M Harja Supena
Jurusan Penyuluhan Perikanan Sekolah Tinggi Perikanan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Potensi dan Permasalahan Usaha Perikanan di Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu Arrofi Nur Risyandi; Iin Siti Djunaidah; M Harja Supena
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i2.117

Abstract

Kecamatan Cantigi merupakan salah satu wilayah adminitrasi di Kabupaten Indramayu yang memiliki potensi geografis dan sumberdaya yang baik untuk produksi usaha perikanan. Kecamatan Cantigi memiliki potensi perikanan budidaya air payau yang merata dari masing komoditas dan memiliki potensi terbesar dalam komoditas rumput laut, bandeng dan udang windu (DKP Indramayu, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan perikanan di Kecamatan Cantigi, meliputi penggalian data potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia, sehingga dapat diperoleh data aktual dan potensialnya yang kemudian di analisis untuk mengetahui masalah yang dihadapi dalam suatu wilayah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018 dengan menggunakan metode survei. Penentuan responden dilakukan bedasarkan  Purposive Sampling dan penetapan responden menggunakan rumus Slovin dengan galat (e) 20%, Analisa data deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Pohon Masalah (Fault Tree Analysis) untuk menentukan sebab – akibat permasalahan yang ada (Anthony, 2015). Hasil penelitian menunjukkan besarnya potensi perikanan yang ada di Kecamatan Cantigi, namun dalam segi pemanfaatan dalam produksi di masing-masing sektor bidang perikanan masih kurang, didasarkan pada permasalahan teknis, sosial dan ekonomi yang ada di Kecamatan Cantigi. Permasalahan yang terdapat di Kecamatan Cantigi yang umum terjadi di masyarakat dalam bidang teknis ; a) nelayan yang masih belum menerapkan rantai dingin, b) pembudidaya belum melaksanakan pengelolaan pakan yang sesuai dan c) pengolah yang belum menerapkan sanitasi higiens pada proses produksi. Analisa GMP pada aspek sosial ; a) Kesadaran anggota kelompok dalam partisipasi kegiatan kelompoknya masih rendah, pada aspek ekonomi; a) harga bahan produksi yang tinggi.
Sistem Pemasaran Ikan Hias Black Ghost (Apteronotus albifrons) di Terminal Agribisnis (Holding Ground) Rancamaya Bogor M Harja Supena
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v4i2.21

Abstract

Ikan hias merupakan salah satu komoditas perikanan potensial di Kota Bogor. Hal ini didukung oleh sejumlah 200 Rumah Tangga Produksi yang tersebar di enam kecamatan di Kota Bogor. Penelitian dilakukan di Holding Ground Terminal Agribisnis Rancamaya Bogor sebagai pasar produsen dan Pasar Parung Bogor sebagai pasar konsumen. Ruang lingkup penelitian difokuskan kepada ikan hias Black Ghost (Apteronotus albifrons). Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Penelitian menggunakan metode deskriftif dengan jenis penelitian studi kasus. Analisis struktur, perilaku dan keragaan pasar ikan hias dilakukan dengan pendekatan Structure-Conduct-Performance. Untuk keterpaduan pasar dan elastisitas transmisi harga masing-masing dianalisis dengan menggunakan model Autoregressive distributed lag dan Regresi linier sederhana. Penelitian bertujuan untuk mengetahui : 1). Struktur pasar, perilaku pasar dan keragaan pasar ikan hias di Holding Ground Terminal Agribisnis Rancamaya Bogor, 2). Menganalisis keterpaduan pasar ikan hias antara pasar ikan hias di Holding Ground Terminal Agribisnis Rancamaya Bogor dengan pasar ikan hias di Parung Bogor, dan 3). Menganalisis efisiensi sistem pemasaran ikan hias di Holding Ground Terminal Agribisnis Rancamaya Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Struktur pasar ikan hias di Holding Ground Terminal Agribisnis Rancamaya Bogor adalah pasar persaingan tidak sempurna (imperfect competitive market) dimana perilaku pasar cenderung meningkatkan ketergantungan petani/ pembudidaya serta transmisi harga yang tidak elastis, 2). Tingkat keterpaduan pasar yang rendah baik jangka pendek maupun jangka panjang, dan 3). Sistem pemasaran ikan hias di Holding Ground Terminal Agribisnis Rancamaya Bogor yang tidak efisien. Bertitik tolak dari hasil penelitian tersebut, alternative solusi perbaikan sistem pemasaran ikan hias yang perlu dilakukan terhadap Holding Ground Terminal Agribisnis Rancamaya Bogor adalah : 1). Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia 2). Kerjasama antara Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Bogor, Dinas Pertanian Kota Bogor dengan Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor dalam hal perbaikan infrastruktur sarana transportasi, terutama perbaikan jalan yang rusak,
Analisis Marjin Tata Niaga Ikan Lemadang Dan Ikan Terisi Di Tpi Mina Fajar Sidik, Kec. Blanakan, Kab. Subang, Jawa Barat M Harja Supena
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v9i2.62

Abstract

Dari sekian banyak jenis ikan hasil perikanan tangkap, ternyata Ikan Lemadang dan Terisi termasuk jenis ikan yang hasil tangkapannya cukup banyak. Disamping itu, kedua jenis komoditas inipun mempunyai nilai yang cukup ekonomis. Sehubungan dengan hal tersebut, maka diperlukan fungsi-fungsi tataniaga seperti : fungsi pertukaran(exchanged function),fungsi fisik (fhysical function), dan fungsi penunjang (facilitating function) agar kondisi ikan tersebut sampai kepada konsumen dalam kondisi segar dan harga yang sesuai.  Penelitian dilakukan di Tempat Pelelangan IKan (TPI) Mina Fajar Sidik Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat. Ruang lingkup penelitian di fokuskan kepada kedua jenis ikan tersebut yaitu Ikan Lemadang dan Terisi. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Analisis efisiensi tataniaga dilakukan dengan megetahui marjin tataniaga dari kedua jenis ikan tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi tataniaga Ikan Lemadang dan Terisi di TPI Mina Fajar Sidik Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tataniaga kedua jenis komoditas ini adalah “tidak efisien”.  Berdasarkan hasil penelitian tersebut, alternative solusi perbaikan terhadap tataniaga Ikan Lemadang dan Terisi adalah perlu dilakukannya pemangkasan terhadap saluran tataniaga Ikan Lemadang maupun Terisi, sehingga tidak terlalu banyak fungsi-fungsi tataniaga yang terjadi pada setiap lembaga tataniaga yang berdampak kepada tingginya harga yang diterima konsumen.