Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH INJEKSI SURFAKTAN DAN POLIMER PADA RECOVERY FACTOR MINYAK SUMUR ASL Isnani Agriandita; Alfi Syahri Layali
Jurnal Migasian Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v1i2.8

Abstract

Pengembangan teknologi proses produksi surfaktan MES (Metil Ester Sulfonat) dari minyak sawit untuk aplikasi EOR/IOR pada lapangan ASL telah dilakukan sebelumnya melalui penelitian secara terus menerus dan berkesinambungan. Studi laboratorium recovery minyak dilakukan dalam 6 metode penginjeksian yaitu dengan Surfaktan (0.3%) + Polimer P1 (0.2%), Surfaktan (0.3%) + Polimer P2 (0.2%), Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%), Surfaktan (0.3%) Polimer P2 (0.15%) + Polimer P2 (0.2%), Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%), Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P2 (0.15%) + Polimer P2 (0.2%). Viskositas pada pengukuran polimer 1 (P1) sebesar 28,79 cp, polimer 2 (P2) sebesar 18,41 cp, surfaktan+Polimer 1 sebesar 11,07 cp, surfaktan+polimer 2 sebesar 9,28 cp. Recovery minyak pada injeksi Surfaktan (0.3%) + Polimer P1 (0.2%) sebesar 0,50 ml atau 11,0%, injeksi %), Surfaktan (0.3%) + Polimer P2 (0.2%) sebesar 0,45 ml atau 9,2%, injeksi Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%) sebesar 0,90 ml atau 17,3%, injeksi Surfaktan (0.3%) Polimer P2 (0.15%) + Polimer P2 (0.2%) sebesar 0,85 ml atau 15,7%, injeksi Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%) sebesar 1,15 ml atau 23,0%, injeksi Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P2 (0.15%) + Polimer P2 (0.2%) sebesar 1,05 ml atau 19,8%. Recovery minyak yang didapat dari tahap waterflood berada pada kisaran 50.50% sampai 59.60% IOIP (Initial Oil In Place). Oil Recovery yang didapat oleh uji core flood menggunakan injeksi chemical berada di angka 9.2% - 23%, sehingga total recovery yang diperoleh 61.2% sampai 76.90%. Dari injeksi chemical yang paling efektif dilakukan yaitu dengan injeksi Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%) dengan recovery factor (RF) 1,15 ml atau 23%.
Pemetaan Bawah Permukaan Dan Perhitungan Cadangan Hidrokarbon Pada Cekungan Bonaparte Bagian Utara Formasi Plover Milena Henriques Martins; Isnani Agriandita; M syaifudin; C Prasetyadi
Jurnal Migasian Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v5i2.148

Abstract

Abstrak : Lapangan ini berada pada Cekungan Bonaparte Utara, wilayah pengembangan bersama antara pemerinta Timor-Leste dengan Pemerintah Australia di perairan laut timor. Formasi yang umum di jumpai pada Cekungan Bonaparte utara sebagai reservoar yaitu Formasi Plover dengan litologi batu pasir yang berumur Jurasik.Analisis petrofisik reservoar Formasi Plover Cekungan Bonaparte Utara lapangan “X” di daerah penelitian ,peneliti mengunakan tiga sumur dan tiga (3) horizon yaitu formasi Plover , formasi echuca shoal dan formasi cope londondary serta seismik 2D terdiri dari 7 lines seismik.Hasil interpertasi petrofisika berdasarkan cut-off pada A1 didapatkan harga porositas sebesar 12%, saturasi air sebesar 60%, dan V-shale sebesar 9,4%. Sedangkan pada sumur A8 nilai porositas sebesar 8,4%, nilai saturasi air 47,5% dan nilai V-shale 9,4%. Sedangkan pada sumur A14 nilai porositas sebesar 11,3%, nilai saturasi air 32,6% dan nilai V-shale 2,7%.Kegiatan perhitungan cadangan hidrokarbon dilakukan setelah proseses interpretasi geologi bawah permukaan telah selesai.sehinga dapat diketakui kuantitas dari minyak dan gas bumi yang ada pada daerah penelitian .Hasil perhitungan cadangan hidrokarbon diperoleh peta permukaan meliputi ,Top Structure , Peta Net To Gross ,Peta Overlay Peta Top Structure Lowest Know Gas. Berdasarkan hasil perhitungan mengunakan metode volumetric pada plover formation diperoleh nilai Original gas in place(OGIP) Sebesar 11,029,834 SCF.
PENGARUH INJEKSI SURFAKTAN DAN POLIMER PADA RECOVERY FACTOR MINYAK SUMUR ASL Isnani Agriandita; Alfi Syahri Layali
Jurnal Migasian Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v1i2.8

Abstract

Pengembangan teknologi proses produksi surfaktan MES (Metil Ester Sulfonat) dari minyak sawit untuk aplikasi EOR/IOR pada lapangan ASL telah dilakukan sebelumnya melalui penelitian secara terus menerus dan berkesinambungan. Studi laboratorium recovery minyak dilakukan dalam 6 metode penginjeksian yaitu dengan Surfaktan (0.3%) + Polimer P1 (0.2%), Surfaktan (0.3%) + Polimer P2 (0.2%), Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%), Surfaktan (0.3%) Polimer P2 (0.15%) + Polimer P2 (0.2%), Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%), Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P2 (0.15%) + Polimer P2 (0.2%). Viskositas pada pengukuran polimer 1 (P1) sebesar 28,79 cp, polimer 2 (P2) sebesar 18,41 cp, surfaktan+Polimer 1 sebesar 11,07 cp, surfaktan+polimer 2 sebesar 9,28 cp. Recovery minyak pada injeksi Surfaktan (0.3%) + Polimer P1 (0.2%) sebesar 0,50 ml atau 11,0%, injeksi %), Surfaktan (0.3%) + Polimer P2 (0.2%) sebesar 0,45 ml atau 9,2%, injeksi Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%) sebesar 0,90 ml atau 17,3%, injeksi Surfaktan (0.3%) Polimer P2 (0.15%) + Polimer P2 (0.2%) sebesar 0,85 ml atau 15,7%, injeksi Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%) sebesar 1,15 ml atau 23,0%, injeksi Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P2 (0.15%) + Polimer P2 (0.2%) sebesar 1,05 ml atau 19,8%. Recovery minyak yang didapat dari tahap waterflood berada pada kisaran 50.50% sampai 59.60% IOIP (Initial Oil In Place). Oil Recovery yang didapat oleh uji core flood menggunakan injeksi chemical berada di angka 9.2% - 23%, sehingga total recovery yang diperoleh 61.2% sampai 76.90%. Dari injeksi chemical yang paling efektif dilakukan yaitu dengan injeksi Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%) dengan recovery factor (RF) 1,15 ml atau 23%.
Efisiensi Sumber Daya Energi Fosil Dengan Banana Peeling Electrical Energy Harvesting (BPEEH) Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Indramayu Isnani Agriandita
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v8i2.256

Abstract