Munawir Umar
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Respons Ulama Aceh Terhadap Al-Qur’an Al-Karim dan Terjemahan Bebas Bersajak dalam Bahasa Aceh Munawir Umar; Yusuf Rahman
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Qur'an and Hadith Academic Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v9i2.18239

Abstract

This paper analyzes the responses of the Acehnese Ulama to the Al-Qur'an Al-Karim and the Poetic Free Translation in the Aceh language written by Teungku Mahjiddin Jusuf. The methodology used is descriptive-analytical qualitative to describe the response of the Acehnese Ulama using the hermeneutic, anthropological and literary approaches. This study found a variety of responses from Acehnese ulama by concluding as follows. First, from the aspect of sound equality and rhythm, the scholars have given some notes that the translator should pay attention and look for other suitable equivalent words so that they do not affect the distortion of the meaning of the Qur'anic content. Second, in the aspect of fawātiḥ al-Suwar (hurf muqaṭṭa'ah) and the mutasyabihat verse, the scholars agreed with the translation approach used because it was in accordance with the studies of previous scholars with various existing literature.
OTENTISITAS DAN VALIDITAS HADITS NABI SERTA CONTOH-CONTOH HADITSNYA DAN PROBLEMATIKANYA Munawir Umar
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Qur'an and Hadith Academic Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.759 KB) | DOI: 10.15408/quhas.v6i2.13408

Abstract

Hadist sebegai sumber hukum islam kedua setelah al-Qur’an mempunyai peran penting dalam proses istinbath hukum dalam Islam. Peran hadits sebagai bayan bagi al-Qur’an tidak dapat diragukan terdapat kebenarannya karena ia pula datang dari Rasulullah Saw. sebagai utusan Allah Swt. untuk menjelaskan apa saja yang diperintah oleh-Nya melalui perantara malaikat Jibril As dan tentunya bersifat mutlak. Seiring perkembangan dan perjalanan waktu, hadits menjadi pusat kajian bagi para pemerhati dibidang tersebut untuk mengkaji kaji lebih mendalam guna mengungkapkan keunikan Hadits Nabawi sebagai sumber hukum bertujuan untuk menambah khazanah keilmuwan dan paling penting memberi bekas pada praktek sehari-hari. Namun tidak saja pemikir dan sarjana Muslim yang menitik beratkan perhatiannya di bidang kajian Hadits dan Ulumul Hadits, para ilmuwan Barat juga menjadikan Hadits sebagai objek penelitian dalam rangka menguji keotentikan dan validitas Hadist sebagai sumber hukum yang dirujuk oleh umat Islam. Artikel sederhana ini akan mencoba mengulas bagaimana Otentisitas dan Validitas Hadits Nabi dari berbagai pandangan dan penulis coba analisis keilmuwan yang ada.