This Author published in this journals
All Journal Aksara Aksara
Diyan Kurniawati
Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur Jalan Batu Cermin Nomor 25, Sempaja Utara, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMILIHAN IDENTITAS PEREMPUAN DI RUANG PUBLIK DALAM CERPEN-CERPEN KALIMANTAN TIMUR Diyan Kurniawati
Aksara Vol 26, No 2 (2014): Aksara, Edisi Desember 2014
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1408.393 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v26i2.160.201-208

Abstract

Tulisan ini membahas posisi perempuan di ruang publik yang ditampilkan dalam cerpen-cerpen Kalimantan Timur. Dengan perspektif feminisme, penelitian ini menganalisis proses perempuan dalam melakukan pemilihan identitas. Analisis dilakukan dengan membahas bagaimana perempuan diposisikan dalam sebuah konstruksi sosial dan sikap perempuan terhadap posisi tersebut. Hasil analisis menunjukkan perempuan diposisikan secara marginal di ruang publik. Perempuan mengambil sikap meresistensi atau menolak perlakuan tersebut. Analisis juga menunjukkan bahwa ada pula perempuan yang tidak dapatkeluar dari perlakuan patriarki dikarenakan posisinya yang lemah secara sosial ekonomi. Perlakuan patriarki tersebut juga menimbulkan konflik diri. Proses pemilihan identitas berlangsung rumit.
PEMILIHAN IDENTITAS PEREMPUAN DI RUANG PUBLIK DALAM CERPEN-CERPEN KALIMANTAN TIMUR Diyan Kurniawati
Aksara Vol 26, No 2 (2014): Aksara, Edisi Desember 2014
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v26i2.160.201-208

Abstract

Tulisan ini membahas posisi perempuan di ruang publik yang ditampilkan dalam cerpen-cerpen Kalimantan Timur. Dengan perspektif feminisme, penelitian ini menganalisis proses perempuan dalam melakukan pemilihan identitas. Analisis dilakukan dengan membahas bagaimana perempuan diposisikan dalam sebuah konstruksi sosial dan sikap perempuan terhadap posisi tersebut. Hasil analisis menunjukkan perempuan diposisikan secara marginal di ruang publik. Perempuan mengambil sikap meresistensi atau menolak perlakuan tersebut. Analisis juga menunjukkan bahwa ada pula perempuan yang tidak dapatkeluar dari perlakuan patriarki dikarenakan posisinya yang lemah secara sosial ekonomi. Perlakuan patriarki tersebut juga menimbulkan konflik diri. Proses pemilihan identitas berlangsung rumit.