This Author published in this journals
All Journal Aksara Aksara
Purwaningsih Purwaningsih
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSGENDER DALAM NOVEL CALABAI KARYA PEPI AL BAYQUNIE: KAJIAN IDENTITAS Purwaningsih Purwaningsih
Aksara Vol 29, No 2 (2017): Aksara, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.555 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v29i2.74.183-196

Abstract

Makalah ini membahas isu identitas gender yang terdapat dalam Novel Calabai yang ditulis oleh Pepi Al Bayqunie pada tahun 2016. Calabai merupakan novel yang mengisahkan tentang jiwa perempuan yang terperangkat dalam tubuh laki-laki. Dengan menggunakan konsep identitas Stuart Hall sebagai titik tolak, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses perubahan tokoh Saidi sebagai seorang laki-laki dalam membentuk identitas perempuannya di dalam keluarga dan masyarakat sekitarnya yang masih menganut konsep oposisi binar maskulin dan feminim yang ajeg. Pengumpulan data dilakukan dengan metode studi pustaka dengan teknik catat sedangkan metode analisis data menggunakan metode deskriptif analitis kritis dengan teknik interpretasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa novel Calabai menawarkan suatu wacana tentang identitas yang dinamis. Identitas yang dinamis direpresentasikan melalui sosok tokoh Saidi sebagai penanda (signifier) bahwa gender manusia bukan merupakan suatu fenomena yang bersifat statis. Dalam proses perjalananya untuk mencapai identitas gendernya, Saidi banyak memiliki kendala dan hambatan. Dengan caranya, Saidi mencoba melakukan perlawanan terhadap tatanan gender di masyarakat tempat ia berada. Strategi yang dilakukan tokoh Saidi untuk menunjukan identitas dirinya merupakan cerminan bahwa sebuah identitas bersifat cair. Identitas terus berproses dan selalu dikonstruksikan dalam ruang dan waktu. 
TRANSGENDER DALAM NOVEL CALABAI KARYA PEPI AL BAYQUNIE: KAJIAN IDENTITAS Purwaningsih Purwaningsih
Aksara Vol 29, No 2 (2017): Aksara, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v29i2.74.183-196

Abstract

Makalah ini membahas isu identitas gender yang terdapat dalam Novel Calabai yang ditulis oleh Pepi Al Bayqunie pada tahun 2016. Calabai merupakan novel yang mengisahkan tentang jiwa perempuan yang terperangkat dalam tubuh laki-laki. Dengan menggunakan konsep identitas Stuart Hall sebagai titik tolak, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses perubahan tokoh Saidi sebagai seorang laki-laki dalam membentuk identitas perempuannya di dalam keluarga dan masyarakat sekitarnya yang masih menganut konsep oposisi binar maskulin dan feminim yang ajeg. Pengumpulan data dilakukan dengan metode studi pustaka dengan teknik catat sedangkan metode analisis data menggunakan metode deskriptif analitis kritis dengan teknik interpretasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa novel Calabai menawarkan suatu wacana tentang identitas yang dinamis. Identitas yang dinamis direpresentasikan melalui sosok tokoh Saidi sebagai penanda (signifier) bahwa gender manusia bukan merupakan suatu fenomena yang bersifat statis. Dalam proses perjalananya untuk mencapai identitas gendernya, Saidi banyak memiliki kendala dan hambatan. Dengan caranya, Saidi mencoba melakukan perlawanan terhadap tatanan gender di masyarakat tempat ia berada. Strategi yang dilakukan tokoh Saidi untuk menunjukan identitas dirinya merupakan cerminan bahwa sebuah identitas bersifat cair. Identitas terus berproses dan selalu dikonstruksikan dalam ruang dan waktu.