Blended learning merupakan kombinasi pembelajaran secara tradisional (pembelajaran di dalam kelas) dan pembelajaran yang berbasis elektronik yang menggunakan perangkat teknologi pembelajaran. Metode ini sangat efisien dan efektif untuk meningkatkan kompetensi pegawai, terutama bagi organisasi yang memiliki pegawai yang banyak dan tersebar diberbagai tempat. Implementasi blended Learning pada fase permulaan seringkali hasilnya belum sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan pemahaman peserta Latsar CPNS GolongN II Periode V Tahun Anggaran 2019 di BDK Yogyakarta terhadap materi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan sampel seluruh peserta Latsar. Data dikumpulkan dengan metode survey dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum metode blended learning telah dapat meningkatkan pemahaman peserta Latsar secara baik, namun demikian bila dianalisis sesuai dengan tahapannya, nampak bahwa tahapan pembelajaran online belum dapat memberikan kontribusi yang sangat signifikan, di mana masih ada 27% peserta yang memiliki tingkat pemahaman di bawah level ‘Baik’. Di sisi lain metode pembelajaran face-to-face telah dapat mengatasi kekurangan metode pembelajaran online, sehingga setelah selesai mengikuti metode ini rata-rata pemahaman peserta terhadap materi ANEKA sudah pada level ‘Sangat Baik’dengan skor 8,51. Sebagai tambahan,   masih banyak siswa yang mengalami kendala-kendala sehingga tidak bisa mencapai hasil maksimum. Abstract: Blended learning is a combination of traditional learning and electronic-based learning that uses learning technology tool. This method is very efficient and effective for improving employee competence, especially for organizations that have a large number of employees and are scattered in various places. This study aims to analyze the level of understanding of Latsar CPNS Golongan II participants in Period V of the 2019 Budget Year at BDK Yogyakarta. This research uses descriptive quantitative research methods using a sample of all Latsar participants. Data collected by survey and interview methods. The results show that in general, the blended learning method is able to improve Latsar participants' understanding very well. However, when it is analyzed in accordance with the stages, it appears that the stage of online learning has not been able to make a very significant contribution. There are 27% of participants still have a level of understanding below 'Good'. On the other hand, face-to-face learning methods have overcome the shortcomings of online learning methods so that the participant's understanding on learning material can reach to the level of 'Very Good' with a score of 8.51. In addition, there are still many students who experience obstacles that disturb them in achieving learning outcomes.