Sandro Ericson Manurung
Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor 16680

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENGELOLAAN TAMAN HUTAN RAYA SULTAN SYARIF HASYIM YANG BERKELANJUTAN DENGAN PENDEKATAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) Sandro Ericson Manurung
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 4 No 3 (2017): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim merupakan salah satu kawasan konservasi yang ada di Provinsi Riau. Tahura Sultan Syarif Hasyim memiliki fungsi yang beragam seperti sebagai daerah resapan air, penyerap karbon, penghasil oksigen, sarana rekreasi serta pelestarian flora dan fauna. Tingginya degradasi hutan yang terjadi di dalam kawasan tahura semakin mengancam keberadaan tahura serta fungsi jasa lingkungan yang dihasilkan. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi pengunjung terhadap keberadaan dan kualitas lingkungan Tahura Sultan Syarif Hasyim, mengestimasi besarnya nilai Willingness to Pay (WTP) pengunjung terhadap upaya perbaikan kualitas lingkungan Tahura Sultan Syarif Hasyim, mengindentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi besarnya nilai WTP pengunjung, dan membangun alternatif strategi pengelolaan Tahura Sultan Syarif Hasyim yang berkelanjutan. Alat analisis yang digunakan adalah Contingent Valuation Method (CVM), analisis regresi linier berganda, dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai WTP pengunjung terhadap upaya perbaikan kualitas lingkungan Tahura Sultan Syarif Hasyim sebesar Rp8.369,57 per orang per kunjungan atau Rp101.901.800 per tahun. Rekomendasi kebijakan yang disarankan dalam pengelolaan tahura yang berkelanjutan adalah perlindungan hutan dan konservasi sumberdaya alam serta meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan instansi dan stakeholder terkait.