Rosadi Rosadi
MTs An-Nahdliyah Cirebon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Metode Diskusi Teman Sejawat untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Rosadi Rosadi
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 3 No. 1 (2021): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : Insania Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.625 KB)

Abstract

Berdasarkan pengalaman peneliti, pola lama yang peneliti terapkan dengan metode ceramah berdampak pada beberapa hal, antara lain; , (1) pada saat pembelajaran berlangsung siswa cenderung pasif, siswa tidak mau bertanya jika ada yang belum bisa dan dimengerti dalam pelajaran, siswa juga tidak mau mencatat hal yang penting dalam pelajaran yang disampaikan oleh guru, siswa cenderung hanya mengingatnya saja, (2) saat guru memberi sebuahpertanyaan kepada siswa, siswa yang antusias menjawab pertanyaan tersebutsangat sedikit, (3) dan saat guru menjelaskan materi, siswa banyak yang mengobrol sendiri di luar topik pembelajaran, sehingga menimbulkan kegaduhan dan pembelajaran di kelas menjadi tidak kondusif. Atas berbagai persoalan tersebut penel iti mencoba melakukan eksperimen yang didesain dalam penelitian tindakan yakni dengan mengimplementasikan metode diskusi teman sejawat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (action researchclassroom). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rancangan tindakan yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart. Pada penelitian tindakan kelas ada tahap-tahap yang harus dilakukan yang disebut siklus. Siklus dalam penelitian ini terdiri dari perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), refleksi (reflecting). Proses pembelajaran dalam rangka meningkatkan keaktifan belajar siswa dengan metode diskusi teman sejawat dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. Pada siklus I diperoleh rata-rata kinerja guru cukup sedang pada tahap/siklus II mengalami peningkatan menjadi baik. Ada peningkatan keaktifan belajar siswa. Pada siklus I, 3% keaktifan belajar siswa baik, 75% cukup, dan 22% kurang. Pada siklus II, terjadi kenaikan yang signifikan yakni 6% sedang, dan 94% baik/tinggi.
Implementasi Metode Diskusi Teman Sejawat untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Rosadi Rosadi
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 3 No. 1 (2021): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v3i1.35

Abstract

Berdasarkan pengalaman peneliti, pola lama yang peneliti terapkan dengan metode ceramah berdampak pada beberapa hal, antara lain; , (1) pada saat pembelajaran berlangsung siswa cenderung pasif, siswa tidak mau bertanya jika ada yang belum bisa dan dimengerti dalam pelajaran, siswa juga tidak mau mencatat hal yang penting dalam pelajaran yang disampaikan oleh guru, siswa cenderung hanya mengingatnya saja, (2) saat guru memberi sebuahpertanyaan kepada siswa, siswa yang antusias menjawab pertanyaan tersebutsangat sedikit, (3) dan saat guru menjelaskan materi, siswa banyak yang mengobrol sendiri di luar topik pembelajaran, sehingga menimbulkan kegaduhan dan pembelajaran di kelas menjadi tidak kondusif. Atas berbagai persoalan tersebut penel iti mencoba melakukan eksperimen yang didesain dalam penelitian tindakan yakni dengan mengimplementasikan metode diskusi teman sejawat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (action researchclassroom). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rancangan tindakan yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart. Pada penelitian tindakan kelas ada tahap-tahap yang harus dilakukan yang disebut siklus. Siklus dalam penelitian ini terdiri dari perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), refleksi (reflecting). Proses pembelajaran dalam rangka meningkatkan keaktifan belajar siswa dengan metode diskusi teman sejawat dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. Pada siklus I diperoleh rata-rata kinerja guru cukup sedang pada tahap/siklus II mengalami peningkatan menjadi baik. Ada peningkatan keaktifan belajar siswa. Pada siklus I, 3% keaktifan belajar siswa baik, 75% cukup, dan 22% kurang. Pada siklus II, terjadi kenaikan yang signifikan yakni 6% sedang, dan 94% baik/tinggi.