Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Aksi Cepat Tanggap Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Kecamatan Medan Belawan atika putri; abdullah abdullah; muniruddin muniruddin
An Nadwah Vol 27, No 1 (2021): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.042 KB) | DOI: 10.37064/nadwah.v27i1.9568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Peran lembaga Aksi Cepat Tanggap  (ACT)  Kantor Cabang  Sumatera  Utara  dalam  meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kecamatan Medan Belawan. 2) Evaluasi yang dilakukan Lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kantor Cabang Sumatera Utara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kecamatan Medan Belawan. 3) Faktor pendukung dan fakor penghambat yang dialami Lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kantor Cabang Sumatera Utara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kecamatan Medan Belawan.  Penelitian   ini   menggunakan   pendekatan   kualitatif   dengan   metode deskriptif, karena penelitian ini menjelaskan fenomena yang terjadi dengan cara mengumpulkan data-data yang diperoleh dari informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, wawancara (interview),  observasi,  dan  dokumentasi.  Teknik  analisis  data  menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran yang dilaksanakan lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kantor Cabang Sumatera Utara sudah cukup baik dalam  meningkatkan  kesejahteraan  masyarakat  pesisir  di  Kecamatan  MedanBelawan. karena kesejahteraan merupakan kondisi terpenuhinya kebutuhan dasar
PARADIGMA DAN EPISTEMOLOGI DAKWAH Abdullah Abdullah
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/jpm.v7i1.5609

Abstract

Paradigma dan epistemologi memegang peranan penting dalam perkembangan suatu disiplin ilmu. Paradigma dimaknai sebagai pandangan yang mendasar tentang apa yang menjadi pokok persoalan dalam ilmu pengetahuan. Berdasarkan paradigma tertentu, ilmuwan merumuskan obyek atau sasaran ilmu dan permasalahannya, serta menentukan metode yang dipakai untuk mencari jawaban dari suatu masalah. Sementara epistemologi merupakan  cabang atau sub dari filsafat yang membicarakan hakikat, batasan, prosedur keilmuan yang ditempuh untuk menghasil pengetahuan ilmiah. Paradigma dakwah telah bergeser dari tablig kepada rekontruksi masyarakat Islam berdasarkan pesan-pesan Alquran, melalui dakwah bil-lisan, bil-kitabah dan bil hal. Sementara epistemologi dakwah mulai bergeser dari pemikiran normatif - deduktif kepada pemikiran rasional - empiris.
The Influence Of Hussein Ja'far's Preaching Through Tiktok In Motivating Adolescents In The East Kisaran Sub-District Zulfan Sutantri Siregar; Abdullah Abdullah
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 7, No 1 (2023): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v7i1.8920

Abstract

The focus of this research is to analyze the influence of Hussein Ja'far's preaching on adolescents in the East Kisaran Sub-District. The research method employed is qualitative, with data collection techniques through interviews and observations. The research is conducted in the East Kisaran Sub-District, Asahan Regency. The objective of this research is to determine the extent of the influence of the preaching content delivered by Hussein Ja'far on the level of religious activity among adolescents in the East Kisaran Sub-District. Hussein Ja'far is considered an inspirational figure for various groups, especially the youth, regardless of their religious affiliations. The findings indicate that Hussein Ja'far is a preacher who promotes values of love and tolerance, without any elements of coercion in his preaching. This approach has garnered him favor and inspiration among the youth in the East Kisaran Sub-District, Asahan Regency. Moreover, there are even non-Muslim individuals who appreciate Hussein Ja'far's preaching. His inclusive and tolerant personality allows him to connect with people from various backgrounds effortlessly.
PUBLIC SENTIMENT TOWARDS VEILED PREACHERS: A STUDY OF THE FUNCTION OF ISLAMIC COMMUNICATION BASED ON THE QURAN Nona Khairah; Abdullah Abdullah
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v10i2.24292

Abstract

This study aims to examine public sentiment towards niqab-wearing preachers and the challenges and opportunities for niqab-wearing preachers in preaching and to examine the function of Islamic communication based on the perspective of the Qur'an. The approach used is qualitative-descriptive with field research methods through in-depth interviews, observations, and documentation studies. The study was conducted in Gang Sukadamai Tengah, Kelambir V, with six informants consisting of niqab-wearing preachers and the local community. The results of the study indicate that public sentiment towards niqab-wearing preachers is ambivalent, including positive and negative biases. Positive bias appears in the form of appreciation for piety, consistency in religion, and increased information on preaching. Conversely, negative bias includes the assumption that the niqab is a symbol of foreign culture, is associated with radicalism, and is considered to create social distance. Despite facing challenges in the form of stigma and social prejudice, niqab-wearing preachers still have strong opportunities for preaching through consistency of values, strong religious symbols, and an inclusive and polite communication approach. This study concludes that the effectiveness of the communication of the da'wah of the veiled da'ah is very dependent on the ability to balance religious symbols with social openness, as per the principle of rahmatan lil alamin in the Qur'an.