Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PENGRAJIN ANYAMAN BAMBU UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PASAR DI DESA KRANGKONG Isnaini Anniswati Rosyida; Daniar Sofeny; Wahyu Ajie Setyawan; Era Wahyu Ningrum; Rizka Nur Lailatul Fajri
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Mandala pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.347 KB) | DOI: 10.35311/jmpm.v3i2.107

Abstract

Dusun Krangkong Desa Krangkong memiliki potensi alam bambu yang melimpah. Sampai saat ini pemanfaatan bambu belum maksimal baik dari segi kuantitas dan kualitas padahal bambu dapat dijadikan berbagai kerajinan anyaman maupun non anyaman. Berdasarkan hal tersebut maka dipilihlah Dusun Krangkong Desa Krangkong sebagai lokasi untuk melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tujuan dilakukannya pengabdian adalah dihasilkannya kerajinan anyaman bambu ”Tampah” dengan inovasi pada jenis anyaman dan warna; Kelompok mitra pada kegiatan dapat mengaplikasikan teknik pembuatan kerajinan anyaman bambu ”Tampah” dengan beberapa jenis anyaman dan warna-warna yang menarik. Melalui inovasi produk maka nilai jual produk akan semakin tinggi; serta  terjadi peningkatan kemampuan mitra dalam memanajemen usaha yang meliputi inovasi produk, pemasaran, dan pembukuan hasil usaha. Kegiatan PKM yang dilaksanakanberupa pelatihan, dengan tahapan sebagai berikut. (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan proses dan (3) tahap pemandirian. Pelaksanaan kegiatan PKM ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2021 yaitu berupa kegiatan: sosialisasi pemasaran produk dan pelatihan kerajinan anyaman berbahan baku bambu. Beberapa manfaat praktis yang diharapkan dari pelaksanaan PKM, yaitu: (1) masyarakat yang menjadi pengrajin anyaman dapat mengetahui cara memasarkan produk dengan baik dan benar melalui media penjualan secara langsung maupun penjualan secara online; (2) masyarakat yang mengikuti pelatihan memperoleh gambaran yang jelas bahwa bahan baku bambu bisa di manfaatkan sebagai anyaman yang memiliki nilai jual sehingga dapat menjadi pendapatan atau lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
PEMANTAUAN STATUS GIZI BALITA DAN PENTINGNYA PEMBERIAN PMT PADA BALITA DESA DURIKEDUNGJERO, NGIMBANG, LAMONGAN Isnaini Anniswati Rosyida; Martha Laila Arisandra; Dita Ayu Noviyanti; Regi Aprilian; Chakim Budi Cahyono; Khatibul umam abidin
Jurnal Pengabdian Masyarakat : BAKTI KITA Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Bakti Kita
Publisher : LPPM Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/baktikita.v5i1.5475

Abstract

Pemerintah Indonesia memandang kesehatan sebagai kebutuhan dasar manusia untuk hidup produktif. HFA 2000 merupakan program yang merupakan bagian dari falsafah kebangsaan Indonesia yaitu Pancasila. Data intercensal menunjukkan bahwa perempuan dan anak tidak terjangkau oleh program Kesehatan Indonesia, HFA 2000. Moralitas bayi 70/1000, dan angka kelahiran 31/1000. Yang menunjukkan bahwa Trilogi Pembangunan Nasional tidak dimiliki oleh perempuan dan anak. Upaya menurunkan angka kematian bayi dan ibu serta menekan jumlah kehamilan, pada rencana pembangunan 4-5 tahun dibentuk pos pelayanan terpadu bernama Posyandu yang menjadi fokus tulisan ini. Penekanan khusus diberikan pada peran Posyandu dalam upaya mengatasi masalah kesehatan utama yang dihadapi perempuan dan anak Indonesia. Sistem pelayanan kesehatan memiliki beberapa tingkatan, perawatan rumah dan mandiri diikuti oleh perawatan preventif dan promotif berbasis masyarakat (Posyandu), diikuti oleh perawatan profesional dasar di puskesmas dan klinik yang diikuti oleh rujukan 1 dan lebih tinggi ke rumah sakit kabupaten dan lanjutan. Posyandu merupakan langkah penting menuju HFA 2000 menghadirkan program terpadu KIA, KB, gizi, imunisasi dan pengendalian diare di tingkat desa.
PENGARUH PENERAPAN E-FILING, PENGETAHUAN PERPAJAKAN, DAN KESADARAN WAJIB PAJAK TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK DENGAN KUALITAS PELAYANAN PAJAK SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Kasus KPP Pratama Lamongan) DIANATUL FITRIYAH; ISNAINI RASYIDA ANNISWATI; HAVE ZULKARNAEN
E-Jurnal Manajemen Trisakti School of Management (TSM) Vol. 5 No. 2 (2025): E-Jurnal Manajemen Trisakti School of Management (TSM)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34208/ejmtsm.v5i2.2968

Abstract

This study aims to examine the influence of e-filing, tax knowledge, and taxpayer awareness on taxpayer compliance, with tax service quality as a moderating variable. Data were collected through questionnaires distributed to 100 individual taxpayers at KPP Pratama Lamongan. The analysis was conducted using Structural Equation Modeling (SEM-PLS) with SmartPLS 4.0. The findings show that e-filing, tax knowledge, and taxpayer awareness have a significant positive effect on compliance. However, tax service quality only moderates the relationship between tax knowledge and compliance, while other moderating effects are not significant. These results imply the importance of enhancing tax literacy, optimizing digital systems, and improving service quality.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH: KOMPETENSI SDM, STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN, DAN SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH handa, Sutri Handayani; Isnaini Anniswati Rosyida; Ana Fitriyatul Bilgies
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.445

Abstract

This research aims to examine the factors that influence the quality of regional government financial reports: human resources competency, government accounting standards, and regional financial accounting systems (empirical study of the Lamongan Regency Government and Bojonegoro Regency Government). This research was conducted in Lamongan and Bojonegoro involving 40 employees of BPKAD Lamongan and BPPKAD Bojonegoro as respondents. This quantitative research uses multiple linear regression. This technique is processed with SPSS 25 to analyze several hypotheses. The intercorrelation model between the three variables in this research reveals that human resource competency, implementation of government accounting standards and implementation of regional financial accounting systems have a significant correlation with the quality of regional government financial reports.
Digitalisasi Ekonomi Kreatif Berbasis Produk Tradisional Ramah Lingkungan Oleh Kelompok Usaha Bersama (Kube) Melalui Penerapan Platform "Soga" Dan Edukasi Akuntansi Praktis Sutri Handayani; Isnaini Anniswati Rosyida; Ahmad Fathur Rozi; Yulia Prastika; Qomariyatul Mubarokah
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): December
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v5i3.1841

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Dusun Gondang, Desa Gondanglor, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan melalui digitalisasi ekonomi kreatif dan peningkatan literasi keuangan dasar. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan akses pasar dan minimnya pencatatan keuangan usaha. Solusi yang ditawarkan berupa penerapan platform digital “SOGA” sebagai media promosi dan pemasaran produk tradisional ramah lingkungan, serta edukasi akuntansi praktis untuk mendukung pengelolaan keuangan usaha secara sederhana namun sistematis. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mitra terhadap penggunaan teknologi digital dan pencatatan keuangan. Produk-produk lokal yang sebelumnya hanya dijual secara offline kini mulai dipasarkan secara daring, sementara anggota KUBE juga mulai terbiasa melakukan pencatatan transaksi harian. Program ini membuktikan bahwa integrasi teknologi dan literasi keuangan dapat memperkuat kapasitas pelaku usaha desa dalam menciptakan ekonomi kreatif yang adaptif dan berkelanjutan.