Mainuddin Mainuddin
STAI NW Samawa

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Konsep Pendidikan Islam Terpadu di SMP Islam Terpadu Sumbawa Mainuddin Mainuddin
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2020): Maret
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/al-munawwarah.v12i1.3902

Abstract

: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Konsep Dasar Pendidikan Islam Terpadu. 2) Implementasi (penerapan pendidikan Islam Terpadu di SMP Islam Terpadu Sumbawa).Dalam penelitian ini peneliti menggunaan metode deskriptif kualitatif analitik dengan pengumpulan data secara induktif, data-data penelitian dikumpulkan dengan beberapa metode.Metode wawancara digunakan untuk memperoleh informasi tentang penerapan pendidikan Islam terpadu dalam sekolah SMP Islam Terpadu Sumbawa.Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Pendidikan Islam terpadu merupakan model pendidikan yang utuh menyeluruh, integral, bukan parsial, syumuliyah bukan juz’iyah. Hal ini menjadi semangat utama dalam gerak dakwah di bidang pendidikan sebagai perlawanan terhadap pemahaman sekuler, dikotomi, juz’iyah.Keterpaduan ini meliputi tiga aspek yaitu, keterpaduan pola asuh, materi dan ranah. Ketiga aspek tersebut merupakan unsur penting dalam pendidikan islam terpadu. Apabila ketiga aspek itu diterapkan dengan baik, maka konsep pendidikan islam terpadu akan dapat dilihat hasilnya secara nyata. 2) Implementasi pendidikan islam terpadu, pendidikan ini memadukan tiga aspek kurikulum yaitu: Kurikulum Diknas, Kurikulum pendidikan islam (Muatan lokal berbasis islam), dan pengembangan diri. Proses pembelajarannya melalui penyampaian materi pelajaran umum yang diperkaya dengan nilai-nilai agama dan penyampaian materi agama diperkaya dengan muatan-muatan pendidikan umum misalnya guru memulai proses pembelajaran dengan berdo’a bersama kemudian dilanjutkan dengan tadarus Al- Qur’an (murojaah) sekitar 10-15 menit, setelah itu dilanjutkan dengan penyampaian materi pelajaran. Contoh lain ketika peserta didik belajar tentang mata pelajaran biologi, maka pada waktu yang sama diharapkan pelajaran itu dapat meningkatkan keyakinannya pada Allah Swt, karena dalam Islam telah diterangkan bahwa Allahlah yang menciptakan keanekaragaman hayati di bumi ini.
Kompetensi Guru Menurut UU RI Nomor: 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen Mainuddin Mainuddin
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 2 (2020): September
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/al-munawwarah.v12i2.4108

Abstract

Abstrak: Guru merupakan komponen yang paling menentukan dalam sistem pendidikan secara keseluruhan yang harus mendapatkan perhatian sentral, pertama dan utama. Figur yang satu ini akan menjadi sorotan strategis ketika berbicara masalah pendidikan, karena guru selalu terkait dengan komponen manapun dalam sistem pendidikan. Kompetensi guru menurut konsep UU RI Nomor: 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen bahwa pendidik profesional adalah guru yang memiliki seperangkat kompetensi (pengetahuan, keterampilan dan perilaku). Penjabaran kompetensi yang dimaksud adalah kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial yang diperoleh melalui pendidikan profesi.Kompetensi Guru, UU RI Nomor: 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF KH. AHMAD DAHLAN Mainuddin Mainuddin; Lilis Dini Septiani
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 6 No 1 (2022): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i1.812

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas tentang “Konsep Pendidikan Islam Dalam Perspektif KH Ahmad Dahlan” yang dilatar belakangi oleh gagasan pendidikan modern di Indonesia yang di kembangkan oleh Muhammadiyah yang sejak mulai didirikan hingga saat ini terus menunjukan eksistensinya, keberhasilan dan kemajuan tersebut tentunya tidak lepas dari pemikiran tokoh pendirinya yakni KH. Ahmad Dahlan. Maka dalam hal ini peneliti akan menguraikan pandangan-pandangan pendidikan Islam yang telah di gagas KH. Ahmad Dahlan, yang sampai saat ini masih menjadi pedoman penyelenggaraan pendidikan Muhammadiyah. Rumusan masalah dalam penulisan penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah tujuan pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan? (2) Bagimanakah kurikulum pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan? (3) Bagaimanakah metode pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan? Adapun yang menjadi tujuan penelitian dalam hal ini adalah untuk mengetahui Tujuan Pendidikan Islam, Kurikulum Pendidikan Islam dan Metode Pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan. Penelitian ini bermanfaat bagi penulis untuk menambah wawasan tentang pendidikan Islam yang telah digagas oleh tokoh-tokoh pemikir pendidikan Islam. Hasil kajian ini dimaksudkan agar bermanfaat untuk pengembangan khasanah keilmuan serta sebagai bahan rujukan dan tambahan pustaka pada perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan Samawa. Dan diharapkan akan mendorong para peneliti atau penulis lain untuk mengkaji hal tersebut secara lebih mendalam. Bagi para pembaca mahasiswa, pendidik maupun instansi pendidikan di harapkan dapat untuk lebih memahami sejarah pemikiran tokoh-tokoh pendidikan di Indonesia yang berkenaan dengan tokoh pendidikan Islam sebagai salah satu bahan pengembangan pendidikan Islam. Dalam penelitian ini digunakan Metode Dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan transkrip buku-buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, rapat, lengger, agenda dan sebagainya. Kemudian analisis data menggunakan Deskriptif Analisis metode ini mencoba untuk menganalisis teori dan pemahaman dari suatu realita atau kenyataan untuk mendapatkan data secara logis dan memberikan informasi yang akurat. Setelah penulis mengadakan penelitian kajian dengan metode diatas, memperoleh hasil bahwa: (1) Tujuan Pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan ialah hendaknya pendidikan Islam diarahkan pada usaha membentuk manusia muslim yang berbudi luhur, alim dalam agama, luas pandangan dan paham masalah ilmu keduniaan, serta besedia berjuang untuk kemajuan masyarakat. (2) Kurikulum Pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan ialah Al-Qur’an dan Hadist, membaca, menulis, berhitung, ilmu bumi, dan menggambar. Intinya yaitu integarasi antara ilmu agama dengan ilmu umum. (3) Metode Pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan bercorak kontekstual melalui proses penyadaran. yaitu beliau mau menambah pelajaran selanjutnya apabila para siswa sudah memiliki kesadara dan dapat mepraktekkan langsung.
KONSEP PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM PERSPEKTIF IBNU QAYYIM AL-JAUZIYYAH Mainuddin Mainuddin
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 6 No 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i2.1078

Abstract

Dalam Penelitian ini penulis akan memebahas tentang Konsep Pendidikan Anak dalam Islam Menurut Perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Panenelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan anak dalam Islam menurut perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dan kontribusi pemikiran Ibnu Qayyim Al-Jauziyah terhadap pendidikan anak dalam Islam. Penelitian ini adalah penelitian Kepustakaan atau (library research). Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, yaitu mengumpulkan data atau bahan-bahan yang berkaitan dengan tema pembahasan dan permaslahannya yang diambil dari sumber-sumber kepustakaan, dalam hal ini ada dua sumber, yaitu: sumber primer dan sumber sekunder. Adapun untk menganalisa data dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kontent analysis dan metode studi tokoh. Hasil dari penelitian adalah (1) pendidikan anak dalam Islam adalah suatu proses pembinaan, pengajaran, pengarahan, dan bimbingan oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik/anak tentang suatu ilmu pengetahuan yang bersumber pada ajaran agama ke dalam diri peserta didik. (2) Tarbiyah menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mencakup qalb dan tarbiyah badan sekaligus. Ibnu Qayyim juga mengarahkan pendidikan anak pada komitmen para pendidik untuk selalu memberikan perhatian besar terhadap fase perkembangan anak. (3) Konsep pendidikan anak dalam Islam perspektif Ibnu Qayyim sangatlah berkontribusi dalam pendidikan anak dalam Islam, baik itu tentang materi, metode ataupun tentang mengetahui fase perkembangan anak