Chandra Gunawan
Sekolah Tinggi Teologi SAPPI

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Sunat Sebagai Ergoon Nomou Chandra Gunawan
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 1 No 1 (2011): Juli-Desember 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu perdebatan yang alot dalam diskusi seputar teologi Paulus adalah mengenai arti frasa ergoon nomou. Ada banyak jurnal dan buku sudah dituliskan untuk memberikan alternatif pengertian terhadap frasa tersebut. Perdebatan mengenai hal tersebut muncul, salah satunya, karena interpretasi baru yang dilontarkan oleh kelompok New Perspective terhadap arti frasa tersebut. James D. G. Dunn, salah satu tokoh utama New Perspective, menegaskan bahwa arti dari frasa ergoon nomou terutama menunjuk pada hukum-hukum identitas. Ada tiga respons yang muncul terhadap pemikiran baru tersebut; Sebagian pakar mendukung atau menyatakan kesejajaran pandangannya dengan Dunn; sebagian pakar lain menolak pandangan tersebut dan tetap berpegang pada pandangan tradisional yang memandang arti dari frasa e;rgwn no,mou sebagai perbuatan baik/tuntutan hukum Taurat; dan sebagian pakar lain lagi menggabungkan kedua pandangan di atas.
Kepemimpinan yang Efektif dalam Gereja Presbiterian Chandra Gunawan
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 3 No 1 (2013): Juli-Desember 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem kepemimpinan dalam gereja presbyterian bersifat collective-leaders; sistem kepemimpinan ini berakar dalam pengajaran Alkitab dan pemikiran John Calvin mengenai penatua. Warisan pemikiran Alkitab dan John Calvin mengenai penatua seharusnya menjadi pegangan bagi gereja presbyterian dalam membangun sistem kepemimpinan dan pelayanannya. Dua fungsi dari penatua yakni sebagai pengajar dan penjaga kesucian gereja dan fungsi dari diaken sebagai pemerhati dari orang-orang miskin dan sakit haruslah kembali ditekankan dan diterapkan secara konsisten dalam kepemimpinan dan pelayanan gereja presbyterian. Gereja presbyterian harus berani keluar dari kepemimpinan dan pelayanan yang bersifat administratif kepada kepemimpinan dan pelayanan yang berorientasi pada manusia. Dengan jalan inilah maka gereja presbyterian akan dapat membangun kepemimpinan dan pelayan yangalkitabiah dan efektif.
Gereja Mula-Mula dan Pergumulan Politik Zamannya serta Implikasinya bagi Pergumulan Gereja Masa Kini Chandra Gunawan
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 3 No 2 (2014): Januari-Juni 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politik sering dipandang hal yang kotor, jahat dan patut dihindari oleh orang yang mau hidup benar/saleh; moto dari politik yang biasa kita dengar adalah dalam politik “tidak ada yang namanya kawan abadi ataupun musuh abadi, yang ada adalah kepentingan abadi”; politik pada akhirnya dipandang terutama sebagai alat untuk mencapai kekuasaan demi kepentingan kelompok/partai yang diusungnya; pemikiran dan sikap politik yang berkembang seperti ini membuat politik tidak bekerja untuk membangun kebaikan bagi masyarakat luas, namun untuk melayani kepentingan kelompok orang tertentu saja. Gereja tidak dapat bersikap pasif dengan pergumulan politik zamannya, namun di sisi yang lainnya gereja pun bisa terjerat dengan “obsesi akan kekuasaan” seperti halnya dengan partai politik pada umumnya saat ia terlibat dalam politik praktis; gereja harus secara aktif berperan dalam membangun masyarakat yang bermoral dan menjunjung tinggi keadilan dan kebenaran, dan untuk mencapai hal ini orang-orang Kristen tidak bisa tidak harus didorong untuk berpartisipasi aktif.
Kiprah Gereja dalam Sejarah Keselamatan Chandra Gunawan
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 7 No 1 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nubuatan mengenai akan berkembangnya umat Tuhan dalam Yesaya 54:2-3 sering dijadikan dasar dalam pelayanan misi. Meskipun demikian, cara membaca teks yang tidak tepat dapat membuat seseorang (bahkan sebuah gereja/denominasi gereja) membangun pemahaman misi yang walaupun kelihatannya benar namun ternyata tidak didasarkan atas teks yang tepat. Itulah sebabnya tulisan ini berupaya untuk meneliti bagaimana Yesaya 54:2-3 harus dipahami saat teks tersebut dibaca dalam pendekatan historical redemptive reading. Penulis memilih menggunakan pendekatan tersebut sebab model pembacaan teks ini akan menolong seseorang/gereja untuk melihat Yesaya 54:2-3 bukan hanya berdasarkan konteks historisnya, namun juga dalam konteks tradisi iman. Model penafsiran ini mampu menolong orang-orang Kristen memahami dengan lebih baik kaitan antara misi Allah, misi gereja dan nubuat pemulihan umat Tuhan dalam Yesaya 54:2-3.
Kaum Perempuan dalam Keluarga dan Gereja Chandra Gunawan
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 2 No 2 (2013): Januari-Juni 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v2i2.161

Abstract

Sejak zaman dulu kaum perempuan sering ditempatkan pada posisi yang salah, nomor dua. Perempuan hanya berperan sebagai tukang masak, bersih-bersih rumah, melahirkan dan merawat anak. Tentu ini tidak alkitabiah. Tuhan menjadika laki-laki dan perempuan dalam kesejajaran. Saling mengisi dan melengkapi.
Gereja dan Negara Chandra Gunawan
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 1 No 2 (2012): Januari-Juni 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v1i2.196

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membandingkan pemikiran para reformator yang memengaruhi cara pandang gereja-gereja Protestan masa kini dalam memandang hubungan gereja dan negara dengan pemikiran Paulus dalam Roma 13:1-7