Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kampanye Melek Media Mike Indarsih; Hani Yuniani; Azhar Hutomo
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.36 KB) | DOI: 10.31294/jabdimas.v1i3.4092

Abstract

AbstrakMedia Televisi tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, banyak sisi positif dan negative yang ditimbulkan dari media televise, bagaimana televisi memiliki kekuatan mampu mengubah tingkah laku manusia dalam kehidupannya, terlebih anak sekolah dasar yang  masih membutukan pendampingan dalam menonton tayangan televisi. Guru merupakan pendidik yang sangat menjadi acuan murid muridnya dalam membentuk kepribadian dini, seorang guru bukan hanya seorang yang pandai mengajar disekolah namun juga memiliki tanggungjawab bagaimana bisa mengarahkan anak didiknya dalam memilih tayangan yang layak ditonton sehingga mampu membentuk pribadi yang baik melalui apa yang dilihat mereka. Konsep Teori kultivasi gebner dalam McQuail (1991) bagaimana teori ini menggambarkan efek kekerasan media massa.  Metode yang digunakan adalah kualitatif. Dengan key informan dan informan adalah Guru guru SD Ulujami 05 Jakarta. Hasil penelitian ini adalah para pendidik SDN 07 Ulujami Jakarta Selatan belum memahami tentang literasi media, walaupun istilah literasi media pernah didengar namun tidak memahami yang dimaksud. Kesimpulan dan saran penelitian ini adalah pentingnya mengajak dan memberikan pemahaman bagi para pendidik untuk melek media, karna pendidik yang paling dekat dengan para murid dan mampu mengarahkan dengan baik bagaimana cara memilih tayangan yang baik untuk ditonton sehingga mampu memfilter dampak negative dari kehadiran televise dimasyarakat.Kata kunci : literasi media, televisi, guru
MAKNA IDENTITAS PUNK MUSLIM PULOGADUNG Mike Indarsih
J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung Vol 3, No 2 (2016): JURNAL J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/kom.v3i2.1305

Abstract

ABSTRACTThis research aims to know The meaning of Identity of Muslim Punk Pulogadung. How does the meaning of Punk Muslims present inside the recidents who eventually formed action for the muslim punk scene in the community. The research method used is the method of symbolic interaction of Herbert Blumer, first premis with three human beings act toward things based on the meaning on something that for them, the second meaning is derived from a person’s social interaction with people another. Third, the meaning of enhanced through a process of social interaction. The results of the study found that ini the communication process of Muslim Punk. Thre is an element of the message sender message, media, message recipients who eventually obtain meaning together, meaning Punk Muslims ultimately divided into two, a true muslim and a punk muslim genre action. Where the first meaning the absence of identity of punk thet ends up as a true muslim, while the second meaning is a genre of Punk Muslim Punk identity but still inside there is the meaning of punk that has GOD. Keywords : Process, Muslim Punk, Identity, Transformation ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Makna Identitas Punk Muslim Pulogadung, bagaimana makna Punk Muslim hadir dalam diri para penghuni yang akhirnya membentuk tindakan bagi Punk Muslim dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode interaksi simbolik Herbert Blumer dengan tiga premis yang pertama Manusia bertindak terhadap sesuatu berdasarkan makna yang ada pada sesuatu itu bagi mereka, kedua, makna tersebut berasal dari interaksi social seseorang dengan orang lain, ketiga, makna tersebut disempurnakan melalui proses interaksi social. Hasil penelitian menemukan bahwa dalam proses komunikasi Punk Muslim terdapat unsur pengirim pesan, pesan, media, penerima pesan yang akhirnya memperoleh makna, makna Punk Muslim akhirnya terbagi menjadi dua yaitu makna muslim sejati, dimana makna ini tanpa adanya identitas Punk dan berakhir sebagai muslim sejati sedangkan makna kedua Punk yang bergenre muslim, dan masih adanya identitas Punk namun didalamnya terdapat makna Punk yang memiliki Tuhan. Kata kunci : Proses komunikasi, Punk Muslim, Transformasi, Identitas.