Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KANDUNGAN LOGAM BERAT MERKURI (H) DAN TIMBAL (PB) PADA KEPITING BAKAU (SCYLLA SERRATA) DAN SEDIMEN DI WILAYAH MANGROVE KUALA SINGKAWANG KALIMANTAN BARAT Deniomisi Kristianto; Warsidah Warsidah; Irwan Nurdiansyah
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknosains Kodepena (Kodepena Journal of Technoscience)
Publisher : Kodepena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem mangrove Kuala Singkawang merupakan salah satu habitat kepiting bakau, namun wilayah ini berpotensi mengalami pencemaran logam berat akibat aktivitas manusia melalui limbah rumah tangga, tumpahnya minyak-minyak dari kapal nelayan, pengecatan kapal-kapal nelayan dan penambangan emas yang berada di bagian hulu sungai sebelum masuk ke badan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi logam berat merkuri (Hg) dan timbal (Pb) pada sedimen dan kepiting bakau di Kuala Singkawang. Metode penelitian menggunakan metode observasi yang dilakukan di ekosistem mangrove Kuala Singkawang. sempel sedimen dan kepiting bakau di uji menggunakan alat Atomic Absorbans Spectrophotometry (AAS). Hasil kandungan logam berat merkuri (Hg) dan timbal (Pb) pada sedimen di stasiun 1 sebesar 0,0220 µg/g dan 0,1047 µg/g. Dan pada stasiun 2 sebesar 0,0223 µg/g dan 0,4207 µg/g. Batas maksimum cemaran logam merkuri pada sedimen menurut WAC sebesar 0,41 µg/g dan pada logam timbal sebesar 450 µg/g. Hasil kandungan logam berat merkuri (Hg) dan timbal (Pb) pada kepiting bakau di stasiun 1 sebesar 0,0973 µg/g dan tidak terdeteksi. Dan pada stasiun 2 sebesar 0,1865 µg/g dan tidak terdeteksi. Batas maksimum cemaran Pb menurut SNI No. 7387 tahun 2009 untuk pangan jenis udang dan krustasea lain adalah 0,5 µg/g dan kadar maksimum cemaran logam merkuri (Hg) pada pangan yang diperbolehkan tidak lebih dari 1 µg/g (SNI No. 7387 Tahun 2009).
KANDUNGAN LOGAM BERAT MERKURI (H) DAN TIMBAL (PB) PADA KEPITING BAKAU (SCYLLA SERRATA) DAN SEDIMEN DI WILAYAH MANGROVE KUALA SINGKAWANG KALIMANTAN BARAT Deniomisi Kristianto; Warsidah Warsidah; Irwan Nurdiansyah
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknosains Kodepena (Kodepena Journal of Technoscience)
Publisher : Kodepena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.096 KB)

Abstract

Ekosistem mangrove Kuala Singkawang merupakan salah satu habitat kepiting bakau, namun wilayah ini berpotensi mengalami pencemaran logam berat akibat aktivitas manusia melalui limbah rumah tangga, tumpahnya minyak-minyak dari kapal nelayan, pengecatan kapal-kapal nelayan dan penambangan emas yang berada di bagian hulu sungai sebelum masuk ke badan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi logam berat merkuri (Hg) dan timbal (Pb) pada sedimen dan kepiting bakau di Kuala Singkawang. Metode penelitian menggunakan metode observasi yang dilakukan di ekosistem mangrove Kuala Singkawang. sempel sedimen dan kepiting bakau di uji menggunakan alat Atomic Absorbans Spectrophotometry (AAS). Hasil kandungan logam berat merkuri (Hg) dan timbal (Pb) pada sedimen di stasiun 1 sebesar 0,0220 µg/g dan 0,1047 µg/g. Dan pada stasiun 2 sebesar 0,0223 µg/g dan 0,4207 µg/g. Batas maksimum cemaran logam merkuri pada sedimen menurut WAC sebesar 0,41 µg/g dan pada logam timbal sebesar 450 µg/g. Hasil kandungan logam berat merkuri (Hg) dan timbal (Pb) pada kepiting bakau di stasiun 1 sebesar 0,0973 µg/g dan tidak terdeteksi. Dan pada stasiun 2 sebesar 0,1865 µg/g dan tidak terdeteksi. Batas maksimum cemaran Pb menurut SNI No. 7387 tahun 2009 untuk pangan jenis udang dan krustasea lain adalah 0,5 µg/g dan kadar maksimum cemaran logam merkuri (Hg) pada pangan yang diperbolehkan tidak lebih dari 1 µg/g (SNI No. 7387 Tahun 2009).