Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Profil Istitha’ah Kesehatan Pada Jamaah Haji Kota Palu pada Tahun 2019 Lutfiah Sahabuddin; Irfan Nahwi Rasul
Celebes Health Journal Vol 2 No 2 (2020): Oktober
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-DIKTI) Wilayah IX Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pilgrimage is the fifth pillar of Islam which is a once-in-a-lifetime obligation for every Muslim who is able to fulfill it. In the Alqu'an Surah Al Imran verse 97 it is explained that doing Hajj is a human obligation towards Allah, namely (for) those who are able (istitha'ah) to travel to the Baitullah. Thus, istitha'ah is an important thing in the implementation of the pilgrimage, which in Islamic fiqih, Istitha'ah (including Istitha'ah Health) is stated as one of the mandatory requirements for carrying out the Hajj. This study aims to determine the profile of the health status of the Candidates for Hajj Hajj in Palu City 2019. The research method used was descriptive observational and data collection methods were carried out by total sampling with a total of 770 samples. The results obtained in this study are the profile of the health istitha'ah Candidates for Hajj Pilgrims in Palu City 2019, the highest in Istitha'ah Fulfills the Health Requirements for Hajj as many as 433 Candidates for Hajj (56.2%), Istitha'ah fulfills Hajj health with 332 CJH assistance (43.1%), do not meet the requirements for Hajj Health Istitha'ah while as many as 5 CJH (0.6%), and do not meet the Istitha'ah Hajj Health Requirements as many as 0 samples (0%).
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETIDAK SEMBUHAN PASIEN TB DENGAN METODE DOTS DI PALU Andi Ishak Iskandar; Mukramin Amran; Lutfiah Sahabuddin
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v2i2.50

Abstract

Tuberculosis paru adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang merupakan basil tahan asam, sehingga bakteri ini dapat bertahan hidup berbulan-bulan di luar tubuh manusia. WHO dan International Union Agains Tuberculosis and Lung Disease (IUATLD) telah mengembangkan strategi penanggulangan TB yang dikenal sebagai strategi Directly Observed Treatment Shortcourse chemotheraphy (DOTS). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi ketidak sembuhan pasien TB dengan metode DOT di Puskesmas Palu pada tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah studi observasional dengan rancangan penelitian case control. Pengumpukan data dilakukan dengan cara wawancara langsung pada penderita tuberkulosis paru. Dari 82 sampel yang terdiri dari 41 orang kelompok pasien TB Sembuh dan 41 orang kelompok pasien TB tidak sembuh yang berobat di wilayah kerja puskesmas terpilih selama 11 November – 30 Januari 2016. Penelitian ini menunjukkan : (1) Distribusi penderita didapatkan terbanyak untuk status gizi kurang (52,4%), (2) pengetahuan yang buruk (53,7%), (3) akses ke puskesmas dengan jarak jauh (58,5%), (4) peran PMO yang buruk (47,0%), dan (5) tersedianya OAT di Puskesmas (100%). Hasil analisa chi square didapatkan hasil faktor yang berhubungan dengan ketidak sembuhan pasien TB yaitu faktor status gizi (p value 0,015) dan faktor pengetahuan (p value 0,002). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan daktor status gizi dan faktor pengetahuan dengan ketidak sembuhan pasien TB.