Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA IBU HAMIL DI DESA DAJAN PEKEN DAN DESA DELOD PEKEN KECAMATAN TABANAN TAHUN 2019 Desak Made Abdi Utami; Ni Ketut Sutiari; Ni Kadek Tresna Adhi; Anak Agung Sagung Sawitri
Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL PENELITIAN DAN KAJIAN ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK MEDICA FARMA HUSADA MA
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.575 KB) | DOI: 10.33651/jpkik.v7i1.227

Abstract

Anemia pada kehamilan membahayakan ibu dan anak karena berperan dalam meningkatkan prevalensi kematian dan kesakitan ibu dan bayi, serta meningkatkan kejadian berat bayi lahir rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian anemia di Desa Dajan Peken dan Desa Delod Peken, Kabupaten Tabanan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan case control menggunakan pendekatan retrospektif dengan memakai data sekunder. Data sekunder diperoleh dari data kohort ibu hamil di Puskesmas Tabanan III dari bulan Januari sampai Oktober tahun 2019. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya yang tinggal di Desa Dajan Peken dan Desa Delod Peken wilayah kerja Puskesmas Tabanan III. Kasusnya adalah semua ibu hamil yang menderita anemia dengan kadar hemoglobin kurang dari 11 gr% sebanyak 39 ibu hamil, Sedangkan kontrolnya adalah 78 ibu hamil yang tidak menderita anemia dengan kadar Hb lebih dari 11 gr %. Hasil analisis yang berpeluang meningkatkan kejadian anemia pada ibu hamil yaitu umur ibu hamil dengan nilai OR sebesar 2,040 (95 % CI=0,75-5,533,p=0,156) dan kurang energi kronis dengan nilai OR sebesar 1,914 (95% CI=0,639-5,734;p=0,241). Sedangkan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian anemia ibu hamil adalah paritas dengan nilai OR sebesar 5,546 (95 %CI=1,071-19,283;p=0,027). Disarankan untuk memberikan penyuluhan pada remaja putri, WUS dan ibu hamil tentang dampak anemia dan cara mencegahnya.
Potensi Permainan Papan Edukasi Aktif Kutus PHBS Sebagai Modalitas Pencegahan Obesitas Anak I Gusti Ayu Amanda Sinta Adhi Putri; Elvina Veronica; Frisilia Olivia; Martin Rinaldi Pasaribu; Ni Ketut Sutiari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v10i1.545

Abstract

Introduction; lifestyle changes and lack of information about PHBS (The Clean and Healthy Behavior) or balanced nutrition are triggers for obesity. Purpose: To determine the potential of active education cutus board games for clean and healthy behavior to prevent obesity in children. Methods: Study literature articles in the last 10 years using keywords accessed from the Cochrane browser, NCBI, Google scholar, and Garuda. Result; Clean and Healthy Behavior active education board game is easy to play, cheap, has 2-way interaction and has a learning pattern by doing where children are required to find solutions when playing. Conclusion; The educational board game cutus active Clean and Healthy Behavior improves children's knowledge and behavior to prevent obesity in children
Pengaruh Kekurangan Energi Kronis Pada Ibu Hamil Terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Wilayah Tabanan Bali Ni Made Titin Pradnyantari; Ni Ketut Sutiari; Ni Wayan Arya Utami
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25034

Abstract

ABSTRACT Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women is a nutritional problem that has serious impacts on maternal and fetal health and significantly increases the risk of Low Birth Weight (LBW). This study aimed to determine the effect of CED in pregnant women on the incidence of LBW in Tabanan, Bali. A retrospective cohort design was used, involving 317 postpartum mothers from January 2024 to January 2025, conducted in July–August 2025. Data were obtained from maternal and child health (MCH) books recorded in extraction forms, then analyzed using chi-square tests and logistic regression. Pregnant women with CED had an LBW incidence of 13.8% compared to 3.5% among those without CED. The Chi-Square test showed a significant association between CED and maternal education with LBW incidence. Binary logistic regression analysis confirmed these findings, showing a significant result for CED status (p=0.025; RR=4.18; 95% CI: 1.20–14.56). Meanwhile, other variables such as anemia status, maternal age, gestational age, occupation, parity, birth spacing, and ANC visit status did not show significant effects. CED in pregnant women was identified as the most influential factor for LBW, with a fourfold increased risk. Maternal and Child Health programs need to be optimized and ensured in all community health centers, including continuous distribution of supplementary feeding and iron-folic acid tablets through community health volunteers, focusing on improving maternal nutritional status through nutrition monitoring, balanced diet education, and regular ANC visits tailored to maternal education levels. Keywords: CED In Pregnant Women, LBW, Maternal Nutrition, Maternal and Child Health.  ABSTRAK Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin, serta secara signifikan dapat meningkatkan risiko Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh KEK pada ibu hamil terhadap kejadian BBLR di wilayah Tabanan Bali. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif melibatkan 317 ibu post partum rentang waktu Januari 2024-Januari 2025 yang dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2025. Data diperoleh dari buku KIA yang ditulis dalam formulir ekstraksi data, kemudian dianalisis dengan uji chi square test dan regresi logistik. Ibu hamil dengan KEK memiliki kejadian BBLR sebesar 13.8% dibandingkan ibu hamil tanpa KEK sebesar 3.5%. Uji Chi-Square menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara KEK dan pendidikan terhadap kejadian BBLR. Analisis regresi logistik biner memperkuat temuan tersebut dengan hasil signifikan pada status KEK (p=0.025; RR= 4.18; 95% CI: 1.20–14.56). Sementara itu, variable lain seperti status anemia, usia ibu, usia kehamilan, pekerjaan, paritas, jarak kehamilan dan status kunjungan ANC tidak menunjukkan pengaruh yang bermakna. KEK pada ibu hamil merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan risiko empat kali lebih besar. Program KIA perlu dioptimalkan dan dipastikan pelaksanaannya di seluruh puskesmas, termasuk distribusi PMT dan TTD secara berkesinambungan melalui kader posyandu di setiap wilayah dengan fokus pada perbaikan status gizi ibu hamil melalui pemantauan gizi, edukasi gizi seimbang, serta kunjungan ANC teratur yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan ibu. Kata Kunci: KEK Pada Ibu Hamil, BBLR, Gizi Ibu Hamil, Kesehatan Ibu Dan Anak.