Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ledalero

Aura dalam Reproduksi Digital: Membaca Ulang Walter Benjamin Fransisco Budi Hardiman
Jurnal Ledalero Vol 19, No 2 (2020): Jurnal Ledalero
Publisher : Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.148 KB) | DOI: 10.31385/jl.v19i2.210.115-126

Abstract

Walter Benjamin’s essay, The Work of Art in the Age of Mechanical Reproduction (1939), has revealed the fundamental changes of modern work of art affected by its mechanical reproduction. Camera, tape recorder, print machine have turned the work of art to be mass consumption, autonomous from tradition and ritual, and it has now a political function. According to Benjamin all of those new technologies have faded up the aura since the work of art lost its authenticity and its uniqueness. We are in the different era than Benjamin’s because nowadays digital reproduction by means of the internet ends the need of medium for the work of art, multiply and spread it very rapidly. The author comments on Benjamin’s analysis and applies it to discuss the ontological, epistemological, and axiological issues of the work of art in the age of digital reproduction. He argues that in the digital age the work of art will be still auratic if it reveals ‘the extraordinary’ in the experience of our humanity. Key words: aura, hyperpolitization, work of art, medium, attention, digital reproduction
Pakta Setan dalam Politik Kant tentang Politik dan Moral dalam Negara Modern Hardiman, Fransisco Budi
JURNAL LEDALERO Vol 23, No 2 (2024): Jurnal Ledalero Edisi Desember 2024
Publisher : Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31385/jl.v23i2.598.89-104

Abstract

Salah satu masalah mendasar dalam negara hukum demokratis adalah masalah hubungan antara moral dan politik. Bagi negara modern moral yang mengambilalih politik, seperti dalam radikalisme agama, akan sama berbahayanya dengan politik yang mengambilalih moral, seperti dalam Machiavellianisme. Bagaimana seharusnya hubungan politik dan moral dalam negara modern? Penulis artikel ini menggali jawaban Immanuel Kant dalam karyanya Zum ewigen Frieden (1795) atas pertanyaan itu. Ia mencoba menghubungkan alegori pakta setan dalam buku itu dengan antropologi Kant dan pandangannya tentang hubungan alam dan politik. Dari situ ia mendiskusikan pandangan Kant tentang hubungan politik dan moral dalam negara modern. Ditunjukkannya bahwa Kant menolak baik politisasi moral maupun moralisasi politik, karena baginya politik dan moral merupakan dua hal yang otonom sekaligus berkorelasi dalam negara modern. Keywords:  allegory, politics, nature, morals, law, utility maximiser, publicity