Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Keterampilan Konseling Gizi pada Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Panambungan, Makassar: Nutrition Counseling Skill Training for Posyandu Cadres in the Work Area of Panambungan Health Center, Makassar Nurbaya Nurbaya; Icha Dian Nurcahyani; Mohammad Khomeiny; Wahyu Chandra
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Januari-Maret
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.169 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i1.807

Abstract

Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan prevalensi balita stunting di Sulawesi Selatan sebanyak 35,7%. Untuk wilayah Kota Makassar tercatat 8.61% balita stunting. Berdasarkan data tersebut, pemerintah kota Makassar menetapkan upaya penurunan stunting fokus pada upaya pencegahan stunting sejak dini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pelatihan kader Posyandu sebagai salah satu kelompok yang paling dekat dengan ibu dan balita di Masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh Jalin Institute bekerja sama dengan Tim PKK Kota Makassar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan konseling kader posyandu dalam melakukan konseling gizi di masyarakat. Metode yang digunakan adalah pemberian edukasi dalam bentuk ceramah dan diskusi. Pada tahap evaluasi, kader mampu menjawab pertanyaan dan memberikan umpan balik dengan benar. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan pengetahuan setelah pemberian edukasi. Diperlukan komitmen semua pihak dalam upaya pencegahan stunting di Kota Makassar, termasuk dalam bentuk kegiatan pelatihan pada kader Posyandu yang dilakukan secara rutin.
Traditional Medicine for Children among Kaluppini Indigenous People in South Sulawesi Nurbaya Nurbaya; Wahyu Chandra; Pramesthi Widya Hapsari
ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Department Anthropology, Faculty of Social and Political Sciences Hasanuddin University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/etnosia.v5i2.9905

Abstract

The traditional knowledge about the use of ancestral medicines to cure children was highly valued by the indigenous community and an essential part of their indigenous health system. This study aimed to provide insight into the traditional medication using plant-based medication to children in an indigenous community in South Sulawesi Province. This study was conducted in Kaluppini Village, Enrekang Regency, South Sulawesi. In-depth interviews and focus group discussions were conducted both in Bahasa Indonesia and the local language. Informants were traditional birth attendants and mothers of under-five. This study was carried out from January to June 2018. Data were analyzed using thematic coding. It is found that Kaluppini mothers have traditional knowledge of treatment. They used kinds of plants as traditional remedies to cure their children. This traditional medication named as pembollo’ and pejappi. Pembollo’ are traditional plants intended to cure sick children. Kaluppini people believe that pejappi is a collection of traditional plant that can treat kinds of illnesses among children, including to prevent them from supernatural things. Kaluppini indigenous people practice and believe in their traditional plants to cure their children. Traditional birth attendants play a crucial role in providing these traditional plants. Information provided in this study could be a rational basis for health-related stakeholders to develop programs of health education and promotion for indigenous communities.