Heri Trianingsih
Madrasah Aliyah Al Hikmah 2 Benda Brebes

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Keaktifan Belajar dan Hasil Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran Keterampilan Agribisnis Perikanan Air Tawar Melalui Penerapan Model Problem Based Learning Pada Peserta Didik Kelas XI MA Al Hikmah 2 Benda Semester Genap Tahun 2019/2020 Heri Trianingsih
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 3 No. 3 (2021): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : Insania Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.232 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Yang diteliti pada penelitian ini adalah keatifan belajar pada penerapan pembelajaran dengan model Problem Based Learning dan peningkatan hasil belajar siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan observasi untuk mengetahui proses pembelajaran model Problem Based Learning dan tes untuk mengetahui hasil belajar siswa. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa: (1) Proses pembelajaran dengan menggunakan model Peoblem Based Learning adalah sebagai berikut:Tahap 1: Orientasi, Tahap 2: Penyajian, Tahap 3: Latihan Terstruktur, Tahap 4: Latihan Terbimbing, Tahap 5: Latihan Mandiri., (2) Dengan menerapkan model Problem Based Learning, keaktifan belajar dan hasil belajar peserta didik kelas XI MA Al Hikmah 2 Benda semester Gasal tahun 2019/2020 mapel Keterampilan Agribisnis Perikanan Air Tawar mengalami peningkatan dari kondisi awal, siklus kesatu dan siklus kedua. Peningkatan tersebut adalah sebagai berikut: Pada kondisi awal keaktifan belajar peserta didik rendah 75%, sedang 15% dan tinggi 10%. Pada siklus kesatu keaktifan belajar peserta didik rendah 18%, sedang 49% dan tinggi 33%. Pada siklus kedua keaktifan belajar peserta didik rendah 0%, sedang 21% dan tinggi 79%. Pada kondisi awal hasil belajar peserta didik yang belum tuntas ada 63%, siswa yang tuntas ada 37%. Pada siklus kesatu, siswa yang belum tuntas ada 58%, siswa yang tuntas ada 42%. Pada siklus kedua, siswa yang belum tuntas ada 0%, siswa yang tuntas ada 100%. Dengan demikian sampai pada siklus kedua, siswa yang hasil belajarnya tuntas mencapai lebih dari 100%.
Meningkatkan Keaktifan Belajar dan Hasil Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran Keterampilan Agribisnis Perikanan Air Tawar Melalui Penerapan Model Problem Based Learning Pada Peserta Didik Kelas XI MA Al Hikmah 2 Benda Semester Genap Tahun 2019/2020 Heri Trianingsih
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 3 No. 3 (2021): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v3i3.44

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Yang diteliti pada penelitian ini adalah keatifan belajar pada penerapan pembelajaran dengan model Problem Based Learning dan peningkatan hasil belajar siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan observasi untuk mengetahui proses pembelajaran model Problem Based Learning dan tes untuk mengetahui hasil belajar siswa. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa: (1) Proses pembelajaran dengan menggunakan model Peoblem Based Learning adalah sebagai berikut:Tahap 1: Orientasi, Tahap 2: Penyajian, Tahap 3: Latihan Terstruktur, Tahap 4: Latihan Terbimbing, Tahap 5: Latihan Mandiri., (2) Dengan menerapkan model Problem Based Learning, keaktifan belajar dan hasil belajar peserta didik kelas XI MA Al Hikmah 2 Benda semester Gasal tahun 2019/2020 mapel Keterampilan Agribisnis Perikanan Air Tawar mengalami peningkatan dari kondisi awal, siklus kesatu dan siklus kedua. Peningkatan tersebut adalah sebagai berikut: Pada kondisi awal keaktifan belajar peserta didik rendah 75%, sedang 15% dan tinggi 10%. Pada siklus kesatu keaktifan belajar peserta didik rendah 18%, sedang 49% dan tinggi 33%. Pada siklus kedua keaktifan belajar peserta didik rendah 0%, sedang 21% dan tinggi 79%. Pada kondisi awal hasil belajar peserta didik yang belum tuntas ada 63%, siswa yang tuntas ada 37%. Pada siklus kesatu, siswa yang belum tuntas ada 58%, siswa yang tuntas ada 42%. Pada siklus kedua, siswa yang belum tuntas ada 0%, siswa yang tuntas ada 100%. Dengan demikian sampai pada siklus kedua, siswa yang hasil belajarnya tuntas mencapai lebih dari 100%.