This Author published in this journals
All Journal Aksara Aksara
I Gde Wayan Soken Bandana
Balai Bahasa Bali Jalan Trengguli I No. 34, Denpasar, Bali, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KALIMAT IMPERATIF DALAM WACANA PERKAWINAN ADAT BALI I Gde Wayan Soken Bandana
Aksara Vol 28, No 2 (2016): Aksara, Edisi Desember 2016
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.62 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i2.133.227-239

Abstract

Penelitian ini membahas masalah kalimat dalam wacana perkawinan adat Bali. Salah satu kalimat yang digunakan dalam komunikasi pada proses ngidih ‘meminang’ dan majauman ‘pamitan pihak pengantin perempuan kepada leluhurnya’ adalah kalimat imperatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kalimat dan makna, bentuk, dan penanda kalimat imperatif dalam wacana perkawinan adat Bali. Pada tahap penyediaan data digunakan metode studi pustaka dan metode observasi dengan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif analitik dan teknik interpretatif dengan mengacu pada teori linguistik antropologi. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kalimat imperatif dalam wacana perkawinan adat Bali berupa kalimat imperatif biasa, halus, permohonan atau permintaan, ajakan atau harapan, pelarangan, dan pembiaran. Makna yang terkandung dalam kalimat tersebut adalah makna perintah, permohonan, ajakan, harapan, pelarangan, dan pembiaran. Bentuk dan penanda kalimat imperatif berupa afiks dan kata dengan kelas kata adverbia, adjektiva, dan verba. Dalam wacana perkawinan adat Bali, keenam kalimat imperatif digunakan secara berimbang.  
KALIMAT IMPERATIF DALAM WACANA PERKAWINAN ADAT BALI I Gde Wayan Soken Bandana
Aksara Vol 28, No 2 (2016): Aksara, Edisi Desember 2016
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v28i2.133.227-239

Abstract

Penelitian ini membahas masalah kalimat dalam wacana perkawinan adat Bali. Salah satu kalimat yang digunakan dalam komunikasi pada proses ngidih ‘meminang’ dan majauman ‘pamitan pihak pengantin perempuan kepada leluhurnya’ adalah kalimat imperatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kalimat dan makna, bentuk, dan penanda kalimat imperatif dalam wacana perkawinan adat Bali. Pada tahap penyediaan data digunakan metode studi pustaka dan metode observasi dengan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif analitik dan teknik interpretatif dengan mengacu pada teori linguistik antropologi. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kalimat imperatif dalam wacana perkawinan adat Bali berupa kalimat imperatif biasa, halus, permohonan atau permintaan, ajakan atau harapan, pelarangan, dan pembiaran. Makna yang terkandung dalam kalimat tersebut adalah makna perintah, permohonan, ajakan, harapan, pelarangan, dan pembiaran. Bentuk dan penanda kalimat imperatif berupa afiks dan kata dengan kelas kata adverbia, adjektiva, dan verba. Dalam wacana perkawinan adat Bali, keenam kalimat imperatif digunakan secara berimbang.