Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMBINAAN PARENTING BAGI ORANG TUA SISWA DI PAUD DAN TK ASSAABIQ SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA Cucu Arumsari; Milah Nurkamilah; Feida Noorlaila Isti’adah
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2018): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.586 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v1i1.235

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) harus dapat memberikan layanan tidak hanya bagi anak di kelompok bermain saja, namun juga bagi orang tua sebagai mitra untuk berkolaborasi dalam proses pendidikan anak yang salah satunya melalui program parenting. TK dan PAUD Assaabiq terletak di desa Cipakat Kecamatan Singaparna belum melaksanakan kegiatan parenting bagi orang tua siswa secara berkala dan terprogram. Padahal, beberapa indikasi menunjukkan bahwa orang tua siswa belum memahami bagaimana fase perkembangan anak. Kemudian, masih banyak orang tua yang bersikap overprotektif sehingga perkembangan kemandirian anak tidak berkembang secara optimal. Selain itu, ketidakpahaman orang tua mengenai perkembangan kognitif anak, seringkali menuntut anak untuk dapat membaca, menulis dan berhitung secara instan serta membebankan tangggung jawab mengajar anak pada guru di sekolah. Oleh karena itu, parenting bagi orang tua siswa PAUD dan TK Assaabiq di Desa Cipakat Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya mengambil tema memahami fase tumbuh kembang anak. Adapun pembinaan yang diberikan yaitu 1) Pola asuh, materi ini diberikan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan bagi orang tua mengenai perkembangan anak usia 2-6 tahun secara psikologis. Setelah orang tua memahami fase tumbuh kembang anak dan mengetahui pola asuh yang tepat, diharapkan pola komunikasi antara orang tua dan anak akan terjalin dengan baik; 2) menumbuhkan kemandirian anak, materi ini bertujuan agar orang tua memahami dan mampu membedakan perlakuan pengasuhan mana yang dapat melatih kemandirian anak, serta pengasuhan mana yang dapat memanjakan anak sehingga kemandiriannya tidak berkembang optimal dan berpengaruh terhadap kemampuan anak menyelesaikan masalah, kemampuan sosial, dan religiusitas anak; dan 3) kemampuan berpikir logis dan simbolik pada anak, materi ini diberikan bertujuan upaya memberikan pengetahuan kepada orang tua mengenai perkembangan kognitif anak khususnya kemampuan logis dan simbolik, serta memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa matematika dapat diajarkan sejak dini, melalui lingkungan alami anak dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir logis dan simbolik anak.
ANALISIS KONFORMITAS NEGATIF KELOMPOK TEMAN SEBAYA PADA SISWA Siska Tutiana; Dewang Sulistiana; Feida Noorlaila Isti’adah
FOKUS (Kajian Bimbingan & Konseling dalam Pendidikan) Vol 6, No 3 (2023): Vol 6, No 3 Mei 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/fokus.v6i3.17687

Abstract

This study aims to describe the Negative Conformity of Peer Groups among HighSchoolStudentsinTasikmalayaRegencybasedonaspectsandindicators,differences based on gender, based on class level, and to design guidance andcounselingservicesaspreventiveservicestoreducenegativepeergroupconformity to students. This study uses a quantitative descriptive method to revealthenegativeconformitypictureofpeergroups.Thepopulationinthisstudyishighschool students in Tasikmalaya Regency which consist of several schools. Thesample in this study was SMA Tasikmalaya high school students, totaling 427students, who were taken by accidental sampling. The results of this study, ingeneral, the negative conformity of peer groups among high school students inTasikmalayaRegencyisinthelowconformitycategoryof92%(392students).Thehighest aspect is agreement while the lowest aspect is obedience. Based on classlevelandgender, thereisnodifferencewiththesig.0.004whichmeansthereisnosignificant difference between the negative conformity of male and female studentsin SMA Tasikmalaya Regency. The limitations of this study are that it is still notable to test group guidance services as preventive services to reduce negative peergroup conformity, and the formulation and implementation plans for the servicesattachedarestill limited.Keywords:conformity,peergroups,students
Analisis Tingkat Kebahagiaan Pada Remaja Dengan Gejala Kedukaan Sali Azi Rahmawati; Feida Noorlaila Isti’adah; Gian Sugiana Sugara
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebahagiaan remaja yang mengalami gejala kedukaan di Panti Asuhan Syubbanul Wathon berdasarkan model PERMA Profiler. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan PERMA Profiler untuk mengukur kebahagiaan dan Prolonged Grief Disorder-13 (PGD-13) untuk mengidentifikasi gejala kedukaan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat kebahagiaan remaja berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata sebesar 137,1. Secara umum, dimensi Relationships dan Meaning merupakan aspek dominan yang berkontribusi terhadap kebahagiaan. Sementara itu, hasil pengukuran PGD menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori probable grief disorder. Temuan ini menegaskan pentingnya layanan bimbingan dan konseling berbasis psikologi positif dalam membantu remaja berduka mencapai kesejahteraan emosional yang lebih adaptif.
Gambaran Umum Growth Mindset dan Minfulness Terhadap Kesejahteraan Psikologi Siswa Shania Putri Kamila; Feida Noorlaila Isti’adah; Dewang Sulistiana
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh growth mindset dan mindfulness terhadap kesejahteraan psikologis siswa SMA. Kesejahteraan psikologis dipahami sebagai kondisi keberfungsian psikologis yang optimal, mencakup penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, kemandirian, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Subjek penelitian berjumlah 204 siswa kelas XI SMAN 1 Mangunjaya yang dipilih melalui teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket growth mindset, mindfulness, dan kesejahteraan psikologis berbasis skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan analisis korelasi, regresi berganda, dan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis siswa berada pada kategori tinggi. Growth mindset memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kesejahteraan psikologis (r = 0,295; p < 0,001), demikian pula mindfulness menunjukkan hubungan positif dan signifikan (r = 0,321; p < 0,001). Secara simultan, growth mindset dan mindfulness berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis siswa dengan kontribusi sebesar 25,7%. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pola pikir berkembang dan kesadaran penuh berperan penting dalam mendukung kesejahteraan psikologis siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan layanan bimbingan dan konseling di sekolah, khususnya melalui bimbingan klasikal yang berfokus pada penguatan growth mindset dan mindfulness.
A Descriptive Study of Social Anxiety in Islamic Secondary Education Students Gilang Nauval Umam; muhammad muhajirin; Feida Noorlaila Isti’adah
POTENSI : Journal of Education and Human Development Vol. 2 No. 1 (2026): January
Publisher : Edupotensia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65067/1zah7h04

Abstract

Social anxiety is a psychological problem commonly experienced by adolescents and has the potential to hinder their social and academic development. Students who experience social anxiety tend to fear negative evaluation, avoid social interactions, and experience stress in various social situations in the school environment. This study aims to determine the general description of social anxiety in students at Madrasah Aliyah (MA) Mathla'ul Falah Wakap, examine differences based on gender, and examine the implications of guidance and counseling services in addressing students' social anxiety. This study used a quantitative approach with descriptive methods. The subjects were MA Mathla'ul Falah Wakap students selected using a sampling technique in accordance with the characteristics of the study. The instrument used was a social anxiety scale developed based on the aspects of fear of negative evaluation, social avoidance and stress in new situations, and social avoidance and stress in situations with familiar people. Data analysis was conducted using descriptive statistics. The results showed that in general, students' social anxiety levels were in the moderate category, with fear of negative evaluation as the most dominant aspect. In addition, there were differences in social anxiety levels based on gender, where female students tended to have higher levels of social anxiety than male students. The findings of this study indicate the important role of guidance and counseling services in preventive and curative efforts to help students manage social anxiety adaptively in the school environment.