This Author published in this journals
All Journal Hemera Zoa
Eno Martalina
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AEVI-2 Investigasi Outbreak Bovine Bruselosis di Pulau Bengkalis Tahun 2018 Nur Azzahrawani; Eno Martalina; S Herman; Almuja Adillah
Hemera Zoa Proceedings of the 20th FAVA & the 15th KIVNAS PDHI 2018
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.106 KB)

Abstract

Brucellosis adalah penyakit yang menular dari hewan ke manusia terutama melalui kontak langsung dari hewan terinfeksi, minum susu dari hewan terinfeksi dan menghirup udara yang tercemar oleh bakteri penyebab Brucellosis yaitu Brucella sp. Brucellosis memiliki dampak terhadap kesehatan masyarakat di hampir seluruh negara (Noor, 2006).Indonesia memiliki 33 propinsi, namun hanya 10 propinsi yang dinyatakan bebas dari Brucellosis pada hewan, yaitu Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Bangka Belitung, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan seluruh pulau Kalimantan.Kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh brucellosis sangat besar, walaupun mortalitasnya kecil. Pada ternak kerugian dapat berupa kluron, anak ternak yang dilahirkan lemah, kemudian mati, terjadi gangguan alat-alat reproduksi yang mengakibatkan kemajiran yang permanen. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi ataupun secara tidak langsung dengan lingkungan yang tercemar. Tingginya populasi serta sanitasi dan higiene kandang yang kurang memadai memudahkan penularan penyakit melalui kontak langsung Beberapa faktor- faktor yang berhubungan dengan infeksi brucellosis pada ternak yakni faktor populasi ternak, tipe managemen pemeliharaan, dan biologi dari penyakit brucellosis.Tujuan kegiatan adalah a. Untuk mengetahui sumber penularan penyakit, b. Untuk mengetahui faktor - faktor resiko terjadinya penyakit, c. Untuk melakukan konfirmasi dan verifikasi diagnosa penyakit d. untuk melakukan pengendalian terhadap penyakit