Nenny Natalina Simamora
Sekolah Tinggi Teologi SAPPI

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kisah Ester Nenny Natalina Simamora
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 1 No 1 (2011): Juli-Desember 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v1i1.73

Abstract

Pendidikan sering dipandang sebagai suatu kebutuhan penting bagi anak-anak usia sekolah saja. Faktanya, pendidikan bukan hanya penting bagi anak-anak usia sekolah atau mahasiswa saja, tetapi juga penting bagi semua orang, termasuk kelompok usia dewasa, atau yang sering disebut sebagai orang dewasa. Namun, tidak banyak orang dapat memahami pentingnya pendidikan bagi orang dewasa, termasuk gereja. Bahkan banyak anggapan di masyarakat bahwa orang dewasa bukan saatnya lagi untuk dididik dan belajar, tetapi saatnya menjadi pengajar atau pendidik yang mengajar atau mendidik orang lain. Perlu suatu kesadaran bahwa orang dewasa tetap membutuhkan pendidikan sesuai kebutuhannya. Jika gereja ingin melibatkan orang dewasa secara aktif dalam kehidupan bergereja, maka gereja seharusnya tetap terbuka terhadap pentingnya pendidikan orang dewasa dalam jemaatnya. Sidjabat menjelaskan bahwa dalam konteks gereja, pendidikan orang dewasa adalah praktik pendidikan dari, oleh dan untuk, serta bersama dengan orang dewasa, dengan dasar, tujuan dan dinamika yang berlandaskan pada iman Kristen.
Hakikat dan Tujuan Sekolah Kristen Nenny Natalina Simamora
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 4 No 1 (2014): Juli-Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v4i1.74

Abstract

Sekolah Kristen adalah bagian dari pendidikan Kristen sebagai mitra dari keluarga dan gereja untuk memenuhi panggilan Allah bagi setiap orang percaya.Pada dasarnya landasan dari sekolah Kristen adalah iman Kristen yang dinyatakan dalam Alkitab.Dengan demikian, sekolah Kristen mengupayakan pendidikan secara bersengaja dan terencana dengan baik, sehingga peserta didik mengalami perubahan dalam hal pengetahuan, sikap, nilai-nilai, keterampilan dan hidup bermasyarakat dengan hidup sesuai kehendak Allah. Tujuan utama sekolah Kristen adalah membawa peserta didik mengenal Allah di dalam Pribadi Yesus Kristus, tunduk di bawah otoritas-Nya dan hidup sesuai kehendak-Nya untuk kemuliaan Allah. Ciri khas sekolah Kristen adalah melaksanakan tugas dan fungsinya dengan menekankan nilai-nilai iman Kristen untuk mewarnai proses belajar-mengajar, sehingga dalam setiap materi yang disampaikan dan dalam komunitas sekolah Kristen, nilai-nilai tersebut menjadi nyata. Hal ini yang tidak dimiliki oleh sekolah-sekolah bukan Kristen.
Makna Kata Petra dalam Matius 16:18 dan Hubungannya terhadap Fondasi Gereja Misael Widodo; Nenny Natalina Simamora; Aeron Frior Sihombing
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 6 No 1 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v6i1.132

Abstract

The word petra in Matthew 16:18 become the most controversial debates in interpretation of the New Testament. There is a group who interpreted petra as Peter and the others interpreted as Jesus. In addition, petra is also interpreted as Peter’s confession of faith, all believers and includes all of the exiting interpretation. But the most incisived debate is whether petra means Peter or Jesus. This involves the interpretation of Roman Catholic and Protestant, as this will have an impact on the understanding of who was the first foundation of the Church. The main problem, who is meant by the word petra in Matthew and how his relationship to the foundation of the Church. Subject matter is examined in depth by using descriptive method of grammatical historical approach.. Based on the study, petra means Peter was the first stone as the foundation selected and placed by Jesus to build His Church.
Isu-Isu Perkawinan Sejenis Menurut Perspektif Alkitab dan Sikap Gereja (Orang Percaya) Masa Kini Padirman Zai; Nenny Natalina Simamora; Hadi P. Sahardjo
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 6 No 1 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v6i1.134

Abstract

Perkawinan sejenis merupakan perkawinan yang menyimpang dari kebenaran Allah, karena perkawinan sejenis bertentangan dengan maksud penciptaan Allah dan penetapan perkawinan yang dikehendaki Allah. Perkawinan yang benar yang sesuai dengan kehendak Allah adalah perkawinan yang terjadi di antara seorang laki-laki dan seorang perempuan, tidak ada yang lain. Meskipun pada kenyataannya sudah sejak dahulu kala kita kenal adanya kaum gay dan lesbian, yang keduanya disebut homoseksual. Bagaimanapun ini merupakan bentuk penyimpangan dan perlawanan terhadap perintah Allah. Gereja Tuhan harus berani bersikap tegas dan tidak boleh kompromi dengan perkawinan sejenis, meskipun di banyak negara hal ini sudah mendapat pengesahan berdasarkan undang-undang masing-masing negara.