Azzam, Rohman
Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Coronavirus Disease 2019 Terhadap Jenis Kelamin dan Manifestasi Neurologi : Systematic Review Ali Fendi; Rohman Azzam; Mustikasari Mustikasari
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v11i1.1343

Abstract

Latar Belakang: Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat ini menjadi permasalahan dunia yang serius dengan jumlah kasusnya yang selalu mengalami peningkatan setiap harinya. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh infeksi coronavirus disease 2019 terhadap jenis kelamin dan manifestasi neurologis. Metode: systematic review dengan mengumpulkan penelitian dari tahun 2019-2020 menggunakan database google scholar dan pubmed dengan kata kunci Coronavirus disease 2019 dan manifestasi neurologis sehingga diperoleh Hasil: 576 artikel/jurnal. Dilakukan seleksi sesuai kriteria inklusi maka diperoleh 22 artikel/jurnal. Laki-laki lebih banyak terinfeksi Covid-19 daripada perempuan. Manifestasi neurologis yang ditemukan adalah gangguan sistem saraf pusat (pusing, sakit kepala, gangguan kesadaran, penyakit serebrovaskular akut, kejang dan ataksia), gangguan sistem saraf tepi (Gangguan penciuman, perasa dan gangguan penglihatan) dan cedera otot rangka (Syndrome Guillane Barre (SGB)). Kesimpulan: infeksi coronavirus disease 2019 lebih banyak diderita laki-laki daripada perempuan dengan 3 manifestasi neurologis : gangguan sistem saraf pusat, gangguan sistem saraf tepi dan gangguan cedera otot. Oleh karena itu untuk memutus rantai infeksi agar selalu menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Kata Kunci : Coronavirus disease 2019 dan manifestasi Neurologis.
Penurunan Kejadian Loss to Follow up Melalui Pemberian SMS Reminder dan Edukasi Pasien HIV/AIDS Ekta Suci Wahyuni; Rohman Azzam
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk225

Abstract

HIV / AIDS treatment programs have resulted in reduced HIV-related morbidity and mortality. In addition to understanding the factors associated with loss to follow-up, interventions are also needed to prevent it. The purpose of this study was to determine the reduction in the incidence of loss to follow up by giving SMS reminders and educating HIV / AIDS patients. This type of research is a quantitative study with a quasi experimental design with a pre-test and post-test approach with a control group on 36 patients who have been doing LTFU at the Bekasi District Hospital. Descriptive analysis was carried out to see the characteristics of the respondents. Bivariate analysis was carried out to assess changes that occurred after the SMS Reminder and education interventions were given. The results of this study indicate that age, sex, occupational status and education level are associated with loss to follow-up, while duration of infection and distance from home to health care providers are not associated with loss to follow-up. There was a significant change in loss to follow-up after two interventions were given. Keywords: education; educational events; loss to follow up; SMS reminder ABSTRAK Program pengobatan HIV/AIDS telah menghasilkan penurunan morbiditas terkait HIV dan kematian. Selain pemahaman faktor-faktor yang terkait dengan loss to follow up, perlu dilakukan juga intervensi untuk pencegahannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan kejadian loss to follow up melalui pemberian SMS reminder dan edukasi pasien HIV/AIDS. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain eksperimental kuasi dengan pendekatan pre-test and post-test with control group terhadap 36 pasien yang selama ini melakukan LTFU di RSUD Kabupaten Bekasi. Analisis deskriptif dilakukan untuk melihat karakteristik responden. Analisis bivariat dilakukan untuk menilai perubahan yang terjadi setelah diberikan intervensi SMS Reminder dan edukasi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa usia, jenis kelamin, status pekerjaan dan tingkat pendidikan berhubungan dengan kejadian loss to follow up, sedangkan lama terinfeksi dan jarak dari rumah ke tempat pelayanan kesehatan tidak berhubungan dengan loss to follow up. Terjadi perubahan loss to follow up bermakna setelah diberikan dua intervensi. Kata kunci: edukasi; kejadian edukasi; loss to follow up; SMS reminder