Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Binakes

Peningkatan Kapasitas Remaja Dalam Perilaku Pencegahan Childhood Diabetes Melalui Pemanfaatan Modul Edukasi Diabetes Dewi, Mursidah; Yellyanda, Yellyanda
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 01 (2023): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v3i02.682

Abstract

Latar Belakang: Edukasi dengan tujuan promosi hidup sehat, perlu selalu dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan bagian yang sangat penting dari penatalaksanaan Diabetes Melitus. Pendidikan teman sebaya dan pendekatan perilaku untuk perubahan gaya hidup merupakan upaya edukasi yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan pada kelompok remaja dalam meningkatkan keterlibatan remaja untuk promosi kesehatan dan deteksi dini pencgahan Diabetes. Peran perawat sebagai edukator dan fasilitator sangat dibutuhkan dalam memberikan bimbingan dan pendampingan. Metode: Pemanfaatan Modul Edukasi Diabetes digunakan sebagai media bagi remaja untuk mendapatkan penguatan materi tentang pencegahan Diabetes Mellitus. Hasil: Hasil pengukuran pengetahuan dan sikap remaja setelah dilakukan bimbingan dan pendampingan, Pengetahuan remaja mengalami peningkatan sebesar 1,26 (12,6%). 75% remaja memiliki sikap yang baik dalam pencegahan chilhood diabetes. Hasil analisis lebih lanjut dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan yang bermakna pengetahuan Remaja tentang perilaku pencegahan Chilhood Diabetes melalui pemanfaatan modul edukasi (p value: 0.000, α: 0.05). Kesimpulan: Kegiatan pemberdayaan remaja harus dilakukan secara berkesinambungan. Peningkatan ketrampilan remaja dan inovasi kegiatan posyandu remaja diharapkan dapat mengembangkan potensi remaja yang berkualitas, inovatif dan aktif dalam perilaku pencegahan childhood diabetes
Stimulasi Kognitif Menuju Lanjut Usia Sehat Berkualitas Dewi, Mursidah
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 02 (2023): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v3i02.733

Abstract

Pemberian latihan kognitif pada lansia diharapkan dapat meningkatkan adaptasi lansia dengan perubahan fisik yang dialami sehingga ia dapat produktif dalam keterbatasan yang dimilikinya.. Salah satu cara untuk mengoptimalkan fungsi kognitif lansia adalah dengan menggunakan terapi modalitas yaitu terapi aktivitas kelompok. Pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat mengidentifikasi kognitif lansia pada aspek orientasi, registrasi, kalkulasi/perhatian, memori dan bahasa. Pada setiap aspek kegiatan stimulasi kognitif yang telah dilakukan, diketahui bahwa sebanyak 80 % lansia mampu pada aspek orientasi, 90% lansia mampu menyebutkan dan mengenali gambar pada aspek registrasi. Pada Aspek perhatian/kalkulasi 70% lansia dapat konsentrasi dan berhitung dengan baik, hanya 20% lansia mampu dan percaya diri menyebutkan gambar dan mengutarakan pendapat/ceritanya tentang gambar yang disajikan. 80% kemampuan pada aspek memori dan bahasa baik. Perlu peningkatan kognitif lebih lanjut pada aspek registrasi yaitu kemampuan lansia untuk bercerita dan mengungkapkan pendapatnya mengenai kondisi atau topik tertentu.Stimulasi kognitif dengan Terapi Aktivitas Kelompok menjadi salah upaya dalam rangka inovasi kegiatan rutin Lansia untuk peningkatan kesehatan menuju lansia sehat berkualitas yang dapat dilaksanakan terintegrasi dengan kegiatan rutin Panti, melalui interaksi, komunikasi, latihan yang terjadual menuju lansia sehat berkualitas.
Pemberdayaan Kader Dalam Edukasi Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Pada Lansia Dewi, Mursidah; Rusmimpong, Rusmimpong; Damayantie, Netha
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v5i1.813

Abstract

Posyandu lansia harus memiliki kader terlatih yang peduli tumbuh aktif tanggap. Inisiatif seorang kader menjadi penting dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan praktis sehubungan dengan meningkatkan peran serta masyarakat terutama Lansia. Dasar yang kuat untuk memaksimalkan peran kader sebagai perpanjangan tangan puskesmas dalam pelayanan langsung ke masyarakat khususnya lansia dengan Diabetes Mellitus adalah perlunya pemahaman yang cukup tentang penatalaksanaan , dan kontrol atau keteraturan aktivitas dan pengelolaan diet pada lansia, yang dapat berasal dari pemahaman orang lain tentang penyakit hipertensi maupun dari keluarga. Salah satu cara yang dapat digunakan sebagai perencanaan kegiatan perawatan kesehatan pada lansia adalah Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). TAK merupakan suatu bentuk psikoterapi suportif berupa aktivitas-aktivitas yang membangkitkan kemandirian secara manual, kreatif dan edukasional untuk penyesuaian diri dengan lingkungan dan meningkatkan derajat kesehatan fisik dan mental lansia yang mempunyai masalah yang hampir sama. Evaluasi pengetahuan kader dalam edukasi penatalaksanaan Diabetes pada lansia melalui ketrampilan terapi aktivitas kelompok dilakukan dengan pre test dan post test. Hasil pre test kader memiliki nilai rata-rata pengetahuan 7,60 dengan hasil pretest terendah 6 dan pretest tertinggi 9. Setelah dilakukan kegiatan berupa pemberian materi dan demonstrasi TAK maka dihasilkan pengetahuan kader memiliki rata-rata 9,17. Rentang nilai terendah dan tertinggi pada saat post test juga mengalami peningkatan menjadi 8 sampai 10. Upaya pemberdayaan kader dalam berbagai aktivitas kesehatan perlu ditingkatkan dalam rangka mengembangkan dan menciptakan kader yang berkualitas, inovatif dan aktif.