kinerja bank karena dapat menunjukkan posisi keuangan dan juga indikator kinerja. Berdasarkan data kinerja dan rasio keuangan perbankan nasional pada tahun 2013 – 2017, dapat dilihat bahwa tren kinerja perbankan cenderung fluktuatif dari tahun ke tahun. Salah satu penyebab turunnya kinerja dan rasio keuangan adalah penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang kurang baik. Permasalahan mengenai kinerja perbankan selaras dengan data statistik GCG yang dikeluarkan oleh LPPI pada tahun 2018, dimana rata-rata peringkat GCG untuk Bank Umum Kategori Usaha (BUKU) 1 dan 2 berada di atas standar standar industri perbankan. Selama ini, penerapan GCG dilakukan pada tingkat corporate dan kurang optimalnya implementasi GCG yang dilakukan di tingkat unit bisnis maupun tingkat operasional / fungsional. Pemodelan dari kerangka penelitian dirancang dengan menggunakan model persamaan struktural atau Structural Equation Model (SEM) yang merupakan pendekatan terintegrasi antara Analisis Faktor, Model Struktural dan Path Analysis. Berdasarkan fenomena yang terjadi pada industri perbankan di Indonesia, maka kerangka pemikiran penelitian yang akan ditelaah adalah mengetahui gambaran keberlanjutan kinerja pada industri perbankan di Indonesia yang merupakan dampak dari penerapan GCG yang didukung oleh budaya perusahaan.
Pencugan Ibing Penca Topeng Pendul Kabupaten Karawang Dedi Rosala; Agus Supriyatna; Ace Iwan Suryawan
PANGGUNG Vol 28, No 1 (2018): Kontestasi Tradisi: Seni dalam Visualisasi Estetik, Naskah, dan Pertunjukan
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.373 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v28i1.411

Abstract

ABSTRACT The purpose of the article is to  understand pencugan ibing penca style in the Topeng Pendul group leaded by Syahrul in Karawang regency, West Java. The aim of this research is to reveal the richness  of dance styles in West Java, and as materials for pencak silat lessons, which are sourced from traditional arts,  and are only limited to ibing penca tepak dua and tepak tilu paleredan. The research method uses a qualitative, descriptive method, and valitades data with triangulation techniques. The research findings are: (1) a staging is performed in early scene of a drama containing a historical story; (2) patterns and motions of pencugan ibing penca cannot be separated from the influence of pencak silat styles in West Java; (3) a staging has some elements include time, places, plays, characters, music, song lyrics, and costumes; (4) the function of staging is for an entertainment, respects and pride of the perpetrators of ceremonies to their ancestors, and as the character’s amplifier of the main role in the play of a historical story.Keywords:  Pencugan ibing penca, pendul mask, pencak silat ABSTRAK Tujuan artikel ini adalah untuk memahami pencugan ibing penca pada kelompok kesenian Topeng Pendul pimpinan Syahrul di Kabupaten Karawang,  Jawa Barat. Alasan penting penelitian ini sebagai upaya pengayaan khasanah seni tari di Jawa Barat, dan sebagai bahan bagi pengembangan bahan ajar Pencak silat yang bersumber seni tradisional, yang selama ini terbatas pada ibing penca tepak dua dan tepak tilu paleredan. Metode penelitian yang digunakan, yaitu  penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, dan validasi data dengan cara triangulasi. Temuan penelitian dapat disampaikan sebagai berikut, (1) pementasan dilakukan pada awal adegan, babak lakon bermuatan roman sejarah; (2) pola dan ragam gerak  pencugan ibing penca tidak dapat lepas dari pengaruh jurus-jurus aliran pencak silat yang ada di Jawa Barat; (3) pementasan memiliki unsur waktu, tempat, lakon, seni peran, musik, syair lagu, dan rias busana; dan (4) fungsi pementasan sebagai media hiburan estetis, rasa hormat dan bangga bagi yang punya hajat terhadap leluhurnya, dan penguat karakter peran utama dalam lakon roman sejarah. Kata kunci: Pencugan ibing penca, topeng pendul, pencak silat
Pencugan Ibing Penca Topeng Pendul Kabupaten Karawang Dedi Rosala; Agus Supriyatna; Ace Iwan Suryawan
PANGGUNG Vol 28 No 1 (2018): Kontestasi Tradisi: Seni dalam Visualisasi Estetik, Naskah, dan Pertunjukan
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v28i1.411

Abstract

ABSTRACT The purpose of the article is to  understand pencugan ibing penca style in the Topeng Pendul group leaded by Syahrul in Karawang regency, West Java. The aim of this research is to reveal the richness  of dance styles in West Java, and as materials for pencak silat lessons, which are sourced from traditional arts,  and are only limited to ibing penca tepak dua and tepak tilu paleredan. The research method uses a qualitative, descriptive method, and valitades data with triangulation techniques. The research findings are: (1) a staging is performed in early scene of a drama containing a historical story; (2) patterns and motions of pencugan ibing penca cannot be separated from the influence of pencak silat styles in West Java; (3) a staging has some elements include time, places, plays, characters, music, song lyrics, and costumes; (4) the function of staging is for an entertainment, respects and pride of the perpetrators of ceremonies to their ancestors, and as the character’s amplifier of the main role in the play of a historical story.Keywords:  Pencugan ibing penca, pendul mask, pencak silat ABSTRAK Tujuan artikel ini adalah untuk memahami pencugan ibing penca pada kelompok kesenian Topeng Pendul pimpinan Syahrul di Kabupaten Karawang,  Jawa Barat. Alasan penting penelitian ini sebagai upaya pengayaan khasanah seni tari di Jawa Barat, dan sebagai bahan bagi pengembangan bahan ajar Pencak silat yang bersumber seni tradisional, yang selama ini terbatas pada ibing penca tepak dua dan tepak tilu paleredan. Metode penelitian yang digunakan, yaitu  penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, dan validasi data dengan cara triangulasi. Temuan penelitian dapat disampaikan sebagai berikut, (1) pementasan dilakukan pada awal adegan, babak lakon bermuatan roman sejarah; (2) pola dan ragam gerak  pencugan ibing penca tidak dapat lepas dari pengaruh jurus-jurus aliran pencak silat yang ada di Jawa Barat; (3) pementasan memiliki unsur waktu, tempat, lakon, seni peran, musik, syair lagu, dan rias busana; dan (4) fungsi pementasan sebagai media hiburan estetis, rasa hormat dan bangga bagi yang punya hajat terhadap leluhurnya, dan penguat karakter peran utama dalam lakon roman sejarah. Kata kunci: Pencugan ibing penca, topeng pendul, pencak silat