Tjatur Sembodo
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung Semarang tjatursembodo@gmail.com (koresponden)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Lama Kontak Deterjen dan Kejadian Dermatitis Kontak pada Ibu Rumah Tangga Tjatur Sembodo; Hesti Wahyuningsih Karyadini; Silmi Durotun Nasihah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v12i3.1431

Abstract

The first substance that causes contact dermatitis is detergent. Contact dermatitis can also be caused by the frequency and duration of contact with detergents. This study aims to determine the relationship between duration of contact with detergents and the incidence of contact dermatitis in housewives, using a cross-sectional design. This study involved housewives in the village of Korowelangkulon, Cepiring with the condition that during the last 6 months using detergent once a day and for one week before the study did not come into contact with other cleaning substances. The duration of contact with detergent was measured based on the duration of exposure to detergent in minutes/day, while contact dermatitis was measured based on the presence of skin abnormalities on the palms (erythema and/or dry skin and/or shiny skin and/or scales and/or hyperkeratosis) after contact. with detergent. Data were analyzed by Spearman correlation test with p-value = 0.012. The results showed that the duration of contact with detergents was associated with the incidence of contact dermatitis. Keywords: detergent; contact dermatitis; contact time ABSTRAK Substansi urutan pertama penyebab dermatitis kontak adalah deterjen. Dermatitis kontak juga dapat disebabkan oleh frekuensi dan lama kontak dengan deterjen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama kontak terhadap deterjen dengan kejadian dermatitis kontak pada ibu rumah tangga, menggunakan rancangan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan ibu rumah tangga di Desa Korowelangkulon Cepiring dengan syarat bahwa selama 6 bulan terakhir menggunakan deterjen 1 kali/hari dan selama satu minggu sebelum penelitian tidak kontak dengan zat pembersih lain. Lama kontak terhadap deterjen diukur berdasarkan jangka waktu terpapar deterjen dengan satuan menit/hari, sedangkan dermatitis kontak diukur berdasarkan adanya kelainan kulit pada telapak tangan (eritema dan/atau kulit kering dan/atau kulit mengkilap dan/atau skuama dan/atau hiperkeratosis) setelah berkontak dengan deterjen. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman dengan p-value = 0,012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama kontak dengan deterjen berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak. Kata kunci: deterjen; dermatitis kontak; lama kontak