Ari Setyo Nugroho
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pentingnya Komando Operasi Khusus TNI dalam Pencegahan dan Penanggulangan Terorisme Ari Setyo Nugroho
DEFENDONESIA Vol 1 No 1: Defendonesia Desember 2013
Publisher : Lembaga Kajian Pertahanan Strategis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.89 KB) | DOI: 10.54755/defendonesia.v1i1.2

Abstract

Terorisme adalah ancaman nyata dan aktif yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, oleh karenanya diperlukan penanganan seriur,komprehensif, dan kontinue karena yang kita hadapi tidak hanya aksi terornya tetapi lebih jauh daritu yakni ideologi, ideologi yang dengan mudah menyebar jika pemerintah tidak bisa meracik serta memberi bumbu yang pas dalam sebuah pengambilan kebijakan, penanganan tersebut harus mencakup upaya-upaya penindakan secara operasional, proteksi (perlindungan), pencegahan dan penangkalan, penanganan permasalahan hulu (akar masalah) dan upaya deradikalisasi. Sehingga, saaat ini sudah menjadi kebutuhan untuk membentuk Komando Operasi Khusus TNI (Indonesian Special Operation Command) guna tugas-tugas sangat khusus, terutama pencegahan dan penanggulangan terorisme serta penumpasan gerakan separatis di Indonesia
DESAIN SEBAGAI ‘DAGANGAN’ SIMBOLIK Ari Setyo Nugroho
Deiksis Vol 5, No 01 (2013): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.007 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v5i01.460

Abstract

Dalam dunia desain, desainer harus memperhitungkan tak hanya produksi material namun juga produksi simbolik karya desainnya, yaitu produksi dari nilai karya tersebut yang berkaitan juga dengan unsur-unsur simbolik untuk menandai kelas, status atau simbol sosial tertentu. Mereka inilah the new cultural intermediaries, para perantara kebudayaan baru, para produser dan penjaja „dagangan budaya? karena melalui merekalah batas-batas area kebudayaan yang semula tertutup bisa diakses dan menjadi milik publik.Kata Kunci : desain, dagangan simbolik.