Farida Nur Affia
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembinaan Kesehatan Mental dan Reproduksi Bagi Remaja Masjid AMIN, Sleman, Yogyakarta: Mental and Reproductive Health Development for Youth AMIN, Sleman, Special Region of Yogyakarta Merita Arini; Harumi Iring Primastuti; Lailatul Hidayanti; Wingga Chrisna Aji; Farida Nur Affia; Sarah Disa Khoirunnisa
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.583 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.809

Abstract

Adolescence and early adulthood are transitional periods that vulnerable to mental and reproductive health disorders. This community service aimed to provide education about mental and reproductive health to increase knowledge and prevent both health problems in partners. A cycle of action research method was conducted by involved partners to determine the priority of the problems and how to solve them. Eighteen participants were involved with mental and reproductive health education session. As a result, there was an improvement of the mean score of participants' knowledge from 9,11 become 11,50 (maximum score=15) [p=0,001] and indicators achievement of the activeness of participants in participating in this community service activity. In conclusion, the educational session helped increase participants' mental and reproductive health knowledge. Multisectoral participation is needed to assist youth in implementing healthy lifestyle behaviors to maintain mental and sexual health.   ABSTRAK Kelompok usia remaja dan dewasa awal merupakan masa transisi yang rentan dengan masalah kesehatan mental dan reproduksi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi mengenai kesehatan mental dan reproduksi untuk meningkatkan pengetahuan dan mencegah kedua masalah kesehatan tersebut pada mitra. Pendekatan yang dilakukan pada pengabdian masyarakat ini adalah satu siklus action research di mana tim pengabdian melibatkan mitra dalam penentuan prioritas masalah yang diselesaikan serta bagaimana cara menyelesaikannya. Sesi edukasi dilakukan terhadap 18  orang anggota organisasi remaja AMIN tersebut. Hasil pengabdian ini adalah meningkatnya rerata skor pengetahuan remaja mengenai kesehatan mental dan reproduksi dari 9,11 menjadi 11,50 (skor maksimal 15) [p=0,001], serta tercapainya indikator keaktifan partisipan dalam berpartisipasi pada kegiatan pengabdian masyarakat ini. Sebagai kesimpulan, sesi edukasi bermanfaat meningkatkan pengetahuan partisipan tentang kesehatan mental dan reproduksi. Dibutuhkan peran serta multisektor untuk mendampingi remaja dalam menerapkan perilaku hidup sehat untuk menjaga kesehatan mental dan seksual.