Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengukur Kompetensi Amil Melalui Kemampuan Menajerial dan Profesionalitas di Lembaga Zakat Nurul Hayat Surabaya Hanafi Adi Putranto; Siti Nur Azizah
Management of Zakat and Waqf Journal (MAZAWA) Vol. 1 No. 1 (2019): Management Of Zakat and Waqf Journal (MAZAWA)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/mzw.2019.1.1.43-54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kompetensi amil zakat dari aspek perorangan sebagai potensi sumber daya manusia yang ada di lembaga zakat. Penelitian ini penting dilakukan, mengingat banyaknya isu yang beredar tentang eksistensi amil zakat yang kurang profesional dan inovatif dalam melakukan aktivitas manajemen, selain itu, juga gencarnya pemerintah melakukan sertifikasi amil untuk perbaikan pengelolaan zakat. Signifikansi penelitian ini terletak pada uji pengukuran yang dilakukan oleh peneliti, yaitu mangambil variabel pola manajerial dan kemampuan bersikap, berpikir dan melakukan profesionalisme dalam tugas pengelolaan. Penelitian ini dilakukan di lembaga amil zakat Nurul Hayat Surabaya, pemilihan lokasi ini sebagai manifestasi dari lembaga amil zakat lainnya karena Lembaga Zakat Nurul Hayat Surabaya memiliki cabang di beberapa kabupaten. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan secara langsung kepada manajer penghimpunan, ketua fundraising, direktur pendayagunaan, manajer pendistribusian dan manajer pendayagunaan. Setelah dilakukan penelitian, didapatkan hasil yaitu amil zakat di Nurul Hayat Surabaya telah memiliki kemampuan dan profesionalisme dalam pengelolaan zakat. Kemampuan amil dalam mengelola zakat dapat diketahui melalui training, pengalaman dalam bidang pekerjaan dan pencapaian target setiap amil. Profesionalisme amil dalam mengelola zakat dapat diketahui melalui tanggung jawab, komitmen dan keinginan amil untuk meningkatkan kemampuan. Adapun upaya dari lembaga untuk meningkatkan kemampuan amilnya adalah dengan dilakukan evaluasi untuk mengetahui kebutuhan dalam meningkatkan kemampuan amil, kemudian diberikan training.
ANALISIS PRINSIP 5C PADA PEMBIAYAAN KUR SEBAGAI UPAYA MEMINIMALISIR PEMBIAYAAN BERMASALAH (STUDI KASUS BSI KCP SURABAYA RUNGKUT 1) Rista Izza Aminin; Toyyibatus Samsiah; Nurul Aulia Herlina Angganita; Siti Nur Azizah; Hafidz Akmal Khoirony; Muhammad Iqbal Surya Pratikto
Al-Iqtishad: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 6 No. 02 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/al-iqtishad.v6i2.1094

Abstract

Indonesia's stable economic growth opens opportunities for people to access financing, especially through the KUR program that supports the Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) sector. Bank Syariah Indonesia, as one of the largest Islamic banks, also provides KUR services to support the growth of MSMEs. However, behind the ease of access to financing, the risk of non-performing financing remains a challenge that must be anticipated. This research aims to analyze the application of the 5C principles in the KUR financing process at BSI KCP Surabaya Rungkut 1 and the extent to which these principles are effective in minimizing the risk of non-performing financing. The research method used is descriptive qualitative with primary data from in-depth interviews and secondary data from KUR financing documents, scientific literature, journals, and relevant previous research. The results showed that BSI KCP Surabaya Rungkut 1 applies the 5C principle thoroughly, including character, capacity, capital, collateral, and condition of economy as a reference in assessing customer eligibility. In addition, the post-disbursement monitoring process is carried out regularly through account monitoring and direct visits to business locations. The consistent application of the 5C principles has proven to help banks reduce the risk of non-performing financing while maintaining the quality of the KUR financing portfolio at BSI KCP Surabaya Rungkut 1.