Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

LELAKI HARIMAU: WABAH EKSISTENSIAL SEBAGAI STRATEGI SIMBOLIS EKA KURNIAWAN Moch Zainul Arifin
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.457 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.372.177-188

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menelusuri strategi simbolis Eka Kurniawan dalam novel Lelaki Harimau. Pisau analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Pierre Bourdieu yang mengasumsikan bahwa pengarang di dalam arena sastranya dipengaruhi modal dan habitus supaya dilabeli pengarang melalui strategi tertentu. Berangkat dari hal tersebut, bagaimana strategi Eka Kurniawan dalam novel Lelaki Harimau sehingga mampu memperoleh legitimasi di arena sastra Indonesia sekaligus mendapat nominasi di ajang arena sastra The Man Booker International Prize 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eka mewabahkan eksistensinya melalui habitus dan akumulasi modal pengetahuan sastra yang luas. Hal itu dilakukan dalam upaya sebagai bentuk strategi simbolis Eka untuk mencanangkan posisinya sebagai penulis terlegitimasi spe sik dengan, dapat dikatakan, sebutan “penulis pertama Indonesia yang masuk nominasi The Man Booker Prize”. Kata kunci: strategi, modal, habitus, Eka Kurniawan Abstract This paper tries to trace the symbolic strategy of Eka Kurniawan in the novel Lelaki Harimau. The analysis knife used in this study is Pierre Bourdieu’s theory which assumes that the author in the literary arena is in uenced by capital and habitus so that the writer is labeled through a certain strategy. Departing from this, how is Eka Kurniawan’s strategy in Lelaki Harimau so that it can gain legitimacy in the Indonesian literary arena at the same time being nominated in the literary arena of The Man Booker International Prize 2016? The results showed that Eka made her existance through habitus and extensive accumulation of literary knowledge capital. This was done in an effort as a form of Eka’s symbolic strategy to declare his position as legitimate writer with, it could be said, “the title Indonesia’s rst writer who was nominated by The Man Booker Prize”. Keywords: strategy, modal, habitus, Eka Kurniawan
IDEOLOGI (DAN) ESTETIKA SENO GUMIRA AJIDARMA: SAKSI MATA DALAM RUANG PERJUMPAAN IDEOLOGIS Moch Zainul Arifin
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 15, No 2 (2018): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v15i2.3352

Abstract

Tulisan ini mencoba menguraikan struktur ideologi Seno Gumira Ajidarma dalam Saksi Mata pada masa otoriter Orde Baru. Pisau analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kritik sastra materialisme Terry Eagleton yang mengasumsikan bahwa teks sastra tidak bertindak pasif, tetapi bertindak aktif menentukan proses produksi dan struktur ideologi yang melingkupinya. Dengan demikian, kritik sastra Eagleton melihat karya sastra dari aspek eksternal dan juga aspek internalnya. Berangkat dari hal itu, bagaimana Saksi Mata menawarkan bentuk kritik yang, tentu ideologis, dihadirkan guna mengguncang kekuasaan absolut Orde Baru? Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, struktur ideologi dalam cerpen Saksi Mata meliputi prkatik material eksternal dan internal teks. Aspek eksternal teks merupakan hasil artikulasi dominasi Orde Baru. Untuk itu, Saksi Mata juga tidak luput dari pengaruh mobilisasi Soeharto, akan tetapi Seno dengan Saksi Mata mampu melawan kebijakan tersebut. Kedua, konstruksi internal teks yang sebetulnya ruang perjumpaan dan negosiasi ideologi-ideologi yang ada,  Saksi Mata berupaya menunjukkan kengerian totaliter Orde Baru. Akan tetapi, tentu dalam ruang politik yang represif, kritik dalam semangat kemanusiaan, keadilan dan kebebasan berpendapat ditransfor-masi dan dibungkus dalam cerpen Saksi Mata dengan bangunan satire dan khas komedi, sekaligus mengungkapkan kengeriannya.Kata Kunci: Struktur Ideologi, Estetika, Terry Eagleton
IDEOLOGI (DAN) ESTETIKA SENO GUMIRA AJIDARMA: SAKSI MATA DALAM RUANG PERJUMPAAN IDEOLOGIS Moch Zainul Arifin
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 15, No 2 (2018): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v15i2.3357

Abstract

AbstrakTulisan ini mencoba menguraikan struktur ideologi Seno Gumira Adjidarma dalam Saksi Mata pada masa otoriter Orde Baru. Pisau analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kritik sastra materialisme Terry Eagleton yang mengasumsikan bahwa teks sastra tidak bertindak pasif, tetapi bertindak aktif menentukan proses produksi dan struktur ideologi yang melingkupinya. Dengan demikian, kritik sastra Eagleton melihat karya sastra dari aspek eksternal dan juga aspek internalnya. Berangkat dari hal itu, bagaimana Saksi Mata menawarkan bentuk kritik yang, tentu ideologis, dihadirkan guna mengguncang kekuasaan absolut Orde Baru? Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, struktur ideologi dalam cerpen Saksi Mata meliputi prkatik material eksternal dan internal teks. Aspek eksternal teks merupakan hasil artikulasi dominasi Orde Baru. Untuk itu, Saksi Mata juga tidak luput dari pengaruh mobilisasi Soeharto, akan tetapi Seno dengan Saksi Mata mampu melawan kebijakan tersebut. Kedua, konstruksi internal teks yang sebetulnya ruang perjumpaan dan negosiasi ideologi-ideologi yang ada,  Saksi Mata berupaya menunjukkan kengerian totaliter Orde Baru. Akan tetapi, tentu dalam ruang politik yang represif, kritik dalam semangat kemanusiaan, keadilan dan kebebasan berpendapat ditransfor-masi dan dibungkus dalam cerpen Saksi Mata dengan bangunan satire dan khas komedi, sekaligus mengungkapkan kengeriannya.Kata Kunci: Struktur Ideologi, Estetika, Terry Eagleton
LELAKI HARIMAU: WABAH EKSISTENSIAL SEBAGAI STRATEGI SIMBOLIS EKA KURNIAWAN Moch Zainul Arifin
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.372.177-188

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menelusuri strategi simbolis Eka Kurniawan dalam novel Lelaki Harimau. Pisau analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Pierre Bourdieu yang mengasumsikan bahwa pengarang di dalam arena sastranya dipengaruhi modal dan habitus supaya dilabeli pengarang melalui strategi tertentu. Berangkat dari hal tersebut, bagaimana strategi Eka Kurniawan dalam novel Lelaki Harimau sehingga mampu memperoleh legitimasi di arena sastra Indonesia sekaligus mendapat nominasi di ajang arena sastra The Man Booker International Prize 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eka mewabahkan eksistensinya melalui habitus dan akumulasi modal pengetahuan sastra yang luas. Hal itu dilakukan dalam upaya sebagai bentuk strategi simbolis Eka untuk mencanangkan posisinya sebagai penulis terlegitimasi spe sik dengan, dapat dikatakan, sebutan “penulis pertama Indonesia yang masuk nominasi The Man Booker Prize”. Kata kunci: strategi, modal, habitus, Eka Kurniawan Abstract This paper tries to trace the symbolic strategy of Eka Kurniawan in the novel Lelaki Harimau. The analysis knife used in this study is Pierre Bourdieu’s theory which assumes that the author in the literary arena is in uenced by capital and habitus so that the writer is labeled through a certain strategy. Departing from this, how is Eka Kurniawan’s strategy in Lelaki Harimau so that it can gain legitimacy in the Indonesian literary arena at the same time being nominated in the literary arena of The Man Booker International Prize 2016? The results showed that Eka made her existance through habitus and extensive accumulation of literary knowledge capital. This was done in an effort as a form of Eka’s symbolic strategy to declare his position as legitimate writer with, it could be said, “the title Indonesia’s rst writer who was nominated by The Man Booker Prize”. Keywords: strategy, modal, habitus, Eka Kurniawan