Orang tua tentunya berperan penting terhadap kondisi status gizi balitanya maka dari itu perlu adanya pendekatanSystem Family Centered Care yang dapat berkolaborasi antara peran orang tua dengan tenaga profesional. Berdasarkanhasil pemantauan status gizi tahun 2017 persentase balita gizi kurang provinsi Sulawesi barat sebesar 19,9%. Dikabupaten Polewali Mandar menjadi kabupaten dengan balita gizi kurang sebesar 19%, berada pada posisi 4 dari 6Kabupaten. Penelitian dilakukan di Desa Rumpa dan Desa Buku, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar,Provinsi Sulawesi Barat. Metode penelitian yang digunakan ialah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Crosssectional. Penelitian ini mengelompokkan anggota sampel yang dibagi kedalam dua kelompok dengan perlakuan yangberbeda yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Waktu penelitian dimulai pada tanggal 27 Juli-05 September2020. Data diolah menggunakan analisis statistic uji chi-square yang digunakan untuk membandingkan mean atau ratarata nilai pengetahuan ibu balita antar kelompok, baik pada saat sebelum maupun setelah pemberian PendidikanKesehatan. Penelitian dilakukan dengan sampel yaitu ibu yang memiliki balita gizi kurang dengan jumlah respondensebanyak 70 orang yang dengan masing-masing kelompok berjumlah 35 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwatingkat pengetahuan pada kelompok perlakuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan dan setelah diberikan terdapatperubahan ataupun peningkatan pengetahuan pada ibu balita dengan nilai p value=0,048. Namun pada kelompok kontrolpada ibu balita gizi kurang tidak menunjukkan adanya perubahan, Hal ini dikarenakan ibu balita tidak mendapatkanintervensi pendidikan kesehatan sehingga pengetahuan ibu tidak mengalami peningkatan.