Siti Robikah
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Lokalitas Tafsir Nusantara Dalam Kitab Taj Al-Muslimin min Kalami Rabbi Al-Alamin Siti Robikah; Kuni Muyassaroh
Nun : Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Asosiasi Ilmu Alqur'an dan Tafsir se-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.449 KB) | DOI: 10.32495/nun.v5i2.91

Abstract

The treasure of interpretation in Indonesia from generation to generation has developed and is very relevant to be studied further. The development of interpretation studies will have a positive impact on the advancement of Indonesian culture as well. So many interpretations in regional languages are evenly distributed in Indonesia, one of them is the interpretation of Taj Al-Muslimin min Kalami Rabbi Al-Alamin, the second work of KH Misbah Musthafa. This interpretation which only consisted of 4 volumes did not finish until 30 juz because KH Misbah Mustafa had died. This interpretation work uses Javanese and is written using the pegon script. Pegon script is a script only known since the colonial period which was used by Indonesians to give news to others so that the invaders could not read. This then developed into a pattern of writing the interpretation of the archipelago, especially in Java. By using a historical approach and a qualitative method with descriptive analysis, this paper examines in detail the aspects of locality in the second interpretation of KH Misbah Mustafa. Finally, it can be mapped into three aspects of locality, namely locality in appearance, communication and interpretation, all of which are contained in the second book of interpretation by KH Misbah Mustafa.
SHIFTING PARADIGM DALAM TAFSIR AL-QURAN ; ANALISIS TERHADAP PERKEMBANGAN TAFSIR FEMINIS DI INDONESIA Siti Robikah
Jurnal Tafsere Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.602 KB)

Abstract

Tafsir al-Quran mengalami perkembangan yang signifikan dari masa klasik hingga kontemporer. Shift paradigm berupa perubahan paradigma tafsir yang digunakan oleh mufasir klasik hingga kontemporer. Metode dan pendekatan yang digunakan oleh mufasir tidaklah stagnan dalam satu pemahaman akan tetapi mengalami kemajuan yang signifikan. Terlihat pada masa klasik Mufasir masih banyak menggunakan metode tahlili dan pendekatan fikih namun pada era kontemporer ini Mufasir cenderung menggunakan metode maudhu’i dengan pendekatan interdisiplin keilmuan. Salah satu pendekatan yang menjadi fokus penelitian ini yaitu pendekatan feminisme yang mana pada akhir dekade ini masih banyak menjadi perbincangan dengan pro dan kontra di dunia akademisi. Dengan menggunakan metode kepustakaan dan teori revolusi ilmu Thomas Kuhn, penelitian ini menjelaskan mengenai pergeseran paradigma yang ada pada keilmuan tafsir khususnya di Indonesia. berawal dari munculnya tafsir awal yaitu tafsir yang ditulis oleh Abdur Rauf as Singkili sebagai tafsir pertama yang masih menggunakan metode tahlili dan pendekatan tasawufnya hingga muncullah mufasir perempuan dengan pendekatan feminisnya yang masih menjadi kontroversi yaitu Siti Musdah Mulia. Dalam menafsirkan ayat, Musdah Mulia mempunyai kriteria tersendiri dan berbeda dengan tafsir sebelumnya. Dalam menafsirkan poligami sebagai contoh Musdah Mulia membahas permasalahan poligami melalui penafsirannya terhadap ayat-ayat poligami QS al Nisa’/4 (3), yang di dalamnya dijelaskan kebolehan melakukan poligami dengan dua, tiga atau empat perempuan. Namun hal ini disanggah oleh Musdah Mulia dengan pernyataannya bahwa poligami hukumnya haram lighoirihi.