Edwin Gandaputra Yen
Sekolah Tinggi Teologi SAPPI

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pandangan-Pandangan tentang sumber Dosa dan Dosa Asal, Aplikasi dalam Kehidupan Materi dan Imateri dari Seorang Kristen yang Saleh Edwin Gandaputra Yen
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 1 No 1 (2011): Juli-Desember 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kesalehan seorang Kristen, siapa yang bisa berkata dengan bangga bahwa dirinya tidak berdosa? Dalam aplikasi kehidupan materi, banyak orang Kristen yang mengetahui tentang dosa, tapi tidak mampu melawan keterikatan dosa. Kesalehan seseorang dapat dilihat (salah satunya) dari aplikasi pengetahuan tentang dosa di dalam kemenangan demi kemenangan melawan keterikatan dosa. Baik para teolog, hamba-hamba Tuhan, para deaken, para penatua, para pengurus gereja, para aktivis gereja maupun jemaat biasa, semuanya bergumul dengan satu kata yaitu DOSA. Apakah Saudara adalah seorang Kristen yang saleh? Seberapa hebat Anda dalam menang terhadap dosa? Tulisan ini dimulai dari pengetahuan tentang sumber dosa, mengatasi dosa menurut pandangan-pandangan yang sudah diuraikan, pengetahuan tentang dosa asal, dilihat dari beberapa sudut pandang dan (yang penting dari) sudut pandang Alkitab dan diapilikasikan dalam kehidupan rohani seorang Kristen serta (secara spesial) penulis yang baru dan terus menerus belajar menjadi seorang teolog di Asia memberanikan diri untuk mengemukakan pandangannya tentang sumber dosa.
Yesus Kristus Sang Hamba Tuhan Edwin Gandaputra Yen
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 2 No 1 (2012): Juli-Desember 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yesus Kristus sebagai Hamba Tuhan. Penulisan kata-kata hamba Tuhan yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia, ditulis dengan huruf ‘h’ kecil, tetapi penulis menuliskan kata Hamba Tuhan (huruf ‘H’ besar) sebagai penghormatan penulis kepada jabatan yang melekat pada diriYesus Kristus. Di bagian lain, penulis juga menulis kata hamba Tuhan dengan huruf‘h’ kecil kepada seseorang yang memangku jabatan ini. Karena penulis menilai ada makna teologis yang terkandung dari kata hamba Tuhan. Kerinduan penulis dalam artikel ini adalah memaparkan gambaran hamba Tuhan yang sesungguhnya berdasarkan studi literatur tentang Yesus Kristus, sang Hamba Tuhan. Lalu dikembangkan kepada aplikasi kriteria seorang yang disebut dengan panggilan hamba Tuhan masa kini. Tulisan ini merupakan refleksi seluruh kehidupan penulis sebagai pelayanan di gereja dan sekolah Alkitab.