Indrawati Noor Kamila
Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat | Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENINGKATAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK (Penelitian di Kelompok Bermain Raden Ajeng Kartini Desa Karangampel Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis) Itim Hotimah; Indrawati Noor Kamila; Ujang Endang
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 2 No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.931 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun melalui permainan tradisional engklek dalam kegiatan pembelajaran anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan tes dalam bentuk instrumen penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), Proses Pelaksanaan Pembelajaran dan instrumen penilaian perkembangan motorik kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) peningkatan kemampuan guru dalam menyusun RPPH melalui permainan engklek pada siklus I mencapai persentase 80 % dengan nilai rata-rata 80,29, sedangkan siklus II mencapai persentase 90 % dengan nilai rata-rata 89,70. 2) Kemampuan mengajar guru dalam pengembangan motorik kasar melalui permainan tradisional engklek di kelompok B Kelompok Bermain RA KARTINI Dusun Kidul Desa Karangampel Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis tahun pelajaran 2016/2017 pada siklus I sebesar 78 % dengan rata-rata 78,84, sedangkan siklus II mencapai persentase 90 % dengan nilai rata-rata 90,00. 3) Peningkatan perkembangan motorik kasar melalui permainan tradisional engklek di kelompok B Kelompok Bermain RA KARTINI Dusun Kidul Desa Karangampel Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis tahun pelajaran 2016/2017 pada siklus I sebesar 74 % dengan nilai rata-rata 74,06 sedangkan siklus II sebesar 88 % dengan nilai rata-rata 88,3.
RELEVANSI TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM DENGAN KONSEP SABAR MENURUT IMAM AL-GAZÂLÎ DALAM KITAB IHYA ULUMUDDIN Indrawati Noor Kamila; Ujang Endang
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 1 No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.931 KB)

Abstract

Kesabaran menuntut ketabahan dalam menghadapi sesuatu yang sulit, berat, dan pahit, yang harus diterima dan dihadapi dengan penuh tanggung jawab. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui pengertian sabar dalam perspektif Islam; 2) Untuk mengetahui konsep sabar menurut Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin; 3) Untuk mengetahui relevansi konsep sabar menurut Imam Al-Gazali dengan tujuan pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode content analysis (analisis isi), karena penelitian ini bersifat kualitatif. Setelah melakukan analisis data penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1) Dalam perspektif Islam sabar adalah salah satu akhlak mulia yang menghalangi munculnya tindakan yang tidak baik dan tidak memikat.; 2) Dalam perspektif Imam Al-Ghazali bahwa sabar merupakan suatu konsep utama yang harus dilalui dan dijalani oleh setiap orang beriman. Manusia sebagai makhluk sempurna diberi sejumlah potensi yang harus dikembangkan, seiring itu juga manusia diberi nafsu. Nafsu yang tidak bisa di tiadakan namun harus di jinakan oleh manusia itu sendiri agar bisa dikendalikan. Untuk mengendalikan nafsu tersebut yaitu dengan cara sabar; 3) Konsep sabar dalam perspektif Imam al- Ghazali sangat erat sekali kaitannya dengan tujuan pendidikan Islam. Karena tujuan akhir pendidikan Islam adalah penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Kata penyerahan ini dalam agama disebut tawakal yang dicerminkan dengan sikap sabar.
PENGARUH PERMAINAN MENYUSUN PUZZLE BERKELOMPOK TERHADAP PERKEMBANGAN KERJASAMA ANAK USIA DINI Didah Siti Faridah; Abdul Azis; Indrawati Noor Kamila
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the improvement in the development of children's cooperation after using puzzle media in learning activities. The research method used is the Classroom Action Research (CAR) method. The data collection technique used was observation. The data collection instruments used were the teacher performance observation sheet in the preparation of the Daily Learning Implementation Plan (RPPH), the teacher's performance observation sheet in the implementation of learning, and the observation sheet on the development of children's cooperation. After analyzing the data, the researchers obtained the following conclusions: (1) The teacher's performance in the implementation of learning has increased, namely in cycle 1 with an average value of 3.28 (good), in cycle 2 with an average value of 3.9 (very well). (2) The ability of children's cooperation increases, namely in cycle 1 there are 8 children (57, 1%) developing according to expectations, in cycle 2 there are 8 children (57.1%) developing according to expectations, there are 5 children (36%) developing very well.
UPAYA MENINGKATKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MELALUI BERMAIN LOGICO Rusmiati Rusmiati; Indrawati Noor Kamila
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early childhood is a child in the age range of 0-6 years who are experiencing growth and development so that the right stimulation is needed in order to grow and develop optimally. Cognitive development in early childhood is very important so that children are able to explore the world around them. Through cognitive development, the function of thinking can be used quickly and precisely in overcoming a problem in overcoming a problem. Through learning games will be honed fun and can be absorbed by children to the maximum. The purpose of this study was to determine the learning process with logico playing media in an effort to improve cognitive development in early childhood group B TPA Al-Falah, Cijeungjing District, Ciamis District through the Logico game. A game that uses a Logico board with questions sheets. The research method used was classroom action research using a research model by Jhon Elliot. The research subjects were group B students (ages 4-5 years). The academic year 2019/2020 TPA Al-Falah, Cijeungjing District, Ciamis Regency, amounted to 10 children. In this class action research, the object of research is an effort to improve cognitive development of early childhood through the game of Logico in group B. Children data collection methods used are observation, interviews and documentation. The instruments used were development assessment instruments, research instruments, observations. This Classroom Action Research was conducted in three cycles and each cycle had one meeting. The results prove that playing Logico can improve cognitive development of early childhood, as evidenced by seeing the results of calculations in each aspect of observation has increased in each cycle. For the results of cognitive development in the pre-cycle play stage showed 32.5% while the first cycle increased 42% in the second cycle increased again to 55% while in the third cycle increased to 75%. In the Logico game to improve cognitive development of early childhood, a teacher is recommended to prepare things that support the implementation of the game such as an interesting game in accordance with the needs of children.
KONSEP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MENURUT IBNU QAYYIM AL-JAUZIYYAH (Studi Analisis Kitab Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud) Indahilma Mubarokah; Ujang Endang; Indrawati Noor Kamila
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.926 KB)

Abstract

Penelitian ini bertuuan untuk mengungkap pemikiran Ibnu Qayyim Al Jauziyah tentang Konsep Pendidikan Anak Usia Dini yang terdapat dalam kitab Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) pembentukan karakter anak dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor bawaan (natur) dan faktor lingkungan (Martur). 2) konsep pendidikan anak usia dini menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah diawali dari menentukan jodoh, menikah, masa kehamilan (prenatal), dan masa kelahiran (postnatal).
MODERNISASI PENDIDIKAN ISLAM MENURUT AZYUMARDI AZRA Yati Rohayati; Indrawati Noor Kamila; Ujang Endang
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 1 No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.923 KB)

Abstract

Pendidikan dalam Islam mempunyai kedudukan yang penting. Islam yang memiliki sifat universal dan kosmopolit dan merambah ke ranah kehidupan apapun, termasuk dalam ranah pendidikan. Ranah pendidikan di zaman sekarang ini, sangat berkembang pesat ditambah lagi dengan teknologi-teknologi yang semakin canggih. Kondisi ini sangat menarik bagi penulis untuk dikaji lebih mendalam agar dapat membantu memberikan solusi untuk pembaharuan pendidikan Islam agar lebih maju dan berkembang sesuai dengan hakikat agama Islam. Setelah melakukan analisis data, penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) menurut Azra konsep pendidikan Islam menyangkut tiga hal penting: (a) tujuan pendidikan Islam; (b) kurikulum pendidikan Islam; (c) demokratisasi pendidikan Islam. ; 2) modernisasi pendidikan Islam menurut Azyumardi Azra berkaitan dengan: (a) Input dari masyarakat ke dalam sistem pendidikan. a) Ideologis-normatif; b) Mobilisasi politik; c) Mobilisasi ekonomi; d) Mobilisasi social; e) Mobilisasi kultur. (b) Output bagi masyarakat. a) Perubahan sistem nilai; b) Output politik; c) Output ekonomi; d) Output social; dan e) Output kultural. 3) relevansi pemikiran Azra tentang modernisasi pendidikan Islam dengan pendidikan nasional bahwa pendidikan agama Islam adalah kurikulum wajib bagi yang harus diberikan. Jika pendidikan agama Islam tidak diberikan, berarti tujuan pendidikan nasional tidak akan pernah tercapai secara maksimal.
EARLY CHILDHOOD EDUCATION: A PERSPECTIVE FROM THE HOLISTIC EDUCATION PARADIGM Indrawati Noor Kamila
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 7 No 1 (2022): Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to investigate the idea of early childhood education from a holistic standpoint. A literature review is the technique employed. Using this approach, the author compiles, organizes, and evaluates the literature on early childhood education from the viewpoint of a holistic educational paradigm. According to this study, the fundamental tenet of holistic education is that children are complete individuals with cognition, affection, psychomotor skills, a soul, and a physical body who can discover their identity, meaning, and purpose in life through their interactions with others, the natural world, and spiritual principles. According to the holistic education paradigm, early childhood is seen as a whole being that is both a subject and an object of education. It is multifaceted, has a natural history, and has both strengths and shortcomings. These terms are pertinent to Islamic education, which aims to fully and fairly develop human potential in accordance with the idea of "kaffah."