Mei Lestari Ika Widyyati
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Nazhatut Thullab Al-Muafa Sampang

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding Conference on Research and Community Services

HUBUNGAN ANTARA FUNGSI KOGNITIF DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA MELATI DUSUN BERGUH, DESA TADDAN KECAMATAN CAMPLONG KABUPATEN SAMPANG Mei Lestari Ika Widyyati
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa lanjut usia, seseorang akan mengalami perubahan dalam segi fisik, kognitif, maupun dalam kehidupan psikososialnya, yang akan mempengaruhi kualitas hidup lansia tersebut. Segala potensi yang dimiliki oleh lansia bisa dijaga, dipelihara, dirawat dan untuk mencapai kualitas hidup lansia yang optimal (Optimum Aging), salah satu hal yang mempengaruhi kualitas hidup tersebut adalah fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fungsi kognitif dengan kualitas hidup lansia di Posyandu  lansia. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif, desain penelitian deskriptif korelatif, pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan  adalah Lansia yang berusia ≥ 45 tahun di Posyandu Melati, Dusun Berguh, Desa Taddan Kecamatan Camplong, sejumlah 25 lansia. Penentuan jumah sampel menggunakan teknik sampling probability sampling dengan proposional total sampling, jumlah sampel adalah 25 responden. Alat ukur dengan Lembar test Mini Mental State Exam (MMSE) dan WHOQOL- BREF. Analisis data dengan univariat dan bivariat dengan Chi Square. Hasil Penelitian ini adalah lansia di Posyandu Melati, Dusun Berguh, Desa Taddan Kecamatan Camplong,sebagian besar memiliki gangguan kognitif ringan.Lansia di Posyandu Melati, Dusun Berguh, Desa Taddan Kecamatan Camplong, sebagian besar memiliki kualitas hidup baik. Ada hubungan antara fungsi kognitif dengan kualitas hidup lansia di Posyandu Melati, Dusun Berguh, Desa Taddan Kecamatan Camplong, value 0,045 < 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara fungsi kognitif dengan kualitas hidup lansia di Posyandu Melati, Dusun Berguh, Desa Taddan Kecamatan Camplong. Hasil penelitian ini memberikan masukan atau informasi kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada lansia agar dapat meningkatkan kualitas hidup pada lansia
GERAKAN LANSIA SEHAT (GERLAS) PEMERIKSAAN KESEHATAN & INTELEKTUAL LANSI Mei Lestari Ika Widyyati
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini berjudul “ Gerakan Lansia Sehat (GERLAS) Pemeriksaan Kesehatan & Intelektual Lansia .” Masa lanjut usia adalah masa dimana individu dapat merasakan kesatuan, integritas, dan refleksi dari kehidupannya. Jika tidak, ini akan menimbulkan ketimpangan dan bahkan dapat mengakibatkan patologis, semacam penyakit kejiwaan (Latifah, 2010).  Masalah kesehatan mental pada lansia dapat berasal dari 4 aspek yaitu fisik, psikologik, sosial dan ekonomi. Masalah tersebut dapat berupa emosi labil, mudah tersinggung, gampang merasa dilecehkan, kecewa, tidak bahagia, perasaan kehilangan, dan tidak bergunaLansia dengan problem tersebut menjadi rentan mengalami gangguan psikiatrik seperti depresi, ansietas (kecemasan), psikosis (kegilaan) atau kecanduan obat. Pada umumnya masalah kesehatan mental lansia adalah masalah penyesuaian. Penyesuaian tersebut karena adanya perubahan dari keadaan sebelumnya (fisik masih kuat, bekerja dan berpenghasilan) menjadi kemunduran. Sehat adalah kondisi optimal mental, fisik dan sosial seseorang, terbebas dari  bibit penyakit sehingga mencapai produktivitas.Kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni untuk mencegah penyakit, memperpanjang hidup, mempromosikan kesehatan dan efisiensi dengan menggerakkan potensi masyarakat.Tujuan dari pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia. Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan dalam 3 tahapan yaitu : tahapan persiapan, pelaksanaan, dan tahapan evaluasi (tindak lanjut). Tahapan persiapan meliputi pengurusan ijin, studi pendahuluan dengan observasi lapangan, pengumpulan  bahan dan persiapan materi penyuluhan, serta koordinasi dengan pihak Puskesmas Camplong. Tahapan pelaksanaan kegiatan adalah memberikan pelayanan kesehatan dan screening Intelektual pada lansia, tahapan ketiga adalah tahap akhir, pada tahap ini meliputi interpretasi hasil serta tindak lanjut kegiatan.
SCREENING DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI DAN PENINGKATAN KESEHATAN JASMANI ROHANI (SIDIK JARI) Mei Lestari Ika Widyyati; . Ahmadi
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 5, No 1 (2023): Fifth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak merupakan aset penerus bangsa yang harus dijaga dan dirawat agar bisa menjadi SDM  yang berkualitas. Agar menjadi SDM yang berkualitas maka diperlukan gizi serta pola asuh yang baik untuk menujang pertumbuhan dan perkembanganya. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan tahapan penting yang harus dipantau agar dapat berjalan sesuai dengan usianya, Anak di Indonesia perlu mendapat perhatian serius terutama anak usia dini yaitu untuk dengan mendapatkan gizi yang baik, stimulasi yang memadai serta terjangkau oleh pelayanan kesehatan berkualitas termasuk deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan potensi genetiknya dan mampu bersaing di era global. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meninggkatkan derajat kesehatan baik secara jasmani dan rohani dengan melakukan senam, berdoa bersama, serta memantau pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini di RA. Nahdlatul Athfal Gersempal sehingga apabila ditemukan adanya penyimpangan bisa segera ditangani. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan ini yang pertama adalah diawali dengan melaksanakan senam terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan membaca doa bersama-sama,  melakukan screening pertumbuhan (mengukur BB, TB dan LK) setelah itu anak dilakukan pemeriksaan perkembangan dengan menggunakan Kuisioner Pra Screening Perkembangan (KPSP). Hasil: Dari hasil pengukuran TB anak di dapatkan 85,71% anak usia dini dengan tinggi badan normal sesuai dengan umurnya 85,71 % anak usia dini perkembangannya sesuai dengan umurnya. Kesimpulan: Hasil penelitian didapatkan  sebanyak 77,14 % pertumbuhan anak usia dini dalam kategori baik.  Hasil pertumbuhan berdasarkan tinggi badan sesuai umur anak di dapatkan 85,71% anak dalam kategori normal. Hasil perkembangan anak usia dini didapatkan 85,71% dalam kategori sesuai dengan usianya. Hendaknya sebagai orang tua, dapat memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anaknya dengan cara menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.