Jamson Siallagan
Universitas Bina Nusantara

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penolakan Pascamodernisme terhadap Metanarasi dan Dampaknya terhadap Penginjilan Jamson Siallagan
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 8 No 1 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji penolakan pascamodernisme terhadap metanarasi modern yang dianggap menjadi alat untuk menindas. Metanarasi modern terletak pada pemutlakan kemampuan rasio untuk mencari dan menemukan kebenaran universal. Kemampuan rasio ini terwujud dalam metode sains ilmiah. Penolakan terhadap Pascamodern terhadap metanarasi sangat tepat diterapkan terhadap sains, bahwa manusia dapat hidup baik tanpa mitos kemajuan sains yang diagungkan oleh modernisme. Pascamodern menerima hal-hal yang seperti supranatural tetapi tanpa asumsi bahwa adanya suatu narasi yang lebih unggul yang dapat menilai narasi-narasi yang lain. Dengan pandangan ini jelas berdampak pada penolakan Pascamodern terhadap Yesus Kristus yang adalah inti berita Injil. Sebenarnya Injil adalah penyataan Allah yang khusus untuk keselamatan manusia berdosa, sehingga Injil bukanlah sebatas metanarasi yang dipikirkan oleh modernisme dan yang ditolak oleh pascamodern. Injil adalah karya Allah yang membebaskan bukan menindas manusia dengan segala keberadaannya. Jadi berita Injil masih tetap mendapat kesempatan untuk dihadirkan pada orang-orang yang hidup pada era pascamodern ini.
Pengembangan Karakter di Era Pascamodern Jamson Siallagan
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 6 No 2 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter—yang sering dikaitkan dengan kepribadian—itu tidak akan ada dan tumbuh-kembang dengan sendirinya terpisah dari sekitar. Baik kepribadian (personality) maupun karakter yang berwujud pada tingkah laku yang ditujukan ke lingkungan sosial, keduanya relatif permanen serta menuntun, mengerahkan dan mengorganisasikan aktivitas individu. Karakter berkaitan dengan kebajikan-kebajikan yang ditopang oleh sebuah kepercayaan kepada hukum moral yang lebih tinggi. Dalam menghadapi budaya pascamodern kita harus kembali kepada titik pusatnya yakni kebenaran absolut dan universal. Kebenaran yang absolut dan universal itu berasal dari Tuhan Yang Maha Esa seperti yang diterima dalam Kitab Suci Agama. Kebenaran Tuhan Allah adalah sumber moral yang transenden bagi pembentukan karakter. Untuk hal ini etika pramodern begitu meyakini dan memegangnya secara kuat. Di sisi lain, karena karakter itu sangat berkaitan erat dengan hidup dalam kebajikan pribadi maupun kebajikan publik, dan itu harus dibangun di atas kebenaran yang absolut dan universal.
Tinjauan Iman Kristen Terhadap Doa Lintas Agama Jamson Siallagan
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 7 No 1 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Doa lintas agama merupakan kegiatan yang harus disikapi secara kritis oleh umat Kristen. Sikap eksklusifisme akan membuat orang Kristen menolaknya, sikap inklusif akan menerimanya dengan kemungkinan adanya sinkritisme, sedangkan pluralisme yang merelatifkan semua kebenaran juga akan menerima kegiatan tersebut. Kekristenan sebagai anugerah Allah sekaligus juga agama sosiopolitis, sehingga doa lintas agama yang kita ikuti harus dipahami dalam keduanya. Sebagai anugerah, roh Allah yang bekerja dalam doa-doa kita, namun secara politis kita bisa mengakomudasikan doa dari penganut agama yang lain sebagai bentuk penerimaan pluralitas masyarakat dan sebagai upaya membangun kebersamaan semata.
Melestarikan Kearifan Lokal sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kesadaran Budaya di Era Globalisasi Jamson Siallagan
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 5 No 1 (2015): Juli-Desember 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud untuk menyelidiki pentingnya pelestarian kearifan lokal untuk mengembangkan kesadaran budaya di tengah-tengah pengaruh budaya global yang masuk tanpa bisa ditolak ke Indonesia. Dengan menggunakan metode analisis kritis terhadap budaya, maka ditemukan bahwa pelestarian kearifan lokal akan mampu mengembangkan keasadaran budaya bagi bangsa Indonesia. Kearifan lokal dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran dan juga sebagai materi untuk pengembangan karakter, sehingga bangsa Indonesia akan terus menghidupi filosofi hidup yang telah mentradisi di nusantara. Filosofi hidup itu adalah etika yang merupakan kebenaran universal yang diberikan Tuhan melalui kemampuan akal budi manusia.