Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tradisi Meganan dan Muatan Pendidikan Nilai sebagai Enrichment dalam Pembelajaran Sejarah di Kabupaten Trenggalek Danan Tricahyono
Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE) Vol 3, No 1 (2021): JANUARI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijsse.v3i1.3893

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini untuk memberikan konstribusi dalam pembelajaran sejarah dengan mengeksplorasi pendidikan nilai dalam tradisi megengan. Pendidikan nilai bermanfaat sebagai sarana membentuk karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan melalui wawancara terhadap beberapa informan untuk mengetahui tata cara pelaksanaan megengan serta melakukan kajian literatur dari artikel, buku untuk melengkapi informasi tentang pendidikan nilai serta gagasan konseptual pembelajaran sejarah berbasis tradisi megengan. Hasil penelitian menunjukan jika megengan dari masa ke masa mengalami pergeseran dari segi pelaksanaanya. Tradisi megengan di dalamnya mengandung pendidikan nilai seperti: spritualitas, simpati, toleransi. Sebagai enrichment dalam pembelajaran sejarah tradisi megengan dapat dikemas menggunakan pendekatan konstruktivisme dengan model siklus belajar. Tahap-tahap model siklus belajar meliputi: (a) diskaveri, (b) Pengenalan Konsep; dan (c) Aplikasi KonsepĀ 
BURUH DALAM SEJARAH INDONESIA: STUDI TENTANG AKTIVITAS BURUH PADA MASA PEMERINTAH KOLONIAL BELANDA PERIODE 1870-1942 Danan Tricahyono
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 16, No 2 (2020): ISTORIA Edisi September, Vol. 16. No. 2
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/istoria.v16i2.35500

Abstract

Abstrak-Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perburuhan di Nusantara pada masa pemerintah kolonial Belanda pada periode 1870-1942. Penelitian ini menggunakan studi pustaka dengan menggunakan buku serta artikel penelitian sebagai bahan referensi. Dari sistem tanam paksa ke penerapan undang-undang agraria posisi buruh bertransformasi dari pekerja rodi menjadi pekerja yang sifatnya kontrak. Memasuki awal abad 20 terjadi gerak tranformasi buruh. Arus urbanisasi berdampak pada bertambahnya jumlah buruh. Kondisi tersebut dapat menjadi ladang subur bagi perkembangnya revolusioner kiri. Para buruh banyak menuntut perbaikan nasib dalam hubungannya dengan pemberian upah yang layak. Memasuki masa depresi ekonomi 1930 para buruh mengalami nasib yang berbeda. Sebagian mengalami Putus Hubungan Kerja (PHK) dan penurunan upah. Guna mengatasi masalah tersebut diberikan beberapa solusi seperti pengumpulan dana yang digunakan untuk membuka lahan, untuk menciptakan lapangan pekerjaan, untuk membuka pelatihan bagi para petani serta ada inisiatif pendirian koperasi sebagai sarana menciptakan usaha-usaha ekonomi.Kata kunci: Sejarah, Buruh, Kolonial Belanda
Meniti Jalan Nasionalisasi Aset Perusahaan Belanda Di Indonesia: Menguntungkan Atau Merugikan Danan Tricahyono
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v10i2.13401

Abstract

Abstrak: Indonesia sebagai negara merdeka memiliki cita-cita berdikari dalam berbagai bidang kehidupan. Salah satunya di bidang ekonomi sebagai pilar pembangunan. Cara yang ditempuh untuk menata kehidupan ekonomi dilakukan dengan penuh liku-liku. Langkah-langkah yang ditempuh diantaranya dengan menasionalisasi berbagai bangunan umum vital milik asing dengan pembayaran ganti rugi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis jalan yang ditempuh oleh pemerintah guna melakukan nasionalisasi, pelaksanaan nasionalisasi dalam berbagai sektor perusahaan milik Belanda, dan pengaruh nasionalisasi perusahaan terhadap berbagai bidang kehidupan seperti ekonomi, politik, dan sosial. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari lima langkah: heuristik (pengumpulan sumber), kritik (verifikasi sumber), interpretasi (penafsiran), dan historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukan jika cikal bakal nasionalisasi perusahaan-perusahaan dimulai sejak masa pergerakan nasional yang mengarah pada konsep Indonesianisasi, proses pelaksanaan nasionaliasi mengacu pada Undang-Undang Nomor 86 Tahun 1958 Tentang Nasionalisasi Perusahaan-Perusahaan Milik Belanda. Mengenai teknis pelaksanaan nasionalisasi perusahaan Belanda diatur pada Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1959 tentang pembentukan Badan Nasionalisasi Perusahaan Belanda. Perusahaan yang dinasionalisasi bergerak dalam bidang pertanian dan perkebunan, perdagangan, industri dan tambang, perbankan, listrik dan gas, transportasi, dan konstruksi. Pengaruh dari nasionaliasi berupa keluarnya modal, goyahnya neraca keuangan, dan administrasi perusahaan. Perusahaan yang dinasionaliasi dalam perjalannya berubah menjadi BUMN.Kata kunci: nasionalisasi, perusahaan, BelandaAbstract: Indonesia as an independent country has aspirations to be independent in various fields of life. One of them is in the economic sector as a pillar of development. The method taken to organize economic life was carried out in a twisted manner. The steps taken include nationalizing various vital public buildings owned by foreigners with compensation payments. This study aims to analyze the path taken by the government to nationalize, the implementation of nationalization in various sectors of Dutch-owned companies, and the effects of company nationalization on various fields of life such as the economy, politics, and society. This research uses the historical method which consists of five steps: heuristics (source collection), criticism (source verification), interpretation (interpretation), and historiography (historical writing). The results showed that if the nationalization of companies started from the time of the national movement that led to the concept of Indonesianization, the process of implementing nationalization referred to Law Number 86 of 1958 concerning the Nationalization of Dutch Owned Companies. Regarding the technical implementation of the nationalization of Dutch companies, it is regulated in Government Regulation Number 3 of 1959 concerning the formation of the Dutch Company Nationalization Agency. The nationalized companies are engaged in agriculture and plantation, trade, industry and mining, banking, electricity and gas, transportation, and construction. The effects of nationalization are in the form of capital outflows, unstable balance sheets, and company administration. Companies that are nationalized on the way turn into BUMN.Keywords: nationalization, company, Netherlands
Strengthening Historical Awareness Through Learning Based On Tourism Work Of Hindu-Buddhist Historical Sites In Tulungagung Danan Tricahyono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 2 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.705 KB) | DOI: 10.20961/shes.v3i2.46229

Abstract

The purpose of learning history is to make students have historical thinking skills. To achieve historical thinking skills, students need to be equipped with capital to have historical awareness. One of the efforts to instill historical awareness can be done by learning field trip. Field trip implementation by inviting students to visit historical sites. Objects that are used as tourism objects are Hindu-Buddhist sites in Tulungagung. The site is in the form of ancient caves and temples. The purpose of this paper is to provide alternative conceptual ideas for history teachers to strengthen historical awareness through the field trip method. Through well-packaged learning activities, it can provide direct experience for participants to get closer to historical sites. From each site visited there is a story and a red thread will be found in the narrative of the relationship between history and the local context and national history. So that it will lead to an appreciation of the meaning and essence of history that is used for guidance in the present and future life.